ada apa lagi?

1060 Words
Hari ini Vania mulai sekolah setelah izin beberapa waktu kemarin... "pagi cantik,,ayo berangkat" kata-kata selamat pagi dan sedikit menggoda di tuturkan Novan,, ada rasa senang di hatinya karena bisa menjemput senang pujaan hati kembali dan pergi sekolah bersama lagi,, Vania yang tersenyum lalu naik ke motor Novan dan mereka mulai melaju menuju sekolah... Di gerbang sekolah Windu sudah menunggu mereka,, "hai Vania,,kamu sudah baikan?" sapa Windu... "ya,,,aku sudah baikan,, maafkan aku Windu membuat mu khawatir" ujar Vania. "gak papa,,aku Senang kamu sudah baikan" ujar Windu sambil memegang kedua tangan Vania,,Vania yang di perlakukan begitu baik oleh teman barunya begitu terharu... "terimakasih Windu,,aku senang kamu teman yang baik" Vani memeluk Windu... "oke baiklah ayo jalan ke kelas" ucap Novan membubarkan kedua gadis yang sedang berpelukan bagai Teletubbies itu... Mereka terkekeh bersama... Selly memandangi mereka "apa istimewanya dia?? sampai Novan begitu suka dengannya??" tanya Selly pada teman-temannya dengan wajah tak suka... "dia tak lebih cantik darimu Selly,, entahlah selera Novan aneh" ujar teman-teman Selly,,menjilat demi menyenangkan hati Selly,,mereka yang berteman dengan Selly adalah orang-orang yang hanya mengambil keuntungan darinya saja... "benar,,aku lebih segalanya bukan?" ungkap Selly dengan nada pede... "kita kerjain lagi saja dia?" ide seorang teman yang di anggukki Selly,, "baiklah,,nanti kita pikirkan,,ayo kekelas" ujar Selly sambil berjalan bersama genknya... Hari ini seperti biasa,,Vania fokus dengan pelajaran,,dan Novan pun begitu... "baiklah anak-anak,,kita akan ada OSN olimpiade sains Nasional,, anak-anak yang berprestasi akan kita seleksi untuk mengikuti OSN" ujar guru sebelum menutup jam pelajarannya "ibu akan memilih Vania Ocha dan Novan untuk ikut seleksi,,ini berdasarkan akumulasi nilai-nilai kalian oke" ujar Bu Jur... "baik buk!!!!" jawab para murid serentak... "nanti ibu akan infokan lagi bagaimana selanjutnya dan prosedurnya,, sekarang silahkan istirahat " ujar buk Jur sambari meninggalkan kelas .. para siswa sudah ada yang keluar,, sekedar duduk di taman atau pergi ke kantin... "mau ke kantin?" tanya Novan pada Vania"hemmm" Vania mengangguk... Mereka bejalan berdua ke kantin,,semua mata tertuju pada mereka,,"kenapa selalu seperti ini saat berjalan di samping mu?" ujar Vania sedikit berbisik dengan Novan,, Novan tersenyum sambil mengelus kepala Vania,,"itu karena aku tidak pernah berjalan bersama dengan gadis lain selain kamu,,kamu yang pertama dan satu-satunya " ucap Novan "ada Selly kok" ujar Vania menepis gombalan Novan... "tapi Selly yang selalu bergelendotan dengan ku,,bukan aku yang menggandengnya,,tentu beda dengan kamu.. selain itu kamu terlalu cantik hingga menarik perhatian mereka " ujar Novan lagi membuat Vania mencubit lengan Novan gemas... Di kantin Vania makan semangkok bakso dengan lahap,,di sampingnya ada Novan yang senantiasa menjaga,, alih-alih takut sekali insiden seperti belum lama ini terjadi... Benar saja,,tak lama Selly masuk ke kantin bersama genknya,,mata Vania tertuju ke arah mereka namun dengan cepat dia menunduk kembali menikmati baksonya,,meski di dalam hati ada sedikit kecemasan... tapi tidak seperti yang dia takutkan,,Selly hanya makan seperti biasa tanpa menggangunya,,membuat Vania dan Novan sedikit lega... Setelah jam istirahat Vania di panggil guru IPA sementara Novan di panggil guru matematika untuk membahas OSN di antara mereka juga da murid-murid lain yang terpilih untuk di seleksi dan murid dengan nilai terbaik akan mewakili sekolah... Vania selesai duluan daripada Novan dan kembali ke kelas duluan,,di kelas Vania duduk sambil membaca buku sembari menunggu Novan yang belum kembali... Di meja Novan tergeletak sebuah surat,,Vania ingin melihatnya tapi takut itu tidak menghargai privasi Novan... Tapi sungguh Vania penasaran,,tak lama Novan datang dan duduk di bangkunya di samping Vania,,Novan melihat secarik surat segera membuka dan membacanya,, ekspresi nya berubah membuat Vania semakin penasaran,,lalu Novan keluar dari tanpa bicara apapun surat yang masih di genggamannya di remas dan di buang di tong sampah... Vania hanya diam penuh tanda tanya tapi hanya melihat Novan pergi,,dia kembali duduk dan melanjutkan membaca buku,,meski hatinya ingin tahu apa yang terjadi tapi sisi logikanya tidak membenarkan untuk terlalu ikut campur urusan Novan yang tidak berkaitan dengannya... Tak berapa lama Windu juga ikut menyusul Novan membuat Vania semakin penasaran,,'ada apa sih sebenarnya?' tanya Vania dalam hati namun dia tidak ikut menyusul Novan dan Windu.... Jam sekolah sudah hampir berakhir,,Novan dan Windu tetap tidak kembali,,membuat Vania gelisah menunggu mereka... Vania masih duduk di dalam kelas sambil menunggu hingga Novan dan Windu kembali ke kelas dengan muka sedikit memar dan berantakan,,"kalian kenapa?" ujar Vania kaget dan khawatir,,dia menyentuh lebam di wajah Novan membuat Novan meringis,," aku tak apa,,nanti saja aku jelaskan sekarang kita pulang dulu,,nanti om dan Tante khawatir" ujar Novan sambil mengajak Vania berjalan ke parkiran motor... Meski dengan wajah lebam Novan tetap mengantar Vania pulang... "mampir dulu aku obatin lukanya" ujar Vania dengan tatapan khawatir dan sedikit memaksa,, "baiklah" Novan menurut dan turun dari motor... Sambil membersihkan luka dan mengolesi obat Vania "kami berhutang penjelasan kepadaku, sebenarnya aku tidak ingin tahu apa yang terjadi tadi,,tapi dengan keadaan seperti tentu aku jadi ingin tahu" ujar Vania sambil memandang wajah Novan... "hemmmmm,,aku tak melakukan hal yang salah Vania,,aku hanya berusaha menyelamatkan teman dari perundungan,,di belakang lorong sekolah.........." di belakang lorong sekolah,,seorang pemuda berkaca mata,,anak yang cukup pintar tapi berpenampilan culun dan tak menarik,,tak banyak orang yang kenal dia karena memang tak suka bergaul... namanya Razik,,dia teman satu kelas beda lokal... Selly menganggap Razik sasaran empuk untuk di bully,, apalagi Razik sekelas dengan Selly dan salah satu yang terpilih ikut OSN,,Selly merasa Razik akan menghalangi langkahnya yang juga ingin ikut OSN,,dia membawa Razik ke belakang sekolah dan mulai membully nya,,aku tahu dari surat yang entah siapa meletakkannya di mejaku,, sejujurnya Razik adalah orang ku juga... jika tak bisa aku lindungi aku takut Selly tahu siapa aku,,dan saat aku sampai di sana ternyata Selly tidak sendirian ada orang-orang seperti preman yang membantunya menganiaya Razik sehingga aku tak bisa menghindari perkelahian... aku sempat mengirim sinyal pada Windu,,hingga Windu menyusul ku dan membantu menyelesaikan masalah.... cerita Novan membuat Vania mengernyit kan dahi heran... "maksudmu,,Razik yang berkacamata itu?? lalu dia orang mu,,dan Windu...ehhhmmm maksudku seperti Windu,,bukan... Windu adalah juga orang mu... ?? ahhhhh aku sungguh bingung menelaah semuanya" Vania menghela cukup bingung..."aku,,ingin kamu tahu semuanya,,tapi perlahan saja nanti akan ku jelaskan satu-satu" Novan berusaha membuat Vania tenang... "baiklah,,aku sudah cukup faham keadaan dan aku cukup faham siapa Windu,,meski aku tak tahu perannya apa dan bagaimana kehidupan mu sebenarnya" ujar Vania lagi... "tapi,,aku akan menunggu kamu menampakkan wajah asli mu" Vania menatap mata Novan dengan dalam berharap ada penjelasan di sana... 'sebenarnya ada apa lagi di balik mata tenang ini?' ujar Vania dalam hati... Novan hanya menghela nafas sambil bersandar di sandaran kursi tak tahu harus mulai menjelaskan dari mana lagi... Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD