I can be alone

1576 Words
Happy Reading. * Aliya membanting guci didepanya dengan kesal, wajahnya memerah saat tahu jika Jimin kembali mengingkari janjinya. Hari ini Jimin berencana menemaninya berbelanja dan Jimin kembali tidak menepati janjinya. Aliya sudah cukup mengerti kesibukan Jimin sebagai seorang Idol terkenal tapi Aliya juga butuh waktu berdua dengan Jimin, apalagi dengan kondisinya yang tengah hamil dan Aliya juga ingin merasakan kasih sayang Jimin yang lebih. Periksa kandungan saja Aliya akan selalu diantar oleh Manajer Bangtan kadang-kadang Ji Hyun yang rela datang jauh-jauh dari Busan untuk melihat kondisi keponankanya. Sedangkan Jimin? Menemaninya periksa kandungan saja Jimin tidak pernah. Ngidam saja Aliya harus selalu bilang pada Bang PD, ibu mertuanya, kadang Member Twice jika sedang tidak sibuk. Lisa yang tidak bisa masak saja rela membuatkanya Kimchi karena permintaanya, dan Jimin? Aliya tahu jika Jimin sedang sibuk karena Comeback. Dari mulai mempersiapkan Comeback, hingga promosi album baru. Belum lagi konser diberbagai belahan Dunia dan Aliya juga selalu ditinggal. "Aku tidak tahan lagi!" Kadang Aliya berfikir Jimin itu tidak memperdulikanya. Jimin lebih memilih menghabiskan malamnya dengan berpesta merayakan kesuksesan Konser Bangtan dari pada menemaninya dirumah. Jimin seperti tidak peduli padanya, kadang saat Jimin sedang libur bukanya menghabiskan waktunya dengan Aliya, Jimin malah sibuk dengan ponsel dan bermain dengan istagram. Kadang malah Jimin membawa Geng-nya kerumah dan bermain seharian. "Apa aku keterlaluan jika menuntutnya?" Lirih Aliya. Aliya tahu jika posisinya sangat berbeda dengan Jimin, Jimin bintang besar sedangkan dirinya hanya seorang yatim piatu malang yang dipersunting pangeran. Terlihat sangat tidak pantas jika dirinya terlalu menuntut. * "Kau tidak pulang Chim?" Tanya Jin. "Aniya Hyung! Aku capek mau tidur dulu" jawab Jimin. "Tidur saja dirumah Chim. Kasihan Aliya menunggumu!" Kata Hoseok sambil berlalu. "Satu jam lagi Hyung!" Jawab Jimin sambil memejamkan matanya. "Aigoo Chim! Aliya pasti menahan dirinya karena sikapmu ini" perktaan Namjoon membuat Jimin langsung membuka matanya. "Aku pergi dulu. Momo sudah menungguku. Anyeong!" Pamit Namjoon. "Hati-hati Namjoon-ah" teriak Jin. "Tuh contoh Namjoon Hyung! Momo Noona hamil Namjoon Hyung semakin sayang. Kau? Istri hamil malah sibuk sendiri" ketus Taehyung pada Jimin. "Sudahlah Hyung! Lebih baik kau temani aku beli hadiah untuk Tzuyu, dia mau ulang tahun! Kajja" ajak Jungkook pada Taehyung. "Jangan pulang malam-malam" teriak Jin. "Nde Hyung!" Jawab keduanya. "Aku kedalam dulu" kata Jin. Sepeninggalan Jin, Jimin diam mematung. Memikirkan perkataan Member Bangtan yang lain. "Aliya sudah makan?" * Aliya ada didorm Blackpink, tadi Lisa menjemputnya dan Aliya hanya bisa ikut. Aliya hanya diam dari tadi dan itu membuat Jennie bingung. Feeling Jennie menangkap jika Aliya ada masalah dengan Jimin. "Aku pulang saja ya?" Jenni menggeleng dan memainkan ponselnya. "Nanti kau kenapa-napa! Kau dirumah seharian!" Kata Jenni. Hanya ada Jenni dan Lisa didorm, Rose dan Jisoo ada di Jepang. Dan Lisa ada dikamar mandi. "Kumasakkan sesuatu?" Tawar Jenni sambil meletakkan ponselnya dimeja depan mereka. "Tidak Eonni!" Jawab Aliya. "Mau kuambilkan sesuatu?" Aliya kembali menggeleng. Jenni menghela nafas melihat kebungkaman Aliya. Fix Aliya punya masalah. "Ada masalah?" Tanya Jenni. "Tidak!" Jawab Aliya pelan. "Katakan! Eonni akan mendengarnya!" Ujar Jennie lembut. "Aku baik-baik saja Eonni!" Jennie menggeleng pelan. "Katakan!" Aliya menghela nafas pelan lalu menatap Jenni. "Aku salah?" Tanya Aliya. "Salah apa? Eonni tidak mengerti!" Jawab Jennie. "Hah! Apa aku salah menuntut waktu Jimin Oppa?" Tanya Aliya pelan. "Maksudmu?" Aliya menghela nafas pasrah. "Kadang aku berfikir jika aku tidak pantas dengan Jimin Oppa. Dia bintang bersinar sedangkan aku hanya seorang yatim yang dinikahinya. Aku sedikit merasa aneh dan asing. Apalagi dengan kehadiran bayi ini" Jennie mengamati Aliya yang terlihat mengulas senyum miris dibibirnya. "Akhir-Akhir ini aku merasa sangat tidak cocok denganya. Entah urusan keluarga, pendapat, ataupun keputusan. Aku mersa asing pada diriku sendiri. Kadang aku juga merasa miris saat Jimin Oppa lebih memilih menghabiskan waktunya untuk berpesta dari pada menamiku dirumah bersama Bayi yang ada didalam perutku. Diam seharian bermain dengan ponselnya atau membawanya teman-temanya ke Apartemant kami. Aku juga butuh waktu berdua denganya, menceritakan apa yang kualami seharian, atau sekedar mengatakan perkembangan Bayi kami padanya" Aliya menarik nafasnya panjang. Matanya sudah berkaca-kaca. "Sekali aku pernah memintanya menuruti keinginan anehku, tapi malamnya aku menyesal karena melihatnya kelelahan! Saat itulah aku selalu menekan keinginanku, Appa Bang bilang jika aku menginginkan sesuatu aku bisa bilang padanya. Dan karena itu aku keterusan meminta apa yang kuinginkan pada Appa Bang, kadang Member Twice jika sedang tidak sibuk. Bahkan aku juga meminta Lisa Eonni memasak padahal dia tidak bisa memasak. Aku Hiks!" Aliya menutup mulutnya saat isak tangisnya mulai terdengar. "Aku merasa iri saat melihat banyak ibu hamil yang periksa kandungan dan ditemani oleh suaminya, sedangkan aku? Hanya akan diantar oleh Manajer Oppa, atau Ji Hyun yang datang dari Busan. Tapi tidak ada gunanya juga aku membahasnya, toh semua sudah berlalu. Mungkin ini memang bagianku, Gumawo karena sudah mau mendengar ceritaku" Aliya menyeka kasar air matanya dan menatap Jennie. "Aku akan kekamar untuk istirahat! Aku menginap disini saja Eonni. Toh Jimin Oppa juga tidak pulang malam ini" Jennie memandang sendu punggung Aliya yang semakin menjauh. "Kau terlalu menahannya" ujar Jennie dan mengambil ponselnya. "Kau dengarkan? Coba fikirkan perasaan istrimu" Jennie langsung mematikan sambungan ponselnya. Dari tadi Jennie mengaktifkan pangilanya dengan Jimin dan Aliya tidak tentu saja tidak tahu. * "Eugh!" Aliya melenguh saat merasakan usapan lembut pada pipinya. "Bangun Sayang!" Aliya membuka matanya karena mendengar suara Jimin. "Eoh Oppa!" Aliya mengusap pelan matanya yang sedikit perih. "Bangun Sayang! Mandi!" Aliya menegakkan tubuhnya. "Ini dikamar?" Tanya Aliya pelan. "Hem!" Jawab Jimin lembut. "Tapi semalam aku didorm Blackpink" kata Aliya. "Oppa menjemputmu. Jennie menelfon semalam, cha mandilah! Kita akan jalan-jalan hari ini" kata Jimin lembut. "Jalan-jalan?" Tanya Aliya. "Ya! Kau bersiap ya?" Kata Jimin. "Ini hari apa?" Tanya Aliya. "Rabu Sayang! Cha sekarang kau mandi. Oppa akan kedapur untuk menyiapkan sarapan" kata Jimin sambil berlalu. Sementara Aliya masih diam tanpa berniat bangkit. "Jennie Eonni melakukan sesuatu" Desis Aliya. * Aliya dan Jimin makan dalam keheningan, Aliya sendiri sibuk dengan makananya, sedangkan Jimin malah sibuk mencuri-curi pandangan pada Aliya yang tampak diam. "Kau mau jalan-jalan kemana?" Tanya Jimin yang memecah keheningan diantara mereka. "Oppa libur?" Tanya Aliya. "Uhm ya!" Jawab Jimin pelan. "Tapi ini hari Rabu. Dan tidak biasanya Oppa libur dihari Rabu! Apa ada acara khusus?" Pertanyaan Aliya membuat Jimin gugup. Apalagi tatapan Aliya yang seolah mengintrogasinya. "Uhm ya! Yang lain kelelahan makanya diliburkan" kata Jimin memberi alasan. "Ah Jinja? Jika kelelahan lebih baik Oppa istirahat saja. Oppa akan sakit jika memaksakan diri" Detik berikutnya Jimin menyesali jawaban tololnya karena mendengar alasan Aliya. Tidak! Aliya tidak boleh terus menyudutkanya. Pandangan Jimin berubah tegas dan menatap Aliya tajam. "Kita jalan-jalan hari ini. Jadi bersiaplah" tegas Jimin. "Tidak perlu! Oppa lelahkan?" Aliya membalas tatapan Jimin. Ia bukan orang bodoh yang tidak mengerti situasi. Terlihat jelas jika Jimin sedang memaksanya dan Aliya tahu alasanya. "Tidak Aliya! Oppa hanya libur hari ini dan kita akan jalan-jalan. Lagi pula kita sudah lama tidak jalan-jalan!" Cetus Jimin. "Ara aku menurut" setuju Aliya. 'Kita lihat apa yang akan Oppa lakukan nanti' monolog Aliya. * Aliya tersenyum simpul saat melihat Jimin yang kesusahan menyamar. Dari atas sampai bawah ditutup rapat dan bukanya menikmati waktu kencan mereka dengan bergandengan atau bercengkrama, Jimin malah sibuk membenarkan letak topi dan kacamatanya. Aliya sendiri hanya menggunakan terusan untuk ibu hamil, flat shoes dan topi. Tidak ada yang lagi, lain halnya dengan Jimin, topi, kacamata, masker, jaket tebal. Jimin terlihat seperti teroris. "Kau mau kemana?" Aliya hanya tersenyum miris saat Jimin memelankan suara saat bertanya padanya karena ada kumpulan remaja yang lewat disamping mereka. Terlihat sekali jika Jimin tidak nyaman pergi denganya. "Kita pulang saja" jawab Aliya. "Pulang? Kita baru jalan-jalan!" Protes Jimin. "Jalan-jalan? Oppa yakin? Kita hanya berjalan dan bukan jalan-jalan. Oppa hanya sibuk membenarkan topi dan kacamata Oppa tanpa peduli padaku. Itu yang Oppa sebut jalan-jalan? Lebih baik kita pulang, istirahat atau Oppa bisa memanggil teman-teman Oppa untuk berkunjung supaya Oppa tidak bosan karena hanya ada aku dirumah" Jimin bungkam mendengar ucapan Aliya. Tidak terlintas difikiranya jika Aliya akan berbicara seperti itu. "Besok Oppa ada konser dan aku tidak mau melihat Oppa lelah karena menemani kegiatan tidak pentingku. Ini hari Rabu dan mustahil jika Oppa libur dihari Rabu. Aku sudah menelfon Jungkook Oppa dan dia bilang kalian ada latihan dan Oppa ijin karena tidak enak badan. Dan jika Oppa tidak enak badan kenapa mengajakku jalan-jalan? Aku tahu jika Jennie Eonni sudah mengatakan sesuatu pada Oppa semalam. Oppa terlihat sangat memaksa pergi hari ini padahal biasanya Oppa paling malas jika diajak pergi entah itu jalan-jalan atau yang lainnya. Tidak perlu lakukan apapun untukku, aku bisa berusaha sendiri. Jika aku ingin Chek Up ke Dokter aku bisa minta bantuan Manajer Oppa atau Ji Hyun dan jika aku ingin makanan atau yang lainnya Bang PD bisa membelikanya atau Member Twice dan Lisa Eonni" nafas Aliya naik turun meluapkan apa yang ia rasakan. "Oppa tidak perlu memaksakan diri. Bersikaplah dengan biasa seperti Park Jimin yang biasa. Aku tidak menuntut apapun karena aku memang tidak mampu. Jangan lakukan apapun yang bertentangan dengan keseharian Oppa, itu membuatku muak dan semakin menertawakan ketidak mampuanku menyandingi seorang idol terkenal seperti Park Jimin. Karena pada akhirnya aku juga tidak akan pernah mampu. Dan lagi pula Oppa juga terlihat malu berjalan disampingku seperti ini!" Aliya tersenyum sinis dan berjalan meninggalkan Jimin yang mematung karena ucapan Aliya yang begitu menusuk hatinya. "Aku terlihat menyedihkan" Jimin melepaskan kacamata dan maskernya lalu membuanganya kesembarang arah. Melirik Aliya yang sudah menaiki Taxy meninggalkan dirinya sendirian ditaman ini. "Aku membuatnya tertekan. Aku orang bodoh yang tidak mengerti keinginan istriku dan aku menyedihkan karena tidak berguna apapun untuknya. Kau tidak berguna Park Jimin" desis Jimin geram. T.b.c
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD