19: A Chance That Will Not Come Twice

1779 Words

Berdiri di samping Samantha, tak bosan Sebastian memerhatikan betapa tekunnya Samantha mengerjakan setiap pekerjaan yang harus segera ia selesaikan. Sesekali Samantha menguap tanpa malu di hadapan Sebastian, ia benar-benar tak menganggap Sebastian ada di sampingnya. Sebastian memutuskan untuk menjaga Samantha pada malam hari untuk sementara waktu, rasanya jika malam hari tiba ia tak tenang harus meninggalkan Samantha pada penjagaan bodyguard yang lain. “Kau boleh pulang, Tuan Grand.” Suara Samantha yang terdengar malas itu menarik perhatian Sebastian. “Tidak, saya akan di sini sampai shift berikutnya.” Samantha menghela nafasnya. “Baiklah, terserah padamu saja.” Samantha sudah tak memiliki tenaga untuk mendebat Sebastian, lagipula percuma juga mendebat pria bermata abu-abu itu. Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD