Bagian 23

1468 Words

"Ara?" "Ya! Qinara Althafunnisa Azzahra!" "Nama yang bagus." Vino tersenyum simpul, lalu mengusap puncak kepala Ara dengan lembut. "Kalau begitu, Ara pulang dulu, ya, Om. Nenek pasti udah nungguin tepungnya. Terima kasih cokelatnya, Om." Ara berjalan riang sembari bersenandung kecil, meninggalkan Vino yang masih bergeming. Asyik menatap punggung kecil yang semakin menjauh itu. Dia ingin tahu, di mana Ara tinggal. Namun, lelaki itu harus menahan rasa ingin tahunya ketika ponsel pintarnya berdering, menandakan ada panggilan masuk. "Halo." "...." "Iya, Bu. Vino sebentar lagi akan pulang." "...." "Iya, Bu. Kalau begitu, Vino tutup teleponnya, ya." Lelaki jangkung itu memutus sambungan telepon. Memasukkan ponsel pintarnya ke dalam saku kemeja. Berbalik. Mata hitamnya mengedar, mencari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD