menghadapi trauma lama

1058 Words
Di lorong rumah sakit yang sunyi,,Novan masih berkutat dengan rasa bersalah,,rasa tak mampu yang menghimpit hatinya... Di dalam ruangan itu Vania masih terbaring,,sock dan traumanya membuat tubuhnya lemas... Mungkin Vania sudah sadar,,tapi rasa bersalah Novan membuat nya tak berani menemui Vania di dalam,,jerit histeris Vania masih menggema di ruangan itu,, membuat Novan semakin merasa teriris... Ibu Novan tiba di sana,,saat melihat anaknya kacau tak berdaya ia berlari dan memeluk Novan,, berusaha memberikan ketenangan... Dua insan sama-sama sedang berjuang dengan hati masing-masing.... Tak lama,, hening di dalam ruangan kamar tu sakit tempat Vania terbaring,,mungkin dia sudah tenang atau di beri obat penenang... Novan masih menangis sesenggukan di pelukan ibunya "sungguh aku tak bermaksud seperti ini" ujarnya sambil berurai air mata,,ada rasa salah yang sangat menghimpit hatinya saat tahu yang terjadi pada Vania saat melihat lagi video lamanya,,,dia tak menyangka sampai separah ini... "tenanglah Novan,,kamu harus kuat,, inilah yang akan terjadi sebagai sock trauma yang di alami Vania,, jikapun tidak darimu,, ini pasti terjadi cepat atau lambat,, karena Vania belum sembuh sepenuhnya dari traumanya" ujar ibu Novan berusaha menenangkan Novan,,dari ruangan keluar ibu Vania,,dia duduk di samping ibu dan anak yang sedang berpelukan... "Novan,,kamu tidak salah apapun,,ini memang akan terjadi cepat atau lambat,, beruntung kamu yang ada di dekatnya saat ini terjadi,,tak dapat Tante bayangkan jika dia melihat semua ini tanpa kamu di samping nya,,atau dia tahu semua ini dari orang lain,, efeknya akan lebih parah lagi,,dia belum sembuh dari trauma itu,,dan yang harus membuat nya sembuh adalah dia sendiri yang harus berani menghadapi semua itu,,di hatinya belum ada kemauan untuk keluar dari masa itu,,Tante percaya kamu bisa membuat memilih keluar dari masa itu .. Novan,,Tante mohon berjuanglah demi Vania,, berikan dia kehidupan baru dan sembuh dari luka itu" ucapan ibu Vania merasuk ke dalam hati Novan,, membuat nya sadar saat ini dia lebih di butuhkan kuat untuk membimbing Vania keluar dari masa kelam itu... "karena ,, alasan Vania tersenyum sekarang adalah kamu" ujar ibu Vania lagi sambil menepuk pundak Novan dan bangkit pergi keluar meninggalkan Novan dan ibunya yang masih berkutat dengan pikiran mereka masing-masing... Novan masuk ke dalam ruangan,,,melihat Vania sedang tertidur setelah suntikan penenang di berikan,,dia duduk di samping Vania,,"maafkan aku,,aku sungguh tak bermaksud membuat mu seperti ini" Novan mengecup tangan Vania,,membuat Vania bergeming... Vania terlelap sangat lama malam ini,,entah apa yang sedang dia mimpikan hingga tidurnya tampak lelap,, wajahnya terlihat lelah dan pucat... Mentari pagi menyapa dengan hangat,,sinarnya menembus di antara sela-sela jendela menerpa wajah cantik Vania yang masih terbaring,,, silaunya membuat Vania mengerjap perlahan membuka matanya,,ada sentuhan di tangannya membuatnya menoleh,,di lihatnya Novan di sisinya menggenggam tangannya dan masih tertidur dengan posisi duduk... Vania terpaku melihat wajah lelap Novan yang terlihat letih dan kusut... Vania membelai kepala Novan,,"maafkan aku,,aku sungguh tak bisa mengendalikan diriku...aku,,aku,, entahlah" Vania terisak,,membuat Novan terbangun,," Vania,,kamu kenapa menangis?? ada yang sakit,,aku panggil dokter oke?" Novan berdiri dan ingin keluar namun Vania menahan nya... "aku tidak apa-apa,,aku hanya merasa sesak dan malu padamu,,aku takut semua ini membuatmu membenciku,, keadaan ku yang tak pantas ini" ucap Vania sambil menunduk menyembunyikan ketidak berdayaannya... "hei,,aku sudah bilang aku menerima mu dengan semua kelemahan mu,,tak ada yang bisa merubah perasaanku sekarang ataupun nanti,, percayalah aku mencintaimu,,bukan sekedar cinta monyet saja,,aku tulus dengan perasaan mu padamu " ujar Novan sambil memeluk Vania,,,"sudah jangan menangis lagi,,kita akan hadapi semua berdua oke?? berjanjilah kamu akan menghadapi ini semua dengan barani..." ujar Novan lagi yang balas anggukan oleh Vania,,'ternyata berdamai dengan keadaan tidaklah buruk' ujar Vania dalam hati..."terimakasih,,kamu selalu mendukung ku,,aku akan ingin sembuh dari luka batin ini,,aku ingin kehidupan yang bahagia seperti orang lain juga" ujar Vania membalas pelukan Novan... "kriiieeettt!!!" suara pintu terbuka,,ibu Vania muncul dari balik pintu,," Vania sudah bangun?" ujarnya sambil berjalan ke arah tempat tidur... "Novan,, sebaiknya kamu pulang dan membersihkan diri,,OOO iya ,,tadi ibumu sudah urus izin ke sekolah,,jadi kamu istirahat dulu saja,,kamu sangat lelah" ujar ibu Vania,,"baiklah Tante,,aku pulang dulu oke,, jangan lupa habiskan sarapanmu..." pamit Novan kepada Vania..."baiklah" ujar Vania dengan senyum membuat Novan sedikit lega... Sepeninggal Novan,," Novan menjagamu sepanjang malam,,dia tak meninggalkan mu barang sebentar pun,,mama jadi terharu sekali" ujar ibu Vania sambil menyuapi sarapan pada Vania,, mendengar itu Vania tersenyum 'dia,,sungguh melakukan itu?' ujarnya dalam hati... "ma,,apa yang terjadi padaku kemarin?? apa membuat Novan merasa jijik??" tanya Vania "tidak sayang,,dia bahkan menyalahkan dirinya sendiri,,menangis sepanjang hari,,dia terlihat takut sekali" ujar ibunya membuat Vania terdiam,," ma,,aku ingin melanjutkan pengobatan,,ayo kita ke psikiater lagi,,aku ingin melepas beban ini dan memulai hidupku yang baru tanpa bayangan trauma lama.." ujar Vania,,,kasih sayang Novan membuatnya sadar jika dia juga layak bahagia... Ibunya tersenyum,,"baiklah,,kita akan melakukan yang terbaik,,tapi sembuhkan dulu badan lemah ini " ujar ibu Vania sembari mengelus kepala Vania... Vania mengangguk dan tersenyum... Siang ini,,di rumah sakit Vania duduk di ranjang rumah sakit dengan perasaan jenuh,, terdengar pintu di ketuk dan terbuka,,Novan datang dengan buah-buahan segar "hai,,mau makan buah??" ujar Novan melangkah... auranya sungguh maskulin,, membuat Vania terkesima,,dengan senyum "mau,,boleh buka untuk ku" ujar Vania dengan senyum manja..."baiklah" Novan duduk dan mulai membuka buah "Novan,,aku mau melanjutkan terapiku,,aku ingin sembuh aku ingin melanjutkan hidupku tanpa bayangan masa lalu " ujar Vania memulai obrolan... "kamu yakin ingin menghadapi trauma itu sayang?? " tanya Novan meyakinkan kembali,, setelah peristiwa kemarin Novan lebih berhati-hati,,takut sekali keadaan Vania drop lagi..."aku yakin,,kamu boleh temani aku" ujar Vania "baiklah,,aku akan menemanimu dan akan mendukung mu" ujar Novan sambil menyuapi buah ke mulut Vania,,,"hemm buah yang manis" ujar Vania sambil tertawa kecil... membuat Novan ikut tertawa... Notif pesan membuat Novan mengalihkan perhatian ke ponselnya... "sebentar aku membalas pesan" ujar Novan sambil menyerahkan piring buah pada Vania... Wajahnya terlihat serius [mereka juga memiliki seorang ahli hacker boss,,kami hampir kewalahan menembus program mereka] isi pesan Bayu membuat Novan geram... [lakukan semua cara,,aku ingin info mereka dan aku ingin mereka tahu,, sekarang berhadapan dengan siapa] Novan membalas pesan... Pesan ini seketika membuat ekspresi Novan berubah,,Vania memperhatikan dan "apa yang terjadi?" tanya Vania melihat ekspresi Novan tegang..." tidak ada sayang,,ini urusan ku,,kamu hanya perlu sembuh,, bukankah kita akan menjalani terapi mu dan sembuh dari semua ini?" ujar Novan segera merubah keadaan seolah dia baik-baik saja... "Hem" angguk Vania sambil menikmati buah kembali... Di tempat yang jauh,,Bayu dan timnya masih berkutat hebat berusaha menerobos pertahanan program Monica dan kawan-kawannya... "siapa mereka bisa melacak kita,, sepertinya lawan kita bukan orang sembarangan,,dan apa hubungannya dengan Vania?" ujar seseorang di seberang sana saat program mereka mulai rapuh.... Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD