Hari-hari berlalu begitu saja,, satu hari ini tanpa Novan di sekolah cukup membuat Vania lesu kehilangan semangat,,'tidak masuk sekolah tanpa kabar benar-benar membuat hati berprasangka' ujar Vania bermonolog di hatinya... Windu mengamati dari jauh,, menghela nafas lelah,, penjagaan terhadap Vania yang di bebankan kepada benar-benar menguras mental nya,, selain Vania yang selalu mencecarnya dengan pertanyaan juga Vania yang sering kali hilang dari pengawasannya,, belum lagi pergulatan di dalam hatinya yang sebenarnya sudah lama memendam rasa pada Novan walaupun ia tahu semua sungguh tak mungkin dia hanya bisa mengagumi dalam diam.. Lama sudah dia patah hati di tambah lagi sekarang ia tahu Novan begitu mencintai Vania membuat luka hatinya bertambah parah dan berdarah...
"Vania,, ayo pulang" suara itu sontak membuat Vania bingung menatap pada sumber suara... "Novan" gumam Vania tak percaya pada apa yang di lihatnya,, Novan sudah berada di depannya,,tampilannya sedikit beda,,lebih rapi seperti orang habis dari acara formal... "bengong,,ayo naik ku antar pulang" ulang Novan yang melihat Vania masih membeku... "iya" ujar Vania dan naik,,tak berani bertanya meski penasaran dalam hatinya memuncak...
'darimana dia begitu rapi?' tanya hati Vania ,,"ada yang mau di tanya?" ujar Novan seolah menerka apa yang ada di hati Vania "Hem,,,itu...." gugup sekali dan tak tahu mulai dari mana... "itu apa?" Novan menekan Vania untuk bicara... "kamu rapi sekali,,dari mana,, apalagi hari ini kamu gak masuk sekolah dan mendadak saja sekarang menjemput ku" ujar Vania dengan nada yang halus namun penuh dengan rasa penasaran... "aku ada sedikit urusan yang tidak bisa di tinggal,,dan mengharuskan ku berpakaian seperti ini,,ini urusan keluarga saja" ucap Novan lagi dan memang ibu Novan juga tidak masuk hari ini dengan alasan izin urusan keluarga... Vania hanya mengangguk percaya... "kita ke taman dulu oke,, sudah lama kita gak jalan-jalan " "baiklah,,aku mau,,aku juga bosan tadi di sekolah pelajaran tidak begitu menarik " "oh ya,, apakah karena gak ada aku di sekolah jadi belajar gak Manarik?" "heheh" Vania tertawa mengejek membuat Novan geli sendiri...
Di taman kota,,pohon rindang dan pemandangan danau menambah suasana romantis siang ini,,duduk dua anak muda yang sedang kasmaran... "Vania,,kamu lapar?? mau makan?"
"belum,,aku mau makan itu" tunjuk Vania pada seorang pedagang lolipop... lolipop dengan berbagai macam bentuk dan warna terlihat enak dan menggiurkan,,Novan melihat ke arah tunjuk Vania dan tersenyum seraya menggelengkan kepala... "kamu sudah sebesar ini masih mau makan itu?"
"Hem,,,tidak boleh?"
"baiklah,, aku kesana dulu"
"aku ikut,,aku mau milih sendiri" ujar Vania sambil ikut berlari kecil mengejar Novan... "mau yang mana?"
"yang ini saja rasa stroberi dengan bentuk love,,aku mau yang besar" ujar Vania kegirangan seperti anak kecil... 'dia bisa seimut ini dan semanja ini' Novan menatap Vania tersenyum sendiri... "kenapa?? ada yang lucu sampai senyum-senyum sendiri?"
"tidak,,aku masih tak menyangka ada sisi ini di balik wajah yang selalu terlihat serius ini"
'aku sudah lupa kapan aku bersikap manja seperti ini,,dunia benar-benar mengubahku sampai aku lupa aku juga berhak bahagia' Vania tertunduk dan memikirkan dirinya yang sudah terasa lama sekali tak merasa perasaan bahagia yang sederhana ini...
"aku ingin kamu memiliki banyak waktu untuk terus tersenyum bahagia seperti ini Vania" Novan mengusap kepala Vania lembut membuat Vania semakin terharu hingga matanya berkaca-kaca...
"baiklah,,aku ingin kamu membuat aku selalu bahagia" ujar Vania sambil menatap Novan dalam...
"ya,,itu sudah pasti tanpa harus kamu minta"
Novan dan Vania berpegang tangan sambil menyusuri taman mencari tempat duduk yang nyaman,,Vania sambil menikmati lolipop di tangannya seperti anak kecil... Novan tersenyum melihat Vania yang begitu menikmati lolipop nya... 'satu lolipop saja membuatnya begitu bahagia ' ujar Novan dalam hati...
Duduk di sebuah bangku taman dekat dengan danau dan di bawah pohon rindang,,udara sejuk membelai wajah manis Vania menyibak rambut panjangnya menyapu ke sebagian wajah,,melihat pemandangan indah ini Novan tak berkedip melihat dengan penuh kekaguman.
Lukisan indah sang pencipta terpahat jelas di wajah ayu Vania
Sikap apa adanya seorang Vania membuat Novan merasa Vania begitu berharga,,sadar di lihat secara intens Vania menatap balik Novan... "kamu mau lolipop??"
"hah?? ti..tidak aku tak suka makanan manis"
"hemmmmm" Vania kembali menikmati lolipopnya dan menatap ke depan tak menghiraukan Novan yang masih asik menelisik wajahnya...
Di sisi Vania Novan kembali menjadi seorang remaja pada umumnya,,jatuh cinta dan berbunga... Sisi gelap dalam dirinya menguap entah kemana,, sungguh Novan memang membutuhkan Vania agar dia tahu jati diri dan arah pulangnya...
"Sudah sore ayo pulang"
"ya,,ayo pulang"
Novan menstater motornya seiring Vania naik di boncengan belakang,,membelah jalanan kota di bawah lembayung senja...
Pikirkan Novan teralihkan saat berpapasan dengan sebuah mobil yang tampak begitu familiar... 'apakah itu??' Novan mencoba menerka dan kembali diam fokus mengantarkan Vania pulang...
"sudah sampai,,aku langsung pulang,,nanti malam aku telpon "
"oke,,Bey!!"
"Bey"
sepeninggalan Novan Vania masuk ke rumah dan membersihkan diri,,Mecari ayah dan ibunya ternyata tak di rumah hanya ada sang kakak saja di ruang tengah,,melihat itu Vania kembali ke kamar... "kenapa dia bereaksi begitu saat melihat mobil itu?" 'ada di yang janggal' sungguh hasrat ingin tahu Vania terhadap Novan tak bisa di bendung...
"mungkin aku harus mengumpulkan sedikit informasi,,entah muali dari mana??" kebingungan Vania menghancurkannya dalam dunia mimpi...
Sementara itu...
Gelap sang malam menyamar keberadaannya.. Darkness kembali membelah jalan dan tempat hiburan yang masuk daftar kecurigaannya terhadap organisasinya sendiri...
"penghianatan adalah virus,,jika tidak di basmi sampai ke akar akan kembali hidup dalam sebuah tubuh"
"benar boss,,sungguh mereka bermain sangat rapi kali ini,,sulit untuk di lacak"
di lain sisi mereka mulai menseleksi anggota yang pantas di kirim ke sisi darkness....
Bersambung