bc

The Return of The Mermaid Princess

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
time-travel
second chance
drama
mythology
like
intro-logo
Blurb

Rosaleen diketahui memiliki darah lumpur yg sering dipandang remeh oleh rakyat rakyat nya tetapi ia merupakan putri pertama dari raja hendric dan ratu ellish. Ia menutupi darah nya tersebut dengan mewarnai rambut nya berwarna hijau berkilau seperti darah keturunan naga dewa yg dimiliki oleh adik nya Emily. Suatu ketika identitas darah nya diketahui, bahwa ia bukan lah keturunan darah naga melainkan darah lumpur yg sangat hina.

chap-preview
Free preview
Kematian yang Membawa Pulang Waktu
#Bab 1 — Kematian yang Membawa Pulang Waktu Di kedalaman lautan yang jauh dari jangkauan manusia, berdiri sebuah kerajaan yang begitu indah bernama Vandoria. Istana bawah lautnya terbuat dari kristal biru dan mutiara putih. Cahaya dari tanaman laut menerangi jalan-jalan kerajaan, sementara ikan-ikan kecil berenang di antara menara istana seperti bintang yang hidup. Di sanalah tinggal seorang putri duyung bernama Rosaleen. Rosaleen adalah putri pertama Raja Hendric dan Ratu Ellish. Rambut hijaunya panjang dan berkilau, seperti helaian zamrud yang terkena cahaya matahari dari permukaan laut. Matanya jernih, wajahnya lembut, dan sikapnya dikenal hangat kepada seluruh rakyat Vandoria. Namun kecantikan bukanlah satu-satunya hal yang membuat Rosaleen dicintai. Ia juga dikenal sebagai putri yang bijaksana. Di sampingnya selalu ada adik perempuannya, Emily. Emily memiliki wajah yang tidak kalah cantik. Rambutnya berwarna hijau muda dan matanya lembut. Berbeda dari Rosaleen yang lebih tegas, Emily memiliki sifat sangat penyayang dan mudah mempercayai orang lain. Keduanya tumbuh dengan hubungan yang sangat dekat. Sampai suatu hari, Raja Hendric memanggil Rosaleen ke ruang takhta. "Rosaleen." Rosaleen berenang mendekati ayahnya. "Ya, Ayah?" Raja Hendric menatap putrinya dengan ekspresi serius. "Ayah sudah membuat keputusan mengenai masa depanmu." Rosaleen terdiam. "Ayah ingin kau menikah dengan Pangeran Fabian dari Kerajaan Dravenn." Rosaleen membeku. Pangeran Fabian. Putra mahkota yang selama ini dikenal sebagai calon penguasa yang kuat dan berasal dari keluarga yang memiliki garis keturunan naga kuno. Rosaleen tidak mengenalnya dengan baik. Namun sebagai putri kerajaan, ia memahami bahwa pernikahan sering kali bukan hanya mengenai perasaan. Itu juga mengenai kerajaan. "Jika itu keputusan Ayah..." Rosaleen menundukkan kepala. "Aku akan menerimanya." Tidak lama kemudian, Emily juga mendapat kabar. Ia akan menikah dengan Pangeran David, adik Fabian. Berbeda dengan Rosaleen, Emily justru merasa bahagia. Ia percaya David adalah pria yang baik. Dan untuk beberapa tahun pertama, kehidupan mereka memang terlihat sempurna. Rosaleen menikah dengan Fabian. Emily menikah dengan David. Dua kerajaan semakin kuat. Rosaleen bahkan akhirnya memiliki seorang anak. Ia mengira hidupnya akan terus berjalan seperti itu. Namun kebahagiaan itu ternyata hanya sebuah awal dari tragedi. Lima tahun kemudian. Malam itu, istana Vandoria terasa begitu sunyi. Rosaleen berdiri di sebuah ruangan yang gelap. Di hadapannya berdiri Fabian. Wajah pria itu tidak lagi seperti dulu. Tidak ada kelembutan. Tidak ada senyum. Hanya tatapan dingin. "Jadi selama ini kau menyembunyikannya dariku." Rosaleen mengerutkan kening. "Apa yang kau maksud?" Fabian mengeluarkan sebuah benda kecil berbentuk kristal. Kristal itu memancarkan cahaya merah. "Kristal pendeteksi darah naga." Rosaleen terdiam. Fabian melanjutkan dengan suara dingin. "Ketika aku menikahimu, keluargaku percaya kau memiliki darah naga dewa." "Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku memilikinya." "Itulah masalahnya." Rosaleen mundur perlahan. "Fabian..." "Tanpa darah naga dewa, pernikahan ini tidak memiliki arti bagiku." Rosaleen memandang suaminya dengan tidak percaya. "Selama lima tahun aku menjadi istrimu." "Aku tahu." "Kita memiliki seorang anak." "Aku tahu." "Apakah semua itu tidak berarti apa-apa?" Fabian tidak menjawab. Malam itu, Rosaleen menyadari sesuatu yang mengerikan. Pria yang selama ini ia percaya ternyata tidak pernah mencintainya. Ia hanya membutuhkan darah yang mengalir dalam tubuhnya. Dan ketika mengetahui bahwa Rosaleen tidak memiliki darah naga dewa, Fabian memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Rosaleen tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berakhir di tangan orang yang seharusnya melindunginya. Di tempat lain, kehidupan Emily juga berubah menjadi mimpi buruk. Pangeran David yang dahulu terlihat lembut perlahan menunjukkan sifat aslinya. Ia sering memperlakukan Emily dengan kasar dan menyalahkannya atas berbagai hal. Emily yang dahulu selalu tersenyum mulai menjadi pendiam. Ia tidak lagi seperti gadis yang dikenal Rosaleen. Namun Emily tetap menyimpan satu harapan. Rosaleen. Kakaknya. Satu-satunya orang yang selalu membuatnya merasa aman. Tetapi pada malam yang sama ketika Rosaleen kehilangan nyawanya, Emily juga tidak mengetahui bahwa hidupnya akan berubah selamanya. Gelap. Itulah hal pertama yang dirasakan Rosaleen. Tidak ada suara ombak. Tidak ada cahaya. Tidak ada istana. Tidak ada Fabian. Tidak ada siapa pun. Kemudian... Cahaya putih muncul di hadapannya. Rosaleen membuka mata. "Aku... masih hidup?" Ia melihat kedua tangannya. Tidak ada luka. Tidak ada rasa sakit. Ia menoleh ke sekeliling. Dan matanya membesar. Ia berada di ruang takhta Vandoria. Di hadapannya berdiri Raja Hendric. Masih muda. Ratu Ellish juga berada di sana. Dan wajah mereka terlihat jauh lebih muda dibandingkan ingatan terakhir Rosaleen. "Ayah..." Raja Hendric mengerutkan kening. "Rosaleen?" Rosaleen menatap dirinya sendiri. Rambut hijaunya kembali panjang. Tubuhnya kembali seperti lima tahun yang lalu. Ia kemudian melihat sebuah kalender kerajaan yang tergantung di dinding. Tanggalnya membuat jantung Rosaleen berhenti sejenak. Lima tahun sebelumnya. Hari ketika ayahnya akan mengumumkan perjodohannya dengan Fabian. Rosaleen terdiam. Air matanya perlahan jatuh. Bukan karena kesedihan. Melainkan karena ia akhirnya memahami sesuatu. Ia telah kembali ke masa lalu. Kembali ke lima tahun sebelum kematiannya. Raja Hendric mendekatinya. "Ada apa?" Rosaleen mengangkat wajahnya. Tatapannya yang dahulu lembut kini berubah. Ada keteguhan di sana. Ada ketakutan yang telah berubah menjadi keberanian. "Ayah..." "Ya?" "Jangan menikahkan aku dengan Pangeran Fabian." Raja Hendric terkejut. "Kenapa?" Rosaleen mengepalkan tangannya. Dalam kehidupan sebelumnya, ia menerima pernikahan itu. Ia percaya pada Fabian. Ia percaya pada keluarga kerajaan Dravenn. Dan kepercayaan itu membawanya menuju kematian. Namun kali ini berbeda. Rosaleen mengetahui masa depan. Ia mengetahui rahasia Fabian. Ia mengetahui penderitaan Emily. Dan ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar di balik alasan keluarga Dravenn menginginkan seorang putri Vandoria. Rosaleen menatap ayahnya. "Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya..." "Tapi jika Ayah tetap menikahkanku dengan Fabian..." Rosaleen menarik napas panjang. "...aku akan mati." Ruangan takhta mendadak sunyi. Raja Hendric menatap putrinya dengan wajah pucat. Sementara jauh di luar istana, lonceng kerajaan Vandoria mulai berbunyi. Satu kali. Dua kali. Tiga kali. Dan di dasar laut yang sangat dalam, sebuah mata berwarna emas perlahan terbuka. Sesuatu telah menyadari bahwa waktu telah berubah. Dan sesuatu itu tidak senang. Karena Rosaleen seharusnya sudah mati.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pilihan Hatimu

read
114.4K
bc

Putri Haram Konglomerat untuk Tuan Muda Cacat

read
18.7K
bc

Orang Ketiga

read
36.9K
bc

Kuliah Malam Bersama Dosen Hot

read
156.5K
bc

Gairah Lama Kembali Membakar

read
4.7K
bc

Babysitter Canduku

read
20.2K
bc

Ranting Yang Patah

read
40.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook