Bagian 37

1751 Words

Susah payah, Nesya duduk di kursi ruang penjenguk. Rasa nyeri pada paha kirinya seolah-olah menyengat ke seluruh tubuh. Meski sudah keluar dari rumah sakit seminggu lalu dan melakukan fisioterapi, tetapi rasa nyeri dan kebas sering kali menghampiri.  Dengan bantuan Vino—yang memang mengantarnya ke rutan, Nesya meletakkan kruk tak jauh dari tempatnya duduk. Perempuan itu mendongak bersamaan dengan sudut bibirnya yang tertarik ke samping, membentuk segaris senyum tipis. Ucapan terima kasih terlontar dari bibir yang terpoles lipcream peach itu. Selepas itu, Nesya mengalihkan fokus ke arah depan, tetapi bola matanya bergerak ke sana kemari. Jari jemarinya saling bertaut. Dia menggigit bibir bawah, berusaha meredam kegugupan yang menyelimuti perasaannya. Entah kenapa, dia merasa gelisah. Mung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD