Hari ini Vania merasa sedikit lega dengan kebersamaan mereka,, kehangatan keluarga dan kehadiran Novan menambah semangat di dalam diri Vania untuk menghadapi dunia dan sembuh dari luka...
Tiga hari berlalu,, Vania akan pergi ke dokter terapi hari ini... Di temani ibu dan ayahnya Vania melakukan konsultasi dan terapi,, saat di hipnoterapi Vania kembali ke masa kelam di mana dia mengalami berbagai macam pembullyan,, mimpi buruk itu membuat tubuhnya bergetar hebat hingga meringis,, dokter Lena seorang psikiater ternama di kota itu yang menangani Vania,, begitu terapi selesai,,Vania duduk di hadapan dokter masih dengan keringat dingin dan perasaan yang kacau,,begitu ketakutan dan terlihat sangat lelah... "bagaimana perasaan mu saat ini?" tanya dokter Lena,, "aku,,aku takut,,aku jijik dan aku kacau aku tak mau mengingat kejadian itu lagi" Isak Vania,,"tapi,, berlari meninggalkan masa itu bukan hal benar,,kamu harus menemukan sisi dirimu yang bisa mengatasi trauma itu Vania,,melupakan tanpa mengatasi bukanlah solusi" ujar dokter Lena lagi... Vania tertegun,,itu memang benar,, alasan kenapa dia tak bisa keluar dari ketakutan itu adalah bagian dirinya yang tak bisa mengatasi trauma itu... Vania mulai faham dengan keadaannya saat ini,,dia akan mencari suatu kekuatan untuk menghadapi trauma itu...
Sesi terapi hari ini selesai dengan hasil yang masih sama seperti dulu,,Vania terluka terlalu dalam hingga waktu-waktu yang dia lalui belum bisa menyelesaikan ketakutannya...
Sepulang sekolah,,Novan menyempatkan mampir ke rumah Vania,, apalagi hari ini dia tak bisa menemani Vania terapi... sesampainya di depan rumah Vania,, Novan turun dari motor dan memencet bel,,tak lama ibu Vania membukakan pintu,,"assalamualaikum " ujar Novan.. "waalaikumsalam,ayo masuk nak Novan" ujar ibu Vania... "terimakasih Tante" Novan sembari berjalan masuk... Vania yang duduk di ruang tengah menoleh pada Novan dengan tersenyum... "hai,,bagaimana hari ini?" sapa Novan sembari duduk di dekat Vania... "hari ini,,belum ada kemajuan apapun" ungkap Vania dengan nada menyesal.. "I'ts oke,,masih banyak waktu,,ayo berusaha lebih keras" ujar Novan memberikan semangat dan di anggukki Vania... "ayo ngobrol di halaman belakang" ajak Vania sambil berdiri menarik tangan Novan... Di halaman belakang rumah Vania terlihat sangat asri,,ada beberapa tanaman sayur hidroponik dan sebuah ayunan besi,,"ayo duduk di sana" ujar Vania menunjuk ayunan... Mereka duduk sambil mengobrol ringan... Hadirnya Novan membuat suasana hati Vania membaik,, Vania merasa sangat nyaman bercerita dan bercanda dengan Novan... guyonan Novan sukses membuat Vania sedikit tersenyum,,'senyum yang begitu indah ini,,tak bisa di biarkan hilang hanya karena orang-orang yang tak pantas' Novan bicara dalam hati sambil tertegun menatap senyuman Vania... "hemmmmm,,ada yang aneh kah?? kenapa suka sekali menatapku seperti itu??" ujar Vania saat melihat Novan memandanginya tanpa kedip..." kamu tersenyum saat cantik,,aku berharap waktu berhenti sebentar saat kamu tersenyum,,agar dunia tahu kamu begitu mempesona" ujar Novan masih menatap Vania,, membuat Vania tersipu,,rona wajahnya memerah,,kibasan angin membuat rambutnya melayang membelai pipinya,,Novan menikmati suasana ini dengan dalam...
"baiklah,,aku akan sering tersenyum" ujar Vania "jangan!" tukas Novan... "jangan tersenyum terlalu sering dengan orang lain,,aku takut mereka terpesona dan merebut mu" ujar Novan spontan membuat Vania terkekeh... "gombalan mu sudah tingkat dewa" ujar Vania sambil menggelengkan kepala lucu... "tak apa,,yang penting cuma gombalin kamu,,yang pantas di gombal" lagi-lagi Novan membuat Vania tersipu... "sudah sore,,ayo masuk" ujar Novan sambil mengajak Vania masuk... Tak lama Novan pulang... Tentu saja tak langsung pulang ke rumah Novan pergi ke markas melihat kemajuan tim Bayu,,selain pekerjaan juga kasus Vania yang diam-diam masih di usut oleh Novan dan teman-temannya...
"aku sudah menemukan celah untuk membuat mereka jera" ujar Bayu... "perhatikan ini" Bayu sambil menjelajahi isi komputernya di sisinya Novan menyimak... "bagus,,ini bisa kita jadikan senjata melawan mereka dan melindungi Vania" senyum Novan puas "tentu,,dan ini juga tidak akan berakibat fatal pada Vania,,boss aku rasa sesekali membawa Vania keluar dan jalan-jalan di alam terbuka akan membuka semangat baru dalam dirinya,,itu yang aku baca" ujar Bayu lagi,, membuat Novan berpikir dan manggut-manggut...'benar dia butuh suasana yang mendukung,,agar dia tahu dunia ini begitu luas dan besar,,begitu indah untuk dinikmati' Novan berujar dalam hati... 'boss sepertinya sungguh ingin melakukan apapun untuk Vania,, jarang terjadi ' Bayu berujar sambil menggeleng melihat Novan yang terpaku sambil tersenyum simpul... 'jatuh cinta memang ribet' Bayu kembali berujar dalam hati,,takut Novan dengar isi hatinya..."hemmmmm,,bagus juga ide mu,,kita juga sudah lama gak mendaki gunung,, bagaimana kalau kita pergi mendaki?? aku akan membawa Vania" kekeh Novan. Dalam bayangannya berdua di puncak gunung dengan Vania pasti bahagia sekali,, memikirkannya saja Novan tak berhenti tersenyum... "boss,, tolong kondisikan nanti setres" ejek Bayu melihat bossnya tersenyum sendiri.....
Di rumah Vania duduk dengan jenuh,,besok sudah mulai sekolah... membayangkan muka Selly saja di sudah muak duluan,,tapi dia harus menggali sisi dirinya yang berani menghadapinya,,mungkin di mulai dari menghadapi Selly akan memberi keberanian Vania menghadapi trauma itu.
Sebuah notif pesan di ponsel Vania
[ sayank,,aku mau mendaki gunung,,kamu ikut?]
[mau]
[baiklah,,Sabtu sore kita berangkat,aku akan menjemputmu]
[oke,, jangan lupa izin papa mama dulu]
[aman,,kita akan pergi rombongan]
[aku suka!] balas Vania dengan emot senyum lebar...
Balasan positif itu kembali membuat Novan tersenyum,,'dia masih hangat seperti dulu di sisi dirinya yang lain,,semoga ini awal yang baik' Novan berujar dalam hati.
Di sisi lain,, Monica " b******k,,siapa orang yang berada di belakang Vania!!,, kita tak bisa melacaknya,,semua video terhapus permanen,,kita tak bisa menyerangnya dari sini..." Monica mondar-mandir "Hem,,jika tidak dari sini kita akan ke sana,, aku ingin melihat ekspresi Vania saat bertemu dengan ku" seringai seram muncul di ekspresi Monica,, rencana licik sudah memenuhi kepalany. "Mon,, sebenarnya apa masalah mu dengan Vania hingga obsesi sekali mengganggu hidupnya?" tanya Yuda "aku tak suka dia yang lebih dari ku,,heh" jawab Monica dengan senyum sinis.... Yuda hanya mengangguk 'lalu kami hanya cari aman di bawahmu' Yuda berujar dalam hati.
Vania yang baru akan memulai langkahnya di kehidupan baru yang lebih baik,, akankah sia-sia lagi... Apakah rencana Monica berhasil membuat Vania mundur lagi?
Bersambung