jalan-jalan

1153 Words
Dua jam sudah aku terduduk di pinggir lapangan ini,, melihatnya berlatih menunggu dengan sabar hingga selesai... Novan dan teman-temannya sudah mulai keluar lapangan,,ku lihat keringat bercucuran di tubuh atletis nya,,aku terpaku tak berkedip,,semua ini meningkatkan kegagahannya seribu persen... hingga "sudah puas melihatnya??" tanyanya tersenyum menggoda ku yang sempat terpaku di tempat hingga tak sadar dia sudah di hadapanku... "eee,,,anu...Hem..." aku gugup dan salah tingkah menoleh ke kiri dan ke kanan tak jelas... "aku ganti baju dulu oke,,tunggu di sini" ujarnya sambil menangkup wajahku dengan kedua tangannya,,seolah mengerti kegugupanku,,dia tersenyum mungkin aku terlihat lucu...Dia berlalu melangkah ke arah ruang ganti dan aku masih mematung di tempat berusaha menetralisir detak jantung yang tak karuan... Aku terduduk kembali masih dengan jantung berdebar kencang... Sungguh ini membuatku salah tingkah dan bahagia... Dia keluar dari ruang ganti dengan keadaan lebih segar dan rapi,,kemeja hitam dengan kancing atas sedikit terbuka dan lengan di gulung tujuh per lapan.. di padu celana cinos yang sedikit cingkrang ala-ala Korea,,aku seperti melihat idol Drakor di depanku... Aku terkesiap saat dia sampai di hadapanku dan menggandeng tanganku,,aku berjalan di sampingnya sambil melihatnya dari sisi ku,,dia begitu sempurna.... Sampai di lapangan parkir motor dimana dia memarkirkan motornya tadi,,"ayo naik,,kita jalan-jalan sebentar" ujarnya lembut sambil melepas genggaman tanganku,,aku menurut dan mulai duduk di boncengan belakang nya,,dia menggamit lenganku ku dan di letakkan di pinggangnya,,"pegangan nanti jatuh" katanya dengan nada menggoda ku... Aku tersipu malu,,mungkin saat ini wajahku sudah memerah... Motor ninja Kawasakinya membelah jalanan kota,, hembusan angin menerpa wajahku,, membelai setiap helai rambut ku,,di bawah langit yang mulai hilang kejinggaannya dan berganti malam... Aku hanya ikut kemana dia membawaku,,di taman kota yang indah dia berhenti,,di pinggiran taman banyak pedagang kaki lima menjajahkan makanan atau pernak pernik... Dia memarkirkan motornya dan mengajakku berjalan masuk ke dalam taman mencari tempat duduk yang nyaman... "masih ada dua jam lagi,,kita duduk di sini dulu oke?" ujarnya sambil melihat arloji nya dan duduk di sebuah bangku taman di bawah lampu dan menghadap ke arah bunga-bunga... "kamu mau makan??" tawarnya sambil melihat ke arah para pedagang,,mencari sesuatu yang enak di makan.."tidak usah,,aku mau jajan saja,,ada cilor di sana dan es teh jumbo,,aku mau itu" jawabku sambil menunjuk ke arah pedagang itu yang dari tadi sudah ku lihat saat pertama kali sampai.."baiklah tunggu di sini jangan kemana-mana " dia beranjak pergi ke arah pedagang yang ku tunjuk tadi... Tak berselang lama,,dia kembali dengan dua cup esteh jumbo dan sebungkus cilor dengan saos pedas,,terlihat masih hangat dengan asap yang masih mengepul dari celah plastik... Dia duduk dan memberikan jajanan yang ku pesan tadi,,aku menerima dengan senyum manis..."terimakasih " ujarku,,dia duduk di sampingku mengikis jarak antara kami,,jujur aku gugup tapi sebisa mungkin aku berusaha tenang... aku mulai memakan cilor untuk mengalihkan kegugupanku ku..dan "auhh panas" tanpa sadar aku memasukkan cilor panas itu ke mulutku,,"pelan-pelan masih panas" ujarnya sambil tersenyum lucu melihat tingkahku..aku hanya menunduk malu.."sini aku tiupin dulu" ujarnya mengambil tangan ku yang memegang cilor dan meniupnya,,aku melihatnya melakukan itu membuat hatiku menghangat,,setiap perhatiannya membuatku semakin merasa jatuh dalam cintanya.. "sudah dingin ayo makan" ujarnya membuyarkan pikiran ku dan tatapan ku yang masih terpaku pada wajah tampannya..."hemmmmm" ujarku sambil memasukkan cilor ke mulutku... Dia menatapku intens seakan menelisik setiap sudut wajahku... membuatku bertambah gugup,,"apa yang kamu lihat?? ada yang aneh di wajahku?" tanyaku padanya sekedar untuk menutupi salah tingkahku.."Hem,,tidak ada,,kamu cantik" ujarnya sambil mengalihkan tatapannya... "mau?" ujarku sambil mengulurkan plastik cilor padanya.. dia mengambil satu lalu memakannya.. "disini indah" ujarku sambil melihat ke arah bunga-bunga yang di terangi lampu taman.."iya,,dan aku suka duduk disini saat hatiku gelisah",,,"sendirian atau ada yang menemani " tanya ku konyol padanya,, membuat dia menatapku"sendirian,, menunggu mu datang dalam hidupku " ujarnya dengan tatapan serius "aku??" ucapku bingung,,"bukankah kita baru kenal saat aku pindah ke sini?? bagaimana kamu tahu yang kamu tunggu itu aku" ujarku lagi padanya,,dia diam menatap ku di dalam sana aku melihat sebuah perasaan tulus dan rindu yang sangat dalam... 'Mungkinkah aku pernah mengenalnya,,tidak aku benar-benar baru mengenalnya saat pindah ke sini,, bagaimana dia bisa merindu orang yang tak pernah di kenalnya ' ujarku bingung dalam hati... "kamu,,,itu pasti selalu kamu Vania,,nanti akan aku ceritakan jika kita ada waktu jalan-jalan lagi,, sekarang ayo pulang sudah setengah sembilan malam,,nanti kita telat,,,aku tak mau di cap buruk oleh orang tua mu di hari pertama kita kencan" ujarnya sambil berdiri menggenggam tangan ku mengajak ku berjalan pulang... Aku menurut saja,,lagi dia melakukan hal yang sama setiap naik motornya,,dia meletakkan tanganku di pinggangnya... Motornya melaju membelah jalan kota mengantarku ke rumahku... Malam ini begitu indah,,,aku tak bisa tak tersenyum sendiri saat di kamarku,,semua begitu membuatku bahagia,,wajahnya sikapnya selalu terbayang di pelupuk mataku... semua tentang dia ku suka... pesan singkat sebelum aku menarik selimutku [selamat tidur sayang have nice dream] dengan emot kiss di ujung chat.. dengan balasan sederhana aku mengucapkan yang sama dan emot yang sama juga... Dan begitulah hari indah ini akan ku simpan dalam hati... Pagi Senin sungguh hari yang sibuk,,aku sudah siap dengan seragam sekolahku,, turun ke meja makan ku lihat papa mama dan kak Vano sudah memulai sarapan,,aku duduk dan mulai ikut sarapan... terdengar ketukan pintu di luar dan suara orang mengucapkan salam.. Papa melirik ke arah ku,,"sudah di jemput ojekmunitu dek" ujar kak Vano menggoda ku,,juga papa yang tersenyum mengejekku ..."issshh apaan sih" ujarku sambil bangkit dari dudukku,,aku berjalan ke pintu depan benar saja Novan sudah di depan pintu menungguku "waalaikumsalam" aku menjawab salamnya dengan tersenyum aku membuka pintu.."tunggu sebentar aku pakai sepatu,,kamu sudah sarapan?" ujarku padanya,,"sudah" jawabnya tersenyum manis sekali... "oke,,aku pamit ke papa mama dulu" ujarku... "ayo aku juga mau pamit" ujarnya sambil melepas sepatunya dan ikut masuk... "pa,ma,kak,aku berangkat ya.." ujarku sambil menyalami mereka di ikuti Novan dengan hal yang sama,,"hati-hati ya?" ujar mama... "dia anak yang sopan dan baik" ujar mama dari dalam yang masih bisa kami dengar dari pintu depan.. Aku melihat ke arahnya dia tersenyum membuatku ikut tersenyum... Kami berangkat bersama ke sekolah,,di gerbang sekolah ku lihat Selly dan teman-temannya di sana,,seolah menunggu kami... Dia berjalan menuju arah kami,, membuatku mengencangkan genggaman ku ke lengan Novan,,Novan melihatku sedikit cemas akan apa yang terjadi,,dia memberikan sentuhan lembut di punggung tangan ku seolah memberi kekuatan dan ketenangan.."tidak apa,,dia tidak akan berani macam-macam" ujarnya seolah faham apa yang aku khawatirkan.. "Novan!!! kamu penghianat!!!" ujarnya sambil menarik leher baju Novan,,dan Novan menahan lengannya,, mencengkram dengan kuat membuat Selly meringis.."aku sudah peringatkan kamu Selly,,jaga sikapmu jangan buat keributan dan jangan ganggu Vania,,dia kekasihku sekarang!!!" ujar Novan tegas dengan nada mengancam dan tatapan membunuh... aura Novan sungguh berbeda dari yang biasa aku lihat... begitu mencekam membuat Selly terdiam dan melepaskan kan tangannya dari kerah baju Novan,,Novan menghempaskan lengan Selly kasar dan menarik ku segera berjalan... aku berjalan di sisinya sesekali ku lihat ke belakang,,Selly menghentakkan kaki seperti anak kecil yang sedang kesal... aku beralih menatap Novan,,dia melihatku dan ekspresi menakutkan tadi berubah menjadi sendu seperti Novan yang selalu tenang kulihat... Dua sisi Novan yang ku lihat pagi ini,, membuatku tahu dia punya sesuatu yang dia sembunyikan... Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD