Bagian 34

2201 Words

Vino menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah tergesa. Larut malam tadi, dia mendapat telepon dari Ambar bahwa Nesya akan dioperasi pagi ini. Namun, karena menemani Aliyah ke kantor polisi, dia baru kembali ke rumah sakit ketika pagi menjelang. Setelah mengambil mobil yang ia tinggalkan di depan TK putrinya, lelaki itu langsung bergegas ke rumah sakit. “Papaaa!” sapa Ara yang langsung turun dari kursi tunggu di depan ruang operasi, kemudian berlari menuju Vino dan memeluk kaki panjang ayahnya itu. Vino berjongkok untuk mensejajarkan tinggi mereka. Ditatapnya Ara lekat-lekat sambil mengusap pipi gembil gadis kecil itu. Wajah cantik putrinya tampak murung dan lesu. Tatapannya pun begitu sayu. “Mama pasti akan baik-baik saja, Sayang. Kita doakan yang terbaik untuk mama, ya?” Ara mengha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD