Bagian 25

2548 Words

Nila berdiri di ambang pintu yang menghubungkan dapur dengan halaman belakang, memperhatikan putranya yang sejak sore duduk termenung di kursi halaman belakang. Sesekali, putranya itu mendongak, menatap langit yang mulai gelap seraya mengembuskan napas berat. Penasaran, akhirnya wanita paruh baya itu menghampiri Vino, kemudian menepuk pelan bahu putranya, membuat lelaki itu kembali ke dunia nyata. "Ada apa, Vin? Ibu perhatikan sejak tadi kamu melamun terus? Ada masalah di kantor?" tanya Nila bertubi-tubi sambil duduk di kursi yang berada di samping kursi Vino. Dua kursi itu letaknya sejajar dengan meja bulat berada di tengah-tengah. Vino menyunggingkan senyum simpul, sedikit dipaksakan. Lantas, dia menggelng. "Enggak ada, kok, Bu." "Beneran?" Nada bicara Nila terdengar ragu, sangsi den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD