Bagian 19

1335 Words

Seorang pemuda berparas rupawan tengah duduk termangu, pikirannya melayang entah ke mana. Netranya menatap kosong ke arah taman kecil yang dibuat oleh sang ibu untuk mengisi waktu senggang. Sesekali, pemuda itu memicingkan mata. Merasakan udara malam yang berembus lembut. Suasana di teras belakang rumah itu tampaknya cukup baik untuk menenangkan pikiran dan perasaannya yang carut-marut. "Vino?" suara yang sudah familiar di telinganya itu membuat Vino membuka kelopak mata seketika. Memalingkan muka ke samping dan mendapati sang ibu berdiri di ambang pintu yng menghubungkan dapur dengan teras belakang. "Ibu?" Vino mengulum senyum simpul membuat kadar ketampanannya semakin bertambah. "Kamu ngapain di sini malam-malam, Nak? Kamu enggak tidur? Bukankah besok kamu mulai kerja di perusahaan c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD