Dua minggu setelah hari di mana Vino dan Nesya berbincang empat mata, mereka kini pergi ke taman bermain. Tentu saja bersama dengan Ara. Sesuai janji, setelah Ara keluar dari rumah sakit, mereka akan mengajak Ara pergi ke taman bermain, salah satu keinginan gadis kecil itu sedari dulu. Khusus untuk putrinya, Vino sengaja menyisihkan waktu di akhir pekan yang seharusnya dia gunakan untuk beristirahat setelah enam hari penuh berkutat dengan pekerjaan. Begitu pun dengan Nesya. Perempuan itu sudah berhenti dari pekerjaannya karena menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh Vino dua minggu lalu. Nesya mengernyitkan dahi. Senyum yang tersungging di bibirnya perlahan memumdar. Kebahagiaan yang dia rasakan beberapa detik lalu menguap seketika. Dia takut jika syarat Vino akan memberatkan dirinya

