Bagian 15

913 Words

Nesya menyingkap kemeja bermotif kotak-kotak yang dikenakannya, menatap perutnya melalui pantulan cermin. Dia mengembuskan napas panjang ketika melihat perutnya semakin membesar. Maklum karena kandungannya hampir memasuki usia sembilan bulan dan selama itu pula ia selalu menggunakan korset atau baju longgar untuk menutupi kehamilannya. Sesak? Sudah pasti dirasakannya, tetapi mau bagaimana lagi. Itu satu-satunya cara agar orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui kehamilannya, termasuk sang ayah. Pun, ia tak berpikir jauh tentang keselamatan janinnya. Yang ada di pikiran Nesya hanyalah menyembunyikan kehamilannya sebaik mungkin. "Apa perut gue udah sebesar ini?" gumamnya sembari mengusap perut besarnya. Kedua sudutnya tertarik, membentuk seulas senyum simpul. "Maaf ya, aku enggak bisa ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD