Happy Reading.
*
"Yakh apa yang kalian lakukan?" Aliya berteriak saat melihat tayangan tidak senonoh yang ditunjukkan Namjoon dan Momo. Mereka pulang ke Dorm Bangtan, hanya ada Namjoon dan Momo yang sedang bermesraan. Dan tentu saja Aliya berteriak, Namjoon sedang memangku Momo dengan pakaian yang amburadul dengan bibir yang saling bertaut.
"Apa apa Sayang?" Tanya Jimin panik saat mendengar teriakan Aliya.
"Mereka!" Jimin mengikuti arah tunjukan Aliya, wajahnya berubah datar saat melihat Momo dan Namjoon yang masih diposisi samanya. Momo ada dipangkuan Namjoon.
"Ck! Dorm jadi berbau mesum jika kau terus begini!" Jengah Jimin. Momo langsung salah tingkah dan meringsut turun dari pangkuan Namjoon, sambil mengancing kemejanya yang sudah dibuka Namjoon tadi.
"Apa salahnya?" Ketus Namjoon.
"Tentu saja salah! Kau bisa digantung Bang PD jika dia tahu dan kau juga akan menerima amukan dari Member yang lain. Dan juga kau mau kena bom Nuklir Member Twice atau kau mau dijambak Jihyo?" Desis Jimin menahan emosinya.
"Momo kekasihku" kata Namjoon.
"Baru kekasih Hyung bukan istri. Kau tidak berhak menyentuh Momo sesuka hatimu. Momo bukan jalang yang memuaskan nafsu bejatmu. Momo masih punya orang tua, dan bagaimana perasaan orang tuanya saat tahu jika anak gadisnya sudah tidak suci lagi? Disini Momo merangtau mencari kehidupan bukanya bekerja sebagia pemuas nafsumu. Momo penyanyi bukan pengangkang kaki. Bedakan itu!" Aliya melongo mendenger teriakan Jimin. Aliya tidak salah dengar kan?
"Ck apa pedulimu? Aku mencintai Momo, dan jika pun Momo hamil aku juga akan bertanggung jawab!" Balas Namjoon juga berteriak.
"Cinta? Kau yakin mencintai Momo? Jika kau mencintai Momo kau akan menjaganya dan bukan merusaknya. Dan itu kau sebut Cinta? Terletak dimana cintanya? Status kalian tidak jelas. Saat Momo mengajakmu untuk bertemu orang tuanya kau juga menolakkan? Dan kau bilang mau bertanggung jawab jika Momo hamil. Yakin?" Nafas Jimin memburu karena meluapkan emosinya. Bukan sekali dua kali Jimin melihat Namjoon dan Momo melakukan itu, tapi berulang kali bahkan sebelum menikah dengan Aliya, Jimin sudah sering melihatnya. Dan Jimin tidak mau ini terus terjadi.
"Berkencan adalah tahap penjajakan bukan penjajalan. Jika hanya menciumnya tidak masalah tapi kau juga menidurinya. Cintamu palsu! Aku tidak yakin jika kau akan bertanggung jawab jika Momo hamil" desis Jimin tajam.
"Dan perlu kau tahu Nona Jepang, kau juga sama bodohnya dengan Namjoon Hyung! Kau mau saja menjadi selimut dalam ranjangnya. Ck! Dimana harga dirimu? Tubuhmu adalah segalanya bagimu dan dengan mudahnya kau melemparkanya padanya. Jika kau takut dia meninggalkanmu karena kau tidak memberikan tubuhmu padanya itu artinya kau tolol. Masih banyak laki-laki yang bisa mencintaimu dengan tulus dan bukan yang hanya menginginkan tubuhmu. Masih banyak yang mau menerimamu diluar sana, tapi tidak ada gunanya juga aku berbicara begini. Kau sudah kebobolan jadi teruskan saja, kalau bisa sampai hamil baru menikah dan jadikan anakmu sebagai tranding topik karena menjadi anak haram" Jimin langsung menarik Aliya keluar dari Drom Bangtan.
Dan saat melihat Member Bangtan dan beberapa Member Twice dipembatas ruang tengah, Jimin hanya melewatinya dengan lurus bahkan Jimin juga menepis kasar tangan Jin yang menghalanginya.
"Chim tunggu!" Jimin terus berjalan menjauh mengabaikan teriakan Jin. Jin dan Jihyo saling bertatapan. Mata mereka berkilat marah, mereka semua mendengar ucapan Jimin. Bahkan Tzuyu, Chaeyong dan Dahyun sampai menutup mulutnya tidak percaya. Wajah Suga, Hosoek mengeras dengan mata menggelap.
"KIMM NAMJOONNN"
"HURAI MOMOOO" teriakan Jin dan Jihyo terdengar menggema didalam Dorm Bantan.
*
"Oppa!" Aliya mengusap lembut punggung polos Jimin berharap bisa menenangkanya. Emosi Jimin masih ada didirinya dan karena emosi itu Aliya jugu kena imbasnya. Imbas kenikmatan karena Jimin yang menyetuh dirinya maksudnya.
"Ada yang lain disana tadi. Dan pasti Jin dan Jihyo Eonni akan menasehati mereka" wajah Jimin masih saja mengeras marah. Aliya menghela nafas lelah dan membawa Jimin kepelukanya.
"Sudahlah Oppa" Jimin semakin menelusupkan kepalanya diceruk leher memabukkan Aliya. Jimin butuh tempat yang sangat tenang.
"Mereka keterlaluan Sayang!" Lirih Jimin.
"Jin Oppa pasti bisa menasehati mereka" kata Aliya.
"Aku hanya tidak mau Bangtan Hancur karena sikap egois Namjoon Hyung! Bagaimana jika Momo hamil? Dan bagaimana dengan reaksi Netizen jika tahu itu? Bukan hanya karir Bangtan yang menjadi taruhanya tapi Twice juga. Dan kenapa Namjoon Hyung tidak memikirkan itu sebelum bertindak?" Aliya mengusap lembut punggung Jimin.
"Nafsu seseorang mengalahkan fikiranya dan itulah yang dialami Namjoon Oppa! Dia hanya perlu sedikit bimbingan dan Jin Oppa pasti bisa membimbingnya" kata Aliya.
"Aku hanya takut" lirih Jimin.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan Oppa, semua sudah terjadi. Dan Momo Eonni juga tidak hamil" ujar Aliya.
"Kata tidak itu bisa berarti belum Sayang. Dan bagaimana jika ada bayi yang tumbuh diantara mereka? Mereka belum menikah, Bagaimana nasibnya nanti?" Aliya melepaskan pelukanya, mengusap sayang pipi prianya.
"Mereka akan menikah. Aku tidak yakin jika Suga Oppa akan membiarkan Namjoon Oppa lari, dan ada Jihyo Eonni disana. Jihyo Eonni pasti akan langsung berbicara pada Keluarga Momo Eonni. Dan juga Twice sudah berkarir selama 5 tahun lebih. JYP tidak akan melarang anak asuhnya menikah setelah 5 tahun berkarya? Yang perlu Oppa lakukan adalah mendoakan Namjoon Oppa agar terlepas dari amukan 3 tetua Bangtan, Jihyo Eooni dan yang lain. Gendang telinga Namjoon Oppa bisa pecah karena teriakan melengking Jihyo dan Dahyun Eonni, Rambut Namjoon Oppa bisa botak karena jambakan maut tangan Chaeyoung, atau tendangan dari Atlet Tekwondo, Long Chuo Tzuyu itu" Jimin menggeleng tidak peduli dan memeluk tubuh polos Aliya dengan erat.
"Biar Namjoon Hyung merasakan bagaimana rasanya di adili. Dulu saja aku merasakan seperti akan memasuki Neraka karena minta ijin Jin Hyung dan yang lain untuk menikahimu dan biarkan sekarang dia merasakanya. Aku tidak peduli jika wajahnya babak belur karena dipukuli Suga dan Hope Hyung, atau kakinya keram karena disuruh bersimpuh semalam oleh Jungkook dan Taehyung jika sudah pulang dari Jepang, atau amukan semua Member Twice yang menuntunnya kealam baka. Biarkan dia merasakanya saja. Dia harus bertanggung jawabkan" Aliya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Jimin yang menyumpahkan kesengsaraan Namjoon.
Jin adalah Ayah kedua Aliya dan sebelum menikahi Aliya, Jimin minta ijin kepada semua Member Bangtan. Dari mulai Jungkook yang katanya kembaran Aliya, kembaran kelinci maksudnya. Taehyung teman seperjuangan Evil Aliya. Hoseok Kakak Kesayangan Aliya. Namjoon yang katanya pemecah masalah Aliya. Suga yang menempati posisi ibu Aliya, dan Jin Adalah Ayah Aliya.
Jimin masih ingat bagaimana tatapan mematikan 6 orang itu. Ck meminta ijin pada Tuan Hwang dan Chuo lebih mudah dari pada meminta ijin pada ke-6 keparat itu. Jimin bahkan harus bersimpuh selama 3 jam untuk mendengar kata iya yang keluar dari bibir Jungkook dan Taehyung. Dan untuk Jin, Jimin tidak berani membayangkanya. Jin terus mencecar Jimin dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Jimin bingung plus gemetar, apalagi dengan teriakan lantang Jin yang menyuruhnya berjanji untuk selalu membahagiakan Aliya. Dan jika Jimin mengingkari janjinya, Jimin harus rela dipukuli sampai mati oleh semua Member Bangtan.
Tidak ada yang Jimin bisa lakukan selain menyanggupinya. Dan Jimin bisa mendengar dengan jelas pekikan bahagia dari kedua Magnae Bangsat Bangtan, Jeon Jungkook dan Kim Taehyung This Name. Peraturan tetap peraturan, Bangtan telah berjanji hanya akan menikahi satu wanita dan akan mempertahankanya sampai akhir hayat. Jika untuk berkencan tidak masalah berganti-ganti, tapi untuk menikah hanya satu untuk selamanya dan Jimin benar-benar membuktikan ucapanya. Aliya yang pertama dan hanya satu-satunya dalam hidupnya.
"Lebih baik kita tidur! Aku lelah" Aliya mengangguk dan menyamankan posisinya dipelukan Jimin.
"Jalja Nae Anae"
"Nado Jalja uri Nampyeon"
*
Dan yang dikatakan Jimin dan Aliya benar-benar terjadi. Wajah Namjoon babak belur terkena hantaman tangan Suga dan J-Hope. Pelipis Namjoon memar karena lemparan Heels Jihyo, Tzuyu, Chaeyoung, dan Dahyun. Dan itu belum seberapa. Masih ada Member Twice yang lain, Nayeon, Jungyeon, Sana, dan Mina yang masih ada di Jeju. Dan masih ada 2 Magnae Bangsat Bangtan, Jungkook dan Taehyung yang ada di Jepang.
Namjoon yakin jika kemarahan besok akan lebih parah dari hari ini. 2 Magnae Bangsat Bangtan menganggap Momo sebagai Noona-nya, dan Namjoon tidak yakin bisa lepas dengan mudah besok. Apalagi membayangkan kemarahan Member Twice, Namjoon tergidik ngeri jika mengingatnya.
Telinganya saja masih panas karena teriakan melengking Jihyo dan Dahyun dan itu belum termasuk jambakan rambut oleh Chaeyoung, tendangan kuat Tzuyu. Apalagi Besok, Nayeon? Rumah sakit. Jungyeon? Patah tulang. Sana? Rumah sakit jiwa. Mina? Kuburan. Jungkook dan Taehyung? Nereka.
*
Hot News.
Rap Mon BTS dan Momo Twice akan menikah bulan Februari mendatang. Dan kabar itu sudah dibenarkan oleh dua agensi yang menaungi mereka JYP dan BigHit.
T.b.c