Bagian 36

2408 Words

Suasana di dalam ruang rawat inap VIP tipe B itu terlihat sunyi senyap. Dua orang yang ada di dalam sana belum juga membuka suara sejak sepuluh menit yang lalu, tepatnya sejak mereka ditinggal berdua di ruangan berukuran 4x4 m2 itu untuk berbicara empat mata. Keduanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing, tak menyadari jika waktu terus berpacu. Adnan memandang Nesya yang saat ini membuang muka ke arah lain, seolah enggan melihatnya. Itu sudah jelas. Mana mungkin perempuan itu mau melihat orang yang telah membuatnya menderita selama hampir seperempat abad, membuangnya begitu saja seperti seonggok sampah. “Nes,” panggil Adnan lirih. Lidahnya terasa kelu. Suara yang akan keluar tertahan di kerongkongan, kemudian tertelan kembali bersama air liur. Pria paruh baya itu terdiam sejenak, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD