aku dan masa lalu

1024 Words
POV Vania Pagi ini seperti biasa,,aku sudah rapi dengan seragam ku,,aku menunggu Novan menjemput ku di depan rumah,,tak lama dia datang dan kami berangkat ke sekolah seperti biasa... Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu,,dari kemarin dia sedikit murung meski tak di tunjukan langsung... Apakah dia sedang ada masalah?,,nanti saja akan ku tanya secara langsung... Kemarin malam,,aku begitu terhanyut,, hampir saja aku menceritakan masa lalu kelam itu padanya,,aku takut dia tidak bisa menerima ku saat tahu yang terjadi padaku,,itu sangan memalukan... Cuaca pagi ini dingin sekali,,aku menyelusupkan tangan ku ke dalam saku jaketnya,,dan aku bisa merasakan nafasnya menjadi tidak beraturan,,'apa dia gerogi?' aku tersenyum dalam hati... Sampai di gerbang sekolah seperti biasa juga,,dia memarkirkan motornya dan kami berjalan bersama,,dari jauh nampak Windu berlari ke arah kami,, dia melihat ke arah Novan dengan tatapan aneh yang tak bisa ku artikan... lalu membisikkan sesuatu pada Novan,,"Vania,,kamu ke kelas duluan,,aku akan menyusul,,ada sesuatu yang harus ku lakukan" ujar Novan melepaskan tanganku dan pergi bersama Windu,, Windu masih menoleh padaku dengan tatapan aneh... Aku merasa ada yang tidak beres,, apakah ada kaitannya dengan kejadian di sekolah lama... Aku berjalan menuju kelas,,ku lihat hiruk pikuk kelas seperti biasa,,aku masuk dan duduk di kursiku,,'aneh,,ada apa sebenarnya,, kenapa tiba-tiba pergi' aku masih menggerutu dalam hati... Lama sudah mereka pergi dan belum kembali,,hingga lonceng masuk pun berbunyi mereka belum kembali,,' kemana Windu dan Novan?' tanyaku dalam hati... Pelajaran pun sudah di mulai,, mereka tak ada di kelas,,aku semakin bingung,,namun berusaha tetap fokus dengan materi yang di jelaskan guru di depan... Hingga mereka kembali dengan sedikit berlari,,masuk kelas dan duduk di kursi masing-masing Deng nafas ngos-ngosan... "dari mana?" tanyaku sambil berbisik pada Novan di samping ku,,"tidak ada,,ada sedikit urusan saja,,nanti kita bicara" ujarnya,,tapi ada nada aneh dari kata-katanya... Aku diam dan kembali fokus,,hingga lonceng istirahat berbunyi... Windu menghampiri kami dan menunjukkan sesuatu pada Novan... Novan mengangguk dengan ekspresi lega... aku sungguh bingung dengan sikap mereka... "kalian kenapa aneh sekali,, dari pagi tadi seperti menyembunyikan sesuatu?" ujarku membuat mereka melihat ke arah ku dengan ekspresi seperti ingin menjelaskan tapi tak tahu darimana... "Hem,,baiklah..kamu ingin tahu??,,nanti pulang sekolah ikut aku sebentar" ujar Novan... "baiklah,,tidak bisakah jelaskan di sini?" tanyaku lagi sedikit kepo..."tidak,,kamu harus mendengarkan secara detail dan mempertimbangkan sesuatu" ujar Windu semakin membuat ku penasaran... "Hem,,baiklah" ujarku pasrah meski aku sangat penasaran... Lonceng terakhir pun berbunyi,,Novan dan Windu sudah siap mengajakku ke suatu tempat,, Windu dengan motornya di belakang kami aku di bonceng Novan,,aku tak tahu kami akan kemana,,,tapi aku percaya pada mereka,, mereka tak akan menyakitiku... Hingga kami tiba di sebuah 'warnet?' tanyaku dalam hati,," kenapa ke warnet?" tanyaku pada Novan,,"ikut saja,, siapkan mentalmu Vania" kata-kata Novan sedikit membuat ku cemas,,masuk ke dalam ku lihat anak-anak di sana bukan bermain game seperti di warnet kebanyakan,, mereka lebih seperti membuka situs atau meretas situs.. "ini bukan warnet?" aku berbisik pada Novan... Novan diam dan masih mengajak ku masuk lebih dalam,,di sana ada sebuah ruangan seperti kantor dengan layar lebar,, seperti monitor pengawasan cctv,,aku tertegun "ini apa?" ujarku semakin merasa aneh... "ini duniaku" ujar Novan... Semakin membuat ku bingung,," inilah aku Vania,,dan ini duniaku yang kamu tak tahu,,aku menunjukkan padamu,,aku tidak ingin kamu menerima ku hanya dengan satu sisi saja,, sekarang ku ungkap sisi lain ku,,lalu apakah kamu punya rahasia yang harusnya kamu beri tahu padaku?" kata-kata Novan membuatku terdiam,,'dia,,sungguh punya dunia lain di balik sikap manis dan sopannya' aku berkata dalam hati penuh gundah,, haruskah aku jujur dengan keadaan ku... Aku terduduk,,aku diam dan seperti sedang di tampar kenyataan,,'aku tak perlu cerita,,dia pasti sudah tahu semuanya,,lalu untuk apa dia memberi tahu aku,,atau memang hanya menginginkan pengakuan ku saja' aku berujar dalam hati... "kamu,,apa mau mu??" ujarku dengan air mata tertahan,,sungguh sesak di dadaku dengan semua ini,,"apa yang ingin kamu ketahui,,atau kamu sudah tahu dan hanya ingin menekan ku saja!!!" ucapku lagi penuh emosi,,ku lihat wajahnya berubah bingung dan sendu,, ekspresi macam apa itu?.. "baiklah,,aku tak perlu menceritakan,,tapi kamu yang harus menceritakan apa yang sudah kamu tahu,,atau kamu cari tahu!!!" ujarku lagi dengan d**a sesak dan penuh emosi,,hingga tetes bening itu mengalir di kelopak mataku... Dia menyuruh semua orang keluar dari ruangan itu,,duduk di depan sebuah layar dan mulai mengotak-atik kursor menampilkan sebuah video di layar itu,,"ini saluran aman,,tak ada yang dapat mengakses atau melihatnya,,aku sudah menghapus setiap jejak digital yang bersangkutan dengan video ini,,tapi... bisakah kamu ceritakan detail tentang orang-orang di video ini?" ujar Novan Tampa melihat ke arah ku yang sedang menyaksikan sendiri semua perlakuan keji pembully itu padaku,,, kejadian yang susah payah ku hapus dari ingatan ku,,membuatku kembali ke masa sakit itu hingga aku menangis meraung-raung tak bisa ku kendalikan,, video berdurasi delapan menit itu menampilkan aku yang sedang di Jambak,,di tampar,,di ludahi,,bahkan hampir di telanjangi oleh manusia berhati binatang,, mereka anak-anak orang berkuasa yang tak mudah untuk di sentuh hukum... Dan yang paling sakit,,aku di bully karena hal yang akupun tak tahu apa sebabnya... Aku menangis meraung-raung,,hingga tak sadarkan diri,,Yang ku ingat Novan memeluk ku berusaha menenangkan dan ku dengar kata maaf saat dia tahu efek dari melihat video itu... setelah itu semua gelap... "aku tidak tahu efeknya separah ini,,aku sungguh jika tahu aku tak akan memperlihatkan ini padanya" ujar Novan sambil mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit,,'maafkan aku Vania,, sungguh maafkan aku ' Novan berujar dalam hati penuh penyesalan,,langkahnya terlalu tergesa-gesa tanpa berpikir akibatnya,,dia hanya ingin Vania menjelaskan saja agar dia tahu memulai balas dendam dan dari mana akan melindungi Vania... Tetapi semua ini malah membuat sesuatu di luar kendali... Tak lama kedua orang tua Vania datang,, ayahnya melihat ke arah Novan dengan tatapan tajam... Menarik Novan untuk bicara di luar agar ibu Vania tak merasa lebih tertekan... "aku tahu siapa kamu Novan,, tentu aku juga menyelidiki kamu saat aku tahu kamu dekat dengan Vania,,lalu apa yang kamu inginkan dengan melakukan semua ini?" ujar ayah Vania memulai pembicaraan,," om,,aku sudah menyelidiki semua,,aku hanya perlu keterangan Vania saja untuk bertindak,,om percaya lah,,aku hanya ingin melindunginya,,, anak-anak itu bukan anak orang biasa,,masa hukuman mereka sebentar lagi selesai,,dan Vania,,Vania masih terperosok dalam trauma,,itu membuatku sakit,,aku ingin melindunginya dan membalas perbuatan mereka " Novan berusaha memberi penjelasan,,"aku tahu,,aku sungguh percaya padamu,, kenapa kamu tidak bertanya padaku dulu,,kami melakukan hipnoterapi untuk Vania agar dia bisa menghapus kejadian bur
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD