03. Mulai Beraksi

1244 Words
Dimas mengeluarkan dan memberikannya kepada Reno, sebuah foto seorang wanita, dia adalah istri dari Dr. Daniel yang meninggal akibat kecelakaan bersama anaknya. “Namanya Rina Ayunda Atmaja, seorang pegawai kantoran biasa, tetapi dia mendapatkan undangan dari salah satu temannya untuk ikut pergi ke Surabaya menghadiri seminar, yang di mana kejadian dengan kecelakaan suami dan anaknya. Usianya baru dua puluh tujuh tahun, anggap saja dia menikah muda, dan kutu buku. Makanan kesukaannya adalah …." “Sungguh ini yang namanya Rina? Apa nggak salah Dr Daniel memilih dia menjadi istrinya, kampungan sekali, tubuh kurus, rambut keriting dan memakai kaca mata tebal, yang benar saja, Dimas? Dan .... Reno terdiam memperhatikan sekali lagi foto itu. “Ada apa, kamu mulai menyukainya?” ejek Dimas tapi malah mendapatkan tatapan tajam dari Reno. “Bukan, wanita ini yang membuat aku kesal, hanya dia yang tidak memuji ketampananku. Dia juga sangat menyebalkan saat bertemu dengannya,” sahut Reno kembali kesal saat mengingat kejadian itu. “Jangan terlalu membenci wanita sederhana seperti ini, mungkin saja nanti kalian berjodoh,” godanya. “ Huff ... padahal aku ada niatan untuk menikah dengan wanita yang sudah aku buat suami dan anaknya meninggal, tetapi dengan seperti ini, aku tidak jadi, dan papa akan habis-habisan menghinanya seperti yang dia lakukan kepada Dina, yang sama-sama dari kalangan bawah,” rutuknya kesal dan melempar foto itu di meja. Dimas lalu mengambilnya dan memperhatikan wajah Rina secara saksama, mereka tidak tahu foto yang diambil dari dokter Sigit adalah foto lama sebelum menikah dengan Daniel suaminya. “Emmh ... tidak Ren, aku rasa kamu salah menilai orang. Wanita ini sangat cantik tetapi dia sengaja menyembunyikan kecantikannya. Dia ingin hanya suaminya saja yang melihat wajahnya tetapi tidak dengan orang lain,” jelasnya lagi. “Hahaha … yang benar saja Dim, masih ada pikiran kolot seperti itu, malahan ya banyak wanita yang ingin berlomba-lomba memperlihatkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya di muka umum karena itulah sifat wanita yang ingin di puji oleh orang lain khususnya para pria,” sanggah Reno. “Pasti adalah, Ren, kamu kan tahu aku adalah pakar wanita dan semua wanita aku bisa mengenalinya sekalipun dia mengoperasi wajahnya,” jelasnya yang masih mengamati foto itu kembali. “Terserah, sekarang tolong bantu aku untuk mencari wanita yang bisa dinikahi kontrak dan bisa melahirkan seorang anak laki-laki, entah bagaimana caranya, aku harus bisa mendapatkan wanita itu sebelum papa akan marah besar dan menyuruhku untuk menceraikan Dina!” Kamu belum tahu Ren, sepertinya wanita ini sangat berbahaya sorot matanya begitu tajam, mudah-mudahan tidak ada masalah dengan kalian,” ucapnya dengan tegas dan berlalu meninggalkan Reno di ruangannya. *** Sudah hampir dua Minggu Rina dan Yola berada di Surabaya. Sengaja Rina mencari rumah yang sederhana dan dekat dengan kediaman rumah keluarga Wisesa. Dia pun harus mengubah penampilannya, kecantikan yang selalu dia sembunyikan kini harus di perlihatkan untuk menarik mangsanya. Rina sedikit melakukan operasi untuk pembentukan wajah agar tidak terlihat seperti Rina yang dulu. Rina melepaskan kacamata tebalnya beralih dengan memakai soflens berwarna hitam, rambut yang keriting pun di ubah menjadi lurus dan panjang setelah semua selesai barulah Rina mengubah identitas nya dengan mengubah namanya menjadi Raina Andini. “Bagaimana penampilanku Yol, apakah sudah bisa menarik CEO itu?” tanya Rina sembari berpose seperti model dengan pakaian minimnya, memperlihatkan kaki jenjang yang putih mulus tanpa noda sedikit pun. Yola memperhatikan penampilan Rina dari ujung kaki sampai ujung rambut, benar- benar sangat berbeda, jauh lebih menarik dan terlihat muda. “Kamu sungguh cantik Rin, aku sampai pangling melihatmu,” sahut Yola memuji kecantikan sahabatnya. “Reno Prayoga Wisesa seorang CEO yang arogan itu tidak akan bisa berpaling darimu sedetik pun,” lanjutnya lagi. “Baiklah, sekarang kita mulai permainan ini?” “Kenapa tidak?” sahut Yola bersemangat. Rina dan Yola keluar dar butik, tetapi pakaian Rina kembali seperti biasa, dia belum biasa memakai pakaian serba terbuka. Hari ini Rina memakai kaos berwarna merah muda dengan rok payung berwarna hitam bermotif bunga kecil seperti renda dan memakai sepatu tanpa hak. Mereka pun berjalan-jalan sebentar dan singgah di warung makan. Rina memesan aneka makanan begitu juga dengan Yola. Setelah selesai mereka pun pergi ke taman yang berada dekat rumah mereka sebentar untuk mengisi kekosongan hidup mereka. Rina lalu duduk di kursi panjang itu yang terbuat kayu. Cuaca hari ini cukup bersahabat tidak panas ataupun mendung. Wanita cantik itu memandang sekelilingnya dan melihat banyak anak-anak yang sedang bermain dengan orang tuanya. Rasa rindu pun kembali memanggilnya. Bulir-bulir air mata sudah terjun bebas membasahi kedua pipinya yang putih dan mulus. “Seandainya mereka masih hidup aku tidak perlu melakukan semua ini apalagi harus merebut suami orang. Seandainya mereka mau mengakui kesalahannya, aku tidak perlu melakukan semua ini,” lanjut lagi. Apakah kamu yakin kalau Dina akan datang ke sini?” “Iya dia akan datang ke sini mungkin sebentar lagi, aku sudah mengintainya dari jauh-jauh hari kalau dia sering membawa bayinya ke sini,” jawab Yola meyakinkan sambil melihat ke sana kemari. Beberapa saat kemudian, Yola bisa melihat Dina dari kejauhan. Rin, itu dia targetmu sudah datang, kita mulai sekarang?” “Baiklah ini akan sangat menyenangkan, sebentar, sepertinya aku mempunyai ide lain yang lebih memacu adrenalin,” sahut nya bersemangat. ‘Maksud kamu?” Yola menyengitkan dahinya. “Kamu lihat di sana bagaimana kalau binatang itu ikut juga lari maraton dengan Dina? Pasti dia akan lebih cepat larinya.” Rina menyeringai jahat. “Baiklah terserah kamu saja,” sahutnya pasrah mengikuti tindakan konyol Rina. *** Sementara itu, Dina yang sedang menikmati angin segar di sore hari, setiap sore dia akan selalu membawa bayi kecilnya untuk sekedar jalan-jalan sebentar. Jalan yang dilaluinya pun sangat pas untuk membuat kereta bayi itu meluncur dengan bebas. Tak lama kemudian rencana yang telah susun pun di jalankan. Yola membuat umpan dan benar saja binatang itu menggonggong dengan keras membuat Dina terkejut, sehingga tanpa sengaja dia melepaskan genggaman pada kereta dorongnya. Dina berteriak histeris dan berlari dengan sekuat tenaga untuk bisa meraih kereta dorong itu tetapi kereta itu terlalu cepat sehingga susah di jangkau oleh tangannya, sedangkan Dina pun di kejar oleh binatang itu . Teriakan Dina pun mengalihkan padangan kepada kereta dorong bayi itu. Sebagian warga ikut berusaha menghentikannya tetapi belum berhasil. Sampai hampir di tempat persembunyiannya, Rina datang sebagai pahlawan untuk menghentikan kereta bayi itu. Semua orang merasa lega begitu juga dengan Dina, setidaknya bayi itu tidak kenapa-kenapa. Dina sampai di bawah taman dengan napas tersengal-sengal, dia begitu bahagia karena masih ada orang baik yang membatunya, tetapi karena terlalu capek dengan berpeluh keringat, Dina pun jatuh tak sadarkan diri. Sebagian warga ada yang mengenalnya dan meminta bantuan untuk membawa ke rumah. Untung saja ada mobil di depan sana dan mau mengantarkan Dina pulang ke rumah besar itu. “Alhamdullilah, bayinya nggak kenapa-kenapa, untung ada Mbaknya cepat menolong.,” ucap salah satu warga memuji Rina. “Namanya juga manusia Bu, kita saling tolong menolong dan sebenarnya kenapa dengan Ibu ini apakah hanya karena kecapean saja tadi?” tanyanya pura-pura lugu. “Namanya Mbak Dina istri dari Reno Prayoga Wisesa , dia ini lemah jantung, setiap ada yang mengagetkannya dia akan bereaksi seperti itu,” jawab salah satu ibu yang ikut mengantarkan Dina. “Oh begitu, dan di mana penjaga atau Baby siternya, apakah tidak ada?” tanyanya lagi. “Nggak tahu juga, Mbak, mungkin dia ingin mengasuh nya sendiri, makanya nggak pakai pengasuh lagi,” jawabnya lagi. Sampai di halaman parkir satpam di sana pun segera memberitahukan kepada Reno kalau istrinya tidak sadarkan diri. Reno bergegas turun ke bawah dan melihat kondisi istrinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD