"Itu mereka datang, Pak." Samar-samar, Vino mendengar suara Riko yang mengatakan bahwa seseorang yang mereka tunggu akhirnya tiba. Karena penasaran, pemuda itu pun berpaling ke arah pintu. Dia menatap satu per satu ketiga wanita yang masuk ke dalam ruangan tempatnya berada itu. Namun, ada satu wanita yang menarik perhatiannya. Sejenak, manik hitamnya tak sengaja bertemu dengan pemilik iris cokelat pekat itu. Sontak, kedua matanya membeliak, tak percaya dengan pemandangan yang tersaji di depannya saat ini. "Nesya?" suara Vino bergetar, meski sekdar memanggil namanya. "Nesya? Kenapa, Kak?" Nesya menatap ponsel yang masih berada di dalam genggaman pria di hadapannya. Samar-samar, ia mendengar suara yang tak asing lagi menyebutkan namanya. Nesya kembali mengalihkan pandangan dan seketika

