“Tidak bisakah kau telepon Adrienne sekarang?” Entah sudah berapa kali Adrian menanyakan itu kepada Jasmine, tetapi adiknya itu hanya menoleh sambil memutar bola mata dan berkata, “ini sudah larut malam, Kak. Lebih baik kau beristirahat. Aku yakin semua beres di tangannya. Kau seperti tidak mengenal Kak Adri saja. Tidurlah!” Tidur? Jasmine menyuruhnya tidur? Ketika ia tidak tahu sama sekali apa yang terjadi di rumah? Apa yang terjadi pada Emily? Sialan! Apa tidak ada yang akan melepas ikatannya sekarang sehingga Adrian bisa bangun, dan berlari pulang? Ia tidak peduli risiko akan lumpuh seumur hidup asalkan bisa melihat Emily, dan memeluk gadis itu. “Seharusnya kau membawakan ponselku!” gerutu Adrian lagi saat melihat adiknya tidak bangkit dari posisi berbaringnya di sofabed. Besok tubuh

