Chapter 119

1104 Words

Mendengar kata-kata Datuk Isfahan ini, suasana hati Nyonya besar yang tenggelam perlahan-lahan muncul ke permukaan. Nurzahira yang sedari tadi diam menonton dari pinggir lapangan pelan-pelan tersenyum sambil meneguk minumannya. Permainan yang sebenarnya sedang dimulai, bisakah Ratih melawannya kali ini? Datuk Ehsan yang sedang berbinar-binar membicarakan tentang urusan kampus segera mengerti. Dia dengan senang hati mengangguk. “Nak, Aku guru besar sejarah. Jika kamu tertarik, kita bisa bicara lain kali.” Dia memang memiliki ciri-ciri orang terpelajar, dia dengan murah hati mundur. Ratih tersenyum menanggapi tawarannya. Dia segera mengangguk antusias. Bicara tentang belajar, dia memang punya bakat sejak masih kecil. Hanya saja keluarganya miskin. Bisa menyelesaikan sekolah menengah atas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD