Tanda Tangan TerakhirUpdated at Oct 18, 2026, 04:14
Sipnosis
Alina Prameswari tidak pernah membayangkan bahwa jalan keluar dari masalah hidupnya akan datang dalam bentuk seorang pria yang bahkan tidak pernah mempercayainya.
Di usia dua puluh enam tahun, Alina berjuang mempertahankan rumah peninggalan ibunya yang terancam disita akibat utang lama. Bekerja sebagai analis keuangan kontrak tidak memberinya cukup uang untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu. Ia membutuhkan kesempatan, bukan belas kasihan.
Kesempatan itu datang dari Adrian Mahendra, CEO Mahendra Group yang terkenal tenang, keras kepala, dan hampir mustahil dibaca. Setelah kematian sang pendiri perusahaan, Adrian harus memenuhi ketentuan dalam surat wasiat untuk memperoleh hak atas sebagian saham pengendali keluarga. Jika gagal, saham tersebut akan jatuh ke tangan pamannya, Victor Mahendra, yang telah lama menunggu kesempatan untuk mengambil alih perusahaan.
Syaratnya sederhana sekaligus tidak masuk akal: Adrian harus menikah dan mempertahankan pernikahannya selama satu tahun.
Alina menerima tawaran pernikahan kontrak dengan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan rumahnya. Sebagai gantinya, ia harus tinggal bersama Adrian, menghadiri acara keluarga, dan menjaga rahasia kesepakatan mereka.
Tidak ada cinta. Tidak ada tuntutan kesetiaan emosional. Tidak ada masa depan bersama.
Setidaknya, itulah yang mereka sepakati.
Di balik kehidupan mewah yang kini menjadi miliknya, Alina mulai menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan Mahendra Group. Kejanggalan itu mengarah pada kasus lama yang pernah menghancurkan sebuah perusahaan kecil milik ibunya—dan nama keluarga Mahendra muncul di setiap dokumen yang seharusnya sudah lama dilupakan.
Semakin dekat Alina dengan kebenaran, semakin sulit baginya membedakan suaminya sebagai pria yang mulai ia percayai dan pewaris keluarga yang mungkin telah menghancurkan kehidupan ibunya.
Sementara itu, Adrian mulai menyadari bahwa perempuan yang awalnya ia pilih demi sebuah tanda tangan justru menjadi satu-satunya orang yang berani menentangnya tanpa menginginkan kekuasaannya.
Ketika rahasia keluarga, perebutan saham, dan pengkhianatan mengancam mereka, keduanya harus memilih: mempertahankan kontrak yang menguntungkan atau memperjuangkan hubungan yang tidak pernah mereka rencanakan.
Karena terkadang, tanda tangan yang paling menentukan bukanlah tanda tangan di atas kontrak pernikahan, melainkan keputusan untuk tetap tinggal ketika kebenaran membuat segalanya terasa lebih mudah untuk ditinggalkan.