fans bar-bar

1158 Words
Setelah suasana tegang di antara mereka aku menyela.."oke,, karena sudah di jemput aku akan ikut kamu,,jika kakak setuju" ujarku sambil melihat mereka secara bergantian... "tak masalah,,asal kamu bisa amanah dan gak macam-macam,,kamu tahu harus berhadapan dengan siapa nanti!!" ujar kakak ku masih menatap penuh penegasan tapi juga ada rasa berharap..mungkin menurutnya aku perlu memiliki teman dan privasi sendiri tentu dengan kepercayaannya.. "baiklah kakak ipar,,aku berjanji tak akan lecet bahkan sehelai rambut pun" Novan menimbali penuh keyakinan dan rasa senang yang bercampur... aku menghela lega,,susah sekali di posisi antara dua laki-laki yang menginginkan terbaik untuk kita .. mereka punya niat yang sama hanya saja dalam versi yang berbeda... Akhirnya aku duduk di boncengan Novan sambil berlalu,,kak Vano masih melihatku sampai ujung gang..seolah memastikan aku di titip pada orang yang tepat... sepanjang perjalanan ini,,Novan mengajak ku bicara meski hal-hal receh,, yang tidak banyak ku timbali... sebenarnya aku memang malas banyak bicara,,dan ini baru pertama kalinya aku bersama seorang laki-laki asing menurut ku,,, karena aku hanya punya papa dan kak Vano sebagai laki-laki dalam hidupku... tak pernah terbayangkan aku di bonceng dengan laki-laki selain mereka... Sesampainya di parkiran sekolah,,aku turun "terimakasih" ucapku sambil ingin berlalu,,tapi Novan mencekal tangan ku... "jalan bareng" ujarnya membuat ku mematung menunggunya turun dari motornya... di sebrang tempat kami aku bisa melihat sekelompok gadis memperhatikan kami,,'fans Novan,, apakah itu Shelly?' ujar ku dalam hati,,"ehmmm, Novan apakah yang di bilang Windu benar?" tanyaku padanya sembari menengadah menatap matanya,,iya dia jauh lebih tinggi dariku membuatku harus menengadahkan kepala saat ingin melihat wajahnya "hah?? apa?? Windu bilang apa??" ujarnya menjawab dengan pertanyaan pula ."itu,,hemmm fans cewekmu yang sedikit bar-bar,,sungguh aku tidak ingin berurusan dengan mereka,,tolonglah jauhi aku" ucapku sambil melepas tangan nya dari tangan ku,,ada sedikit nada takut dan memelas di setiap ucapanku...dia menoleh ke arah gadis-gadis itu.."itu,,yang rambut panjang adalah Selly,,dia mungkin memiliki rasa,,tapi aku tidak pernah menganggap apapun tentang dia,,dan urusan bar-bar,,aku tidak pernah tahu,,mungkin itu hanya desas desus saja" ujarnya,,"tapi,, Windu bilang,,ada siswi yang sampai pindah karena di bully mereka" ujarku lagi..."iyakah?? aku tak tahu,,tapi ku pastikan itu tidak terjadi padamu,,selama kamu bersama ku,, jangan jauh-jauh dariku oke??" ujarnya lagi sambil kembali menggamit tanganku..Aku diam dan membiarkan saja,,dia menggenggam tangan ku dan berjalan.... Di sepanjang koridor sekolah aku merasa banyak mata melihat ke arah kami,,aku menghempas tanganku agar terlepas dari genggamannya..dia menoleh ke arahku dengan tatapan tanya,,"aku tidak nyaman,,banyak yang melihat,,nanti mereka menilai yang bukan-bukan " ujarku sambil menunduk... "yang bukan-bukan?? apa misalnya?" ujarnya seolah tak mengerti... "sudah lah,,tak usah di bahas" ujarku sambil berlalu meninggalkannya,,dia hanya diam dan tersenyum... kebetulan aku lihat Windu ada di depanku,,aku menyusulnya dan berjalan bersama dengannya menuju kelas..."hai,, Vania kamu dengan Novan?? " pertanyaan dengan hanya di artikan tatapan mata saja,,aku sudah mengerti maksudnya "tentu tidak,,aku tidak tahu dia terus mendekati ku,,aku mengingat semua ucapanmu kemarin dan ku bicarakan dengannya tadi" ujarku tapi masih mendapat tatapan seolah Windu meminta penjelasan..."sudahlah,,aku akan menjaga jarak sebelum semua menjadi repot" ujarku lagi menyakinkan Windu "oke" katanya sambil berjalan kembali... Di kelas seperti biasa,,aku larut dalam pelajaran,,bisa ku lihat sesekali Novan menatap ke arahku,,aku membiarkan saja seolah tak tahu dan tak mau tahu... Sebenarnya aku risih sekali dengan keadaan ini,,aku murid baru,, keinginan ku hanya belajar dengan nyaman kenapa malah menjadi ribet dengan kehadiran Novan.... aku sungguh lelah dan takut kejadian di sekolah lama terulang lagi... sebisa mungkin aku memendam rasa tak nyaman ini... Setiap aku melihat sepintas saja ada Novan,,aku akan menghindar,,hingga saat ini aku berada di rooftop sekolah... aku menyendiri di sini,, menghilang dari hiruk pikuk sekolah dan juga menghindari Novan,, sedikit lebih tenang dan nyaman... ku dengar langkah kaki menuju kesini,,dan itu terdengar beberapa orang.. ternyata mereka adalah 'fans Novan?' ujarku dalam hati,,aku juga belum yakin benar karena memang aku belum tahu pasti... "oooooooo,,anak baru dengan nyali baru juga" ujar salah satu dari mereka dan ku yakin itu Selly... aku hanya diam dan malas menimbali... " kamu,,tahu aku siapa??" ujarnya dengan nada tak enak sambil berjalan ke arah ku.... aku diam dan membenarkan posisi ku,,sungguh aku harus siap dengan segala kemungkinan,, sesuai info dari Windu mereka terkadang main fisik... dan gak ada yang bisa membuat Selly keluar dari sekolah meski dia sudah melakukan pelanggaran berat,,karena dia anak ketua yayasan.... Mereka semakin mendekat ke arahku... "kamu,,mau coba-coba??" ujarnya sambil bergerak ingin menjambak rambutku,,Denga sigap dan gesit aku menghindar dan menangkap tangannya... dia sedikit kaget dengan reaksiku..mungkin dia tidak menyangka aku bisa bela diri,,ya aku sabuk hitam taekwondo..tentu aku tidak perlu publikasi siapa aku karena tak penting,,tapi perlindungan diri tentu saja aku siap... dari kesemua mereka mencoba menyerang ku.. namun dengan gerakan pasti aku menghindar dan sedikit menyerang balik agar mereka berhenti bertindak... sebisa mungkin aku menjaga diriku dan tidak terlalu menyakiti mereka yang notabene aku tahu mereka tidak punya keahlian apa-apa soal bela diri... seperti kata pepatah 'tong kosong nyaring bunyinya ' hingga mereka lelah sendiri satu persatu,,,dan pintu rooftop kembali terbuka ku lihat Novan dan Windu di sana.. menatapku penuh khawatir dan heran melihat Selly dan teman-temannya terduduk lelah dengan sedikit lebam... "apa yang terjadi??" ujar Novan sambil berjalan ke arahku,,"itu...hemmmm" aku bingung menjelaskannya aku hanya menggaruk tengkuk ku yang tak gatal..."waw!!!! kamu hebat sekali Vania!!!" teriak Windu berhambur ke arah ku... "kamu akan menerima akibatnya!!!" ancam Selly sembari bangun di tolong teman-temannya meninggalkan kami bertiga... "akhirnya ada yang bisa melawan mereka!!!" ujar Windu excited... aku hanya menunduk,,ku lihat Novan terdiam dengan heran dan lega... "bisa jelaskan pelan-pelan??" ujar Novan sambil menatap ke arahku..."gak ada yang mau di jelaskan,, mereka membullyku,,dan aku berusaha bertahan,, sekarang aku hanya harus berurusan dengan guru-guru dan yah....." ujarku menyadari aku masuk ke dalam masalah yang rumit setelah ini... "oke,,aku akan membantumu,,tenang saja,,dan terimakasih sudah menjaga dirimu dengan baik" ujar Novan lagi sambil mengusik kepalaku.. 'apa-apaan ini' ujarku dalam hati,,tapi aku tidak ngelaknya.... kami bertiga berjalan menuruni anak tangga meninggalkan rooftop... aku masih hanyut dalam pikiran ku,, sementara Windu nyerocos panjang seolah melihat sesuatu yang sangat di harapkannya terjadi..aku dan Novan hanya hening,,tanpa aku sadari pergelangan tangan ku di genggaman Novan.... Dan benar saja,,aku sudah di panggil ke ruang BK .. tuduhan yang sudah ku duga tanpa menanyakan hal yang sebenarnya.... aku menyimak dan masih diam saja,,,ku biarkan mereka menceritakan versi mereka... tentu saja aku adalah pelaku dan terpojok oleh semua tuduhan mereka dengan memperlihatkan bukti memar di sebagian kecil wajah mereka... "baiklah,,kamu ada penjelasan?" ujar guru BK sambil melihat ke arahku... "aku,,aku hanya membela diri,,aku anak baru untuk apa aku memukuli mereka tanpa sebab buk,," jawab ku sekedar nya..." apapun itu,, memukuli teman adalah salah!" ujar guru BK lagi..."lalu,,membully teman yang Bahakan saya saja tidak kenal mereka,,apakah itu benar?" jawabku tegas,,guru BK itu tersenyum,,seolah melihat perlawanan yang selama ini di tunggu nya.."baiklah,,jika begitu kita akan berlakukan sangsi kerja bakti saja selama seminggu,,semua mendapat bagian yang sama termasuk kamu Selly " tambah guru BK.. membuat Selly terbelalak dan ingin protes.."atau kamu mau semua ini di usut,, perlukah ibu mengecek sisi tv?" tanya guru BK pada Selly dengan sedikit nada mengancam... membuat Selly dan geng nya terdiam... Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD