Kegembiraan Adrian terasa begitu nyata hingga ke dalam setiap sel tubuhnya saat Jasmine mengatakan bahwa Emily bersedia bertemu dengannya. Ia bahkan benar-benar memekik kegirangan seperti anak gadis, dan memeluk adiknya itu seraya mengajaknya berputar-putar di kamar mereka. Ia benar-benar tidak bisa memejamkan mata untuk menunggu besok datang dan mengatakan semuanya kepada Emily. Tangan Adrian meraba janggutnya, lalu menyadari jika ia harus bercukur besok. Seharusnya ia juga memotong rambutnya sebelum kemari agar tidak terlihat terlalu berantakan seperti ini. Lalu baju, apa ia membawa pakaian yang lebih pantas selain kemeja dan jins? Tampaknya tidak. Karena ia hanya mengemasi beberapa potong pakaian saja. Tadinya ia memang tidak berniat untuk tinggal lama di sini. Namun, dengan perubaha

