penjelasan

1029 Words
Sampai di sebuah cafe kecil di pinggir sungai,,,nuansa air sungai yang mengalir di bawah dan pemandangan gunung-gunung batu yang seperti di pahat indah menambah nuansa nyaman dan tentram cafe ini,,banyak muda-mudi yang nongkrong di sini ada yang sedang datang dengan pasangan,, hangout bareng teman atau sekedar duduk tenang mengerjakan tugas,,kami mencari tempat yang cukup nyaman di balkon outdoor,,, menikmati pemandangan dan semelir angin... Kak Vano duduk di samping ku membiarkan Novan duduk di hadapan kami,,"ayo jelaskan sembari menunggu pesanan!" ujar kak Vano membelah keheningan... aku melirik ke arah Novan,,ku lihat dia menatapku dan mengisyaratkan untuk tenang... "sebelumnya,,aku minta maaf atas semua kejadian beberapa hari ini yang tidak mengenakkan,,aku sudah berusaha mencari jalan terbaik,, nyatanya semua tetap sama di dekat ku ataupun tidak Vania tak pernah aman,, sehingga aku memutuskan untuk berusaha melindungi nya dengan caraku" ujar Novan memulai penjelasannya... " tentu kamu harus menjaga adikku dengan baik sesuai janjimu,,tapi kulihat dia lebih sering murung dan di rundung akhir-akhir ini,,dan itu penyebabnya adalah kamu!!!" sentak kak Vano tegas sedikit emosi,, karena beberapa hari ini memang moment buruk yang terjadi padaku,, membuat ku murung... "aku janji ini yang terakhir terjadi kak,,aku memang tak bisa menjamin lebih,,tapi aku akan berusaha yang terbaik" ujar Novan berusaha meyakinkan kak Vano.. membuat kak Vano melihatku dengan tatapan tanya... "aku dan Novan sedang dekat,,dekat sekali" jawabku sambil menunduk,,malu dan sedikit takut..."hemmm,,baiklah" ujar kak Vano menghela aku tak faham apa yang dia pikirkan.... "aku tidak mungkin mengatur perasaan kalian,,dan bukan hak ku untuk menggurui kalian,,aku hanya berbepesan,, jagalah keadaan tetap baik-baik saja,,dan sekolah tetap menjadi prioritas utama,,aku tak melarang dan juga tak mendukung,,aku hanya bisa memberi kalian kepercayaan,,tapi ingat sedikit saja ada yang tidak beres kalian akan tahu akibatnya " ujar kak Vano memberikan nasehat pada kami berdua... aku dan Novan saling melihat menanggapi dan mencerna yang di sampaikan oleh kak Vano..." aku berjanji kak,,aku akan menjaga kepercayaan itu dan berusaha memberikan yang terbaik " ujar Novan tersenyum sambil mencuri pandang padaku... "kalian harus menemui mama,,mama sangat cemas dengan keadaan mu beberapa hari ini Vania,, dan penjelasan bukan pada ku saja,,pada mama juga,,tapi tidak hari ini.. besok-besok saja kamu datang,,hari ini Vania pulang denganku!" tegas kak Vano yang di anggukki Novan antusias... Tak lama pesanan datang,,kami menikmati dengan santai sambil membicarakan hal-hal lain... Selesai sudah penjelasan kami kepada kak Vano hari ini,,kami pulang secara terpisah,,aku ikut kak Vano Novan pulang sendiri karena rumahnya memang berlawanan arah... Sesampainya di rumah,,mama sedang di dapur membereskan belanjaan,, sepertinya baru pulang dari pasar... "aku pulang" ujarku dari luar memeluk mama ku dari belakang membuatnya berjingkat kaget,,"tumben,,ceria sekali?" ujar mama sambil melihat ke arah ku penuh selidik,, aku hanya tersenyum simpul sambil berlalu ke kamarku tanpa penjelasan apapun... Di kamar aku bersenandung kecil sambil membereskan alat sekolahku dan berganti pakaian,,"tring" sebuah notif di ponselku,,aku segera melihatnya [hai,,sudah sampai rumah??] k*****a pesan dari Novan,, membuat ku tersenyum senang... [iya,,ini baru selesai ganti pakaian] balasku [ oke,,aku mau ke GOR,,main futsal..nanti sore aku kabari kalau sudah selesai] [oke]. Itu saja chat yang bisa membuat ku senyum sumringah seharian,,seolah dunia sedang berbunga dan merekah indah.. Kegiatan sore hari seperti biasa,,ku jalani dengan hati gembira sambil bersenandung kecil... "cieeee yang lagi kasmaran!!!" ejek kak Vano yang baru pulang kerja aku hanya tersipu malu... papaku yang juga baru sampai ikut kepo.. "apaan sih??" tanyanya penasaran.. "tidak ada!!" jawabku cepat sambil mendelik ke arah kak Vano... "Hem,,main rahasia sekarang ya??" goda papa ku padaku yang hanya lempar pandang dengan kak Vano... "adek punya pacar pa!!!" teriak kak Vano sambil berlari masuk membuatku terpaku dan bersemu merah...papa melihat ke arah ku,,ada tanya dan takut di tatapannya...aku menunduk,,"cinta remaja memang indah,,tapi ingat semua batasan dan syariat" ujar papaku sambil menoleh pipiku dan berlalu masuk... Aku terdiam dan semakin bersemu,, pipiku menghangat dan perasaan ini sungguh asing bagiku yang selama ini tak pernah mengenal apa itu cinta remaja... Aku masuk ke rumah sambil memegangi pipiku yang masih hangat... Respon orang tua dan kakakku sungguh positif,, mereka memberi ku ruang dalam menjalani masa remaja ku.... Dan aku akan menjaga kepercayaan ini.. Makan malam yang jarang sekali dengan kehadiran papa,,malam ini ada papa dan kami terlihat seperti keluarga utuh di TV-TV... Makan sambil bercanda dan mengobrol,, menceritakan kejadian-kejadian seru yang kami alami hari ini,,dan kak Vano tentu memberikan momentum ini untuk menjelaskan sedikit keadaan ku pada mama dan papaku,, mendengar penjelasannya mama dan papa memberikan nasehat dan respon baik.. Tentu saja kesempatan akan di berikan bersama kepercayaan yang harus di jaga... Kira-kira begitu inti nasehat mereka.."dan,,bawa dia ke sini,,papa ingin melihat laki-laki yang berani mendekati putri cantik ku ini" ujar papaku sambil mengelus puncak kepalaku,,aku hanya mengangguk... Malam ini,,di kamar ku aku sedang membaca buku,, sesekali ku lirik ponselku,,belum ada pesan darinya... Aku sedikit bergumam dalam hati 'apa aku chat duluan?' tanyaku dalam hati,, nyatanya aku tak tahu karena memang aku belum pernah dekat dengan laki-laki secara intens,,ini pertama kalinya dan aku tak tahu kenapa aku mau saja memberikan kesempatan pada Novan yang belum lama ku kenal... 'apa benar ada istilah jatuh cinta pada pandangan pertama?' aku masih sibuk dengan pikiran ku sendiri... "tring!" sebuah notif aku menyambar cepat ponselku,,benar saja itu dari Novan [malam sayank,,maaf aku baru sempat pegang handphone,,aku masih sibuk latihan untuk lomba futsal antar sekolah] apa-apaan ini,,'sayank' benar saja kata itu membuatku melambung senang dan tersenyum sendiri... [malam juga,,tak apa,,aku sedang belajar,,selamat berlatih,,semoga memberikan hasil terbaik] balasan yang terdengar simpel saja.. [oke,, belajar yang rajin,,pekan depan kamu harus melihatku bertanding,,dan membiarkan teriakan semangat oke?] balasnya lagi.. [baiklah,,aku akan minta izin Deng orang tua ku dulu] balasku sangat senang dalam hati,, begini rasanya mengalami jatuh cinta... [aku yang akan meminta izin dari mama papamu nanti] balasan yang membuat aku terbelalak senang,, lagi-lagi aku tersenyum sendiri.. [baiklah] jawabku singkat [aku harus jalan pulang oke,,aku sudah selesai latihan,, selamat malam jangan tidur terlalu larut] [siap] menatap ponselku dengan chat sederhana itu saja membuat ku melihat dunia dengan warna berbeda... Cinta sungguh lucu... Aku memeluk ponselku seolah aku memeluknya dan berlalu dalam mimpi indah menghabiskan malam,, berharap ini tak akan berakhir besok... Awal yang rumit dan memulai sesuatu yang belum pernah di alami oleh Vania,, akankah menemukan kebahagiaan nya?? ataukah rintangan di depan lebih rumit dan sulit??? kita ikuti saja kisahnya.. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD