74. Rumah

2061 Words

Emily menatap kepergian orang tuanya masih dengan bibir yang cemberut. Dad selalu saja memiliki cara untuk membuatnya kesal. Dan ibunya, bukannya membantu membuat suasana lebih baik, malah seperti kegirangan menyiramkan bensin ke atas kobaran api, lalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa setelahnya. Emily yakin jika lapar itu hanya sebuah alasan yang dibuat-buat agar pertengkarannya dengan Dad tidak berlanjut. Tadi, ia merasa seperti sedang terbang ke langit tujuh ketika mendengar akhirnya semua orang mencapai kompromi dengan situasi ini. Namun sekarang, ia serasa sedang dihempaskan ke jurang terdalam, dan tidak akan ditarik lagi ke permukaan karena persyaratan konyol itu. Tetap kuliah di Ohio? Dan ia harus berada lebih dari 1200 mil dari pria ini? Lalu hanya bisa bertemu tiga minggu seka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD