Pagi hari menyapa dengan hangat,, mentari bersinar cerah seolah sedang tersenyum bahagia,,pagi ini hari Minggu,,aku bangun dari peraduan... menggeliat malas meregangkan otot-otot ku,,ku lihat ponsel jam 07.00 WIB... "Hem,, selamat pagi dunia!!" tuturku,,kulihat ada dua notif pesan di ponselku,,aku mengambilnya dan mulai membuka pesan itu.. [pagi sayank,,pagi ini aku joging di taman,,mau ku jemput] pesan Novan jam 06.00 WIB lalu... 'hem,,aku telat bangun,,pesan ini sudah sejam yang lalu' gerutuku dalam hati... dan sebuah pesan lagi [aku di depan rumah,,aku membawakan bubur ayam] satu menit lalu... Aku beranjak turun dengan cepat mengarah ke depan rumah dan ku lihat ada papa di halaman dengan Novan yang sedang bicara di sana... Aku terdiam di tempat,,tak tahu apa yang harus kulakukan... Saat aku masih terpaku Novan melihatku dengan senyum,,papa menoleh ke arahku... aku hanya menunduk,,papa melambaikan tangan memanggilku dan aku mulai berjalan dari pintu depan rumah tempat ku berdiri ke arah mereka,,"ayo sini,,yang di obrolin malam tadi sudah Sampai sini" ujar ayahku ramah,,aku hanya tersenyum malu... Novan sangat tenang,,entah apa yang sudah mereka bicarakan tadi... papa terlihat tak keberatan dengan nya... "ayo masuk!" ujar papa sembari mengajak Novan,,aku menahan tangan Novan dan menatapnya bertanya.. "tidak apa,,aku sudah menjelaskan semua dengan papamu,,dan ya.. sedikit Omelan nasehat orang tua itu biasa" ujar Novan menjelaskan pertanyaan dalam diamku,, membuatku lega dan mulai berjalan di sampingnya mengajaknya masuk dalam rumahku... Dan masuk dalam kehidupanku,, begitu saja yang terjadi,, laki-laki asing itu menjadi bagian hidupku,, bagian dari cerita kisah remajaku...
Di dalam,,ibu menyiapkan bubur ayam yang di bawakan Novan,,Novan dan papa menunggu di ruang tengah sambil ngobrol,,entah apa tetapi ku dengar ada sedikit tawa dan juga keseriusan,,ada obrolan seputar olahraga dan bisnis..juga pertanyaan tentang sekolah ya,,hanya obrolan kosong saja...Aku yang sedang membantu mama merasa lucu sekali,,mama menggoda ku sesekali membuatku tersenyum malu,,begini rasanya jatuh cinta sungguh ini perasaan unik yang singgah di hatiku...
Selesai sarapan bersama papa dan mama kembali ke halaman untuk merawat tanaman,, sementara aku di beri sedikit waktu bersama dengan Novan di kursi teras,,kami mengobrol biasa saja,, sedikit memberi cerita tentang satu sama lain.. "aku tak menyangka,, orang tua mu sebaik ini" ujar Novan..."ya,, mereka memang orang tua terbaik"ujarku..."aku merasa beruntung,,kamu di besarkan di keluarga yang penuh cinta,,dan nanti bisa memberi cinta yang sama untuk anak-anak jika kamu berkeluarga" ujar Novan lagi membuat ku terpaku..'berkeluarga??,, sepertinya belum waktunya memikirkan itu' gumam ku dalam hati.."kamu terlalu jauh berpikir" sergahku sambil tersipu...
"kamu mau ikut aku sore nanti ke lapangan futsal,,aku ada latihan hari ini,, persiapan tanding,,jika iya aku akan menjemputmu nanti" tawaran yang menarik,,aku juga belum kemana-mana selama pindah ke kota ini..."aku mau,,tapi izin dulu dengan papa dan mama" ujarku antusias.."tentu,,nanti aku juga akan meminta izin mereka" ujar Novan... Dia begitu bertanggung jawab,, memberikan rasa aman padaku jika berada di dekatnya,,dia begitu menghargai aku dan duniaku,,setidaknya itu yang aku rasakan terhadapnya saat ini... Aku semakin terpesona dengan sikap dewasanya...
Novan berpamitan pulang dan mencium tangan kedua orang tua ku,,sikap sopannya membuat aku semakin menyukainya,,"aku pulang dulu,,nanti sore aku jemput oke" ujarnya sambil naik ke atas motornya... "ya,,dan jangan lupa kabari jika sudah Sampai" ujarku sambil melambaikan tangan saat dia berlalu pergi..."dia anak yang baik dan bertanggung jawab,, untuk saat ini itu yang papa rasakan" ujar papaku saat aku masuk ke rumah setelah mengantar Novan ke depan tadi... "tadi pagi dia di depan gerbang,,hanya melihat kedalam saat papa keluar,,lalu papa menghampiri dan bertanya padanya,,,dia dengan berani dan sopan memperkenalkan diri,,dan menyebutkan maksud kedatangannya,, Menurut papa itu hebat,, untuk anak seusianya berani menghadapi orang tua gadis yang dia suka" papa bercerita apa yang terjadi tadi pagi,,"papa suka dengan sikapnya" lagi papa berkata sambil mengacungkan jempol,, membuat aku tersipu,,ada bahagia dan bangga seolah aku tak salah pilih...
Siang hari di rumah aku hanya bersantai,, sesekali membalas pesan dari Novan,,isi pesan hanya hal-hal receh saja,, seperti pasangan remaja pada umumnya mungkin,, entahlah aku juga tak faham,,ini memang yang pertama kali bagiku... Di hatiku semua seperti menjadi indah...
[bersiaplah,,aku akan segera menjemputmu] pesan Novan yang baru saja masuk,,ku lirik jam memang sudah pukul 15.00.. aku bangkit dari rebahan nyamanku,,berjalan menuju kamar mandi membersihkan diriku dan memilih baju yang pas... Baru kali ini ku rasakan memilih baju begitu sulit,,banyak sekali baju yang keluar dari lemari hanya sekedar memilih baju untuk pergi menemaninya latihan,,'konyol sekali' ujarku dalam hati sambil menggelengkan kepala... Pada akhirnya aku memakai baggy pants denim dan kaos panjang berwarna putih,,dipadukan dengan rompi denim agar sedikit segar... Aku berputar di cermin,,ini sedikit lebih baik... Dan setelah selesai ku lihat hamburan baju yang tak mungkin ku bereskan karena Novan sudah di bawah menunggu ku,,dia datang lima menit lalu dan aku belum sempat menemui nya,,ku dengar dari kamarku dia sedang meminta izin pada mama di bawah,,dan teriakan mama memanggil namaku pun bergema... "adek!!!! ada Novan cepat turun!!!"
"iya ma!!" jawab ku sambil menuruni anak tangga... "lama banget dah,,kesian Novan nunggu lama,,kalian mau kemana?? pulang jam berapa??" cecar mama pada kami saat aku sudah di samping Novan... "kami hanya latihan futsal di GOR Tante,,mungkin pulang agak malam sekalian jalan-jalan" Novan menjelaskan dengan sopan "baiklah,, jangan lewat jam sembilan malam!!" ujar mama "baiklah" ujarku sambil menyalami tangan mama... "da ma!!" aku melambaikan tangan saat motor Novan mulai melaju pergi meninggalkan pekarangan rumah...
Di atas motor aku bingung meletakkan tanganku di mana,,, sampai Novan menariknya dan meletakkan di pinggangnya... " di sini saja,,tak perlu bingung dan takut" ujarnya... aku terdiam,, bingung dan senang... entahlah ini sungguh asing bagiku dan aku terasa sangat kaku...
Tak lama,, Sampai di GOR tempat latihan Novan,,ku lihat di sana sudah banyak teman-temannya menunggu..
"wah bro,, tumben ada boncengan??" ujar salah satu temannya... "aku turun dari motor,,Novan menggandeng tangan ku..."kenalin,,ini Vania pacarku" ujar Novan mengenalkan ku pada teman-temannya... "hai,, Vania " ujar ku sambil mengatup kedua tangan di dadaku sebagai tanda salam perkenalan... mereka menyebut nama satu persatu..."kamu imut banget Vania,,wajar saja Novan kesemsem,, ternyata seperti ini tipe Novan" ujar temannya yang bernama Roy,,"kami tak pernah melihat Novan dekat dengan cewek,,jujur saja aku takut dia menyimpang selama ini" guyonan teman-temannya membuatku tersenyum,,"sungguh tak ku sangka kamu membawa bidadari Novan!!" kelakar temannya sambil menoel kepala Novan sambil tertawa,,Setelah perkenalan singkat itu mereka mulai latihan,,aku duduk menonton di kursi pinggir lapangan... Melihat Novan berlatih sesekali dia melirik ku dan tersenyum..
Hari ini sungguh membuatku bahagia,,lupa rumitnya beberapa hari lalu yang aku lalui...
Bersambung