Bagian 22

1475 Words

Vino melepaskan jasnya, lalu menyampirkannya di pundak Nesya yang terbuka. Setelah peristiwa Baku hantam itu, Vino langsung membawa Nesya ke mobilnya yang terparkir di halaman kelab. Nesya berniat melepaskan jas tersebut. Namun, lelaki itu bergegas menahan pergerakan tangannya. "Udaranya agak dingin. Kamu pakai aja." "Gue enggak butuh!" Nesya menepis tangan Vino yang menggenggam tangannya. Dia melepaskan jas hitam yang tersampir di bahu, kemudian melemparkannya di atas pangkuan Vino. Lelaki itu pun tak menyerah begitu saja. Dia kembali menyampirkan jasnya ke bahu Nesya. Namun, tak disangka-sangka, tatapan mereka bertemu di satu titik. Vino menatap wanita itu lekat-lekat. Vino baru sadar, penampilan Nesya jauh berbeda dari zaman SMA dulu. Dia jauh lebih feminim menggunakan gaun dengan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD