Bab 11 Julukan Baru

1600 Words
Bab 11 Julukan Baru Game Death Timer atau game menghitung waktu kematian adalah sebuah game real of life yang menghadirkan misi atau Quest untuk setiap pemainnya. Para pemain Death Timer harus menyelesaikan misi untuk dapat memperpanjang waktu dalam Game! Pemain yang tidak bisa memperpanjang waktu dalam game lantaran tidak bisa menyelesaikan misi akan mendapatkan pinalti yaitu kematian karakter, kematian karakter disini bisa menyebabkan kematian sungguhan di dunia nyata. Di world info para pemain sudah sering mendengar, informasi mengenai hukuman yang diterima bagi para pemain yang tidak bisa menyelesaikan misi. Bertaruh nyawa memang!! Tapi ini lah risikonya! Risiko yang besar imbalannya pun besar pula! Setiap menit dalam Game akan di hargai satu dollar, bila sehari ada dua puluh empat jam maka 60 usd x 24 sama dengan 1.440 usd. Dalam sehari seorang pemain Death Timer bisa mengumpulkan uang 1.440 dollars jika bisa menyelesaikan misi. Namun pada kenyataan sangat sedikit sekali yang bisa melakukannya! Tujuh dari sepuluh orang tidak bisa menyelesaikan misi dan mati dalam game. Belum lagi pembunuh yang sering dilakukan para pemain top untuk menyelesaikan misi PK ( Player kill ) tentu semakin menambah sedikit para pemain yang bertahan dalam permainan . Namun di tengah banyaknya pemain yang tersingkir dalam Game, ada satu pemain cerdas yang mampu mengatasi kematian karakter! Dialah Fahmi Wijaya!! Pemain baru dalam Game, mendapatkan jukukan sebagi Pemain Terlemah. Empat jam kemudian Fahmi sadarkan diri, kepalanya masih terasa berat, jika sahaja pukulan pemain level rendah sahaja berefek seperti ini, lantas bagaimana pukulan pemain Top. Hanya bisa bergidik ngeri, Fahmi yakin bila pemain top memukulnya dengan kekuatan penuh, sudah pasti kepala Fahmi akan hancur. Membuka pemberitahuan dalam Game, penambahan waktu telah aktif. Fahmi menyeringai, dengan seyuman lebar menghiasi bibirnya ia terlihat sangat bahagia! Bagaimana tidak bahagia! Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain, dan semua itu dikira mustahil dapat Fahmi lakukan dengan sempurna! Bagaimana mungkin ia tidak bangga pada dirinya sendiri! Fahmi menatap jam di ponselnya, waktu telah menunjukkan pukul delapan malam, pembaruan misi belum aktif jadi ia harus menyelesaikan misi sebelumnya. ' Misi Harian' A. Membeli es krim sejuah lima puluh kilometer dari tempat tinggal. B. Pergi ke puncak Bogor dan makan es disana. C. Bertemu dengan teman lama dan menyapanya. 'Misi Utama ' A. Bertahan dari hinaan orang lain sebagai pemain terlemah dalam waktu dua belas bulan! Mata Fahmi mengerjap beberapa kali, tidak lupa is menggucek matanya saat melihat menu misi dan membacanya. " Benar-benar ini sistem! Meskipun saat ini aku belum mendapatkan hinaan seperti sebelumnya namun dengan misi ini semuanya menjadi lebih jelas, semua pemain pasti mendapatkan misi utama untuk menghinaku! " Menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan, hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini, merubah misi jelas tidak mungkin, sebisa mungkin ia harus mempersiapkan mentalnya untuk mendapatkan berbagai hinaan seperti waktu itu. Segera setelah Fahmi pulih dari pikiran syoknya, ia bangkit dari tempat tidur untuk menyelesaikan misi harian. Ada tiga opsi, jelas Fahmi memilih abjad A yang paling mudah. Membeli es krim sejauh lima puluh kilometer pasti mudah di lakukan, dengan ojek yang akan mengantarnya Fahmi yakin misi ini paling mudah. Mengabaikan opsi C untuk menyapa teman lamanya. Kehidupan gamer jelas semua orang tahu, kebanyakan dari mereka itu nolep, orang kurang pergaulan, sedikit sekali teman sejati yang mereka miliki. Tidak terkecuali Fahmi, sahabat seperti Reyhan jelas bisa di hitung dengan jari! Keluar malam hari Fahmi menyiapkan beberapa senjata kecil yang ia simpan di beberapa dalam pakaiannya, ada pisau kecil dan itu sangat kecil, belati selukuran telapak tangan serta beberapa alat-alat yang mungkin sahaja berguna pada perkelahian. Mengingat kejadian sebelumnya dimana ia mengkap kucing dan harus terjebak dalam beberapa perkelahian, membuat Fahmi sadar skan kemungkinan terburuk bisa sahaja terjadi saat menyelesaikan misi dalam Game. Setelah semuanya telah siap, Fahmi pergi keluar untuk memesan ojek online. Kurang lebih lima belas menit kemudian ojek tiba, Fahmi memboceng motor metik itu dan berjalan sejauh lima puluh kilometer sesuai misi yang ia terima. Sembari duduk di jok belakang mas ojek, Fahmi menatap layar ponselnya. Jarak tempuh berjalan beberapa kilometer dan pada ponsel Fahmi menampilkannya. ' Jarak tercapai 14 kilometer' Fahmi berdesah saat merasakan 50 kilometer itu terasa sangat jauh! Sementara mas ojek selalu bertanya 'mau kemana' terus. " Udah jalan aja, aku suruh belok ya belok, aku minta lurus ya lurus," kata Fahmi yang tidak melepaskan pandangannya dari ponsel. " Okeh. " Kurang lebih setengah jam kemudian, Fahmi telah sampai di tempat mana ia tidak tahu, yang jelas tempat tersebut nampak ramai dengan banyak pedagang yang berjejal di pinggir jalan. Itu sangat ramai, belum lagi ada kuncir angin mini, roda gila dan berbagi wahana bermain lainnya. " Itu kok kayak Pasar Malam ya Bang, Pasar Malam bukan yah? " tanya Fahmi yang saat ini masih duduk di atas motor. Mas gojek itu mengerutkan kening," Itu memang Pasar Malam, " kata mas gojek. " Sampai mana nih! Ini udah sangat jauh, " lanjut mas gojek. Fahmi menatap ponselnya dan jarak tempuh pada misi harinya telah tercapai. ' Jarak tempuh saat ini 53 kilometer dari rumah' " Bang lagi banyak orderan kagak? Klo nggak temenin aku jalan-jalan, masalah pembayaran nanti urusan di belakang, berapa pun yang Abang minta nanti aku kasih." " Beneran nih? " tanya mas ojek dengan rona wajah senang. " Beneranlah masa boong! " " Okeh," kata mas ojek menyanggupi. Mendengar persetujuan mas gojek, Fahmi mencari pejualan es krim yang berada di sekitar Pasar Malam, " Bang berhenti di depan penjual es kirim," kata Fahmi. " Hm, " Fahmi membeli es kirim dan memakannys langsung di tempat, misi pun selesai. Melihat banyak makanan yang menggoda di Pasar malam, Fahmi memutuskan untuk berkeliling sebentar dan membeli beberapa makanan disana. Namun sebelum pergi Fahmi berkata kepada mas gojek, " Klo ada orderan aku tinggal aja bang, mungkin aku akan lama mainnya di Pasar Malam, ini uangnya kembaliannya buat abang," ucap Fahmi sembari memberikan uang seratus ribu kepada mas ojek. " Hm. Okeh, makasih banget nih. " Fahmi berkeliling di Pasar malam seperti orang asing! Pandangan matanya menyapu banyak pasangan yang berjalan bersama, orang tua bersama anak kecilnya serta banyak remaja bermain bersama sahabatnya. Hanya terseyum kecut saat melihat itu semua, dengan tangan yang memegang makanan Fahmi berjalan melihat berbagi wahana di dalam Pasar Malam. Gelak tawa, keceriaan dan teriakan bahagia mengisi suasana Pasar malam sedangkan Fahmi seperti benar-benar terasingkan di tengah keramaian. Ia menggigit batagor pada tangannya dan terus berjalan untuk melihat berbagi wahana yang lain atau sejenak membeli makan yang berbeda. Di tengah jalan Fahmi melihat sosok yang tidak asing pada ingatan, seorang wanita gendut dengan beberapa orang sahabatnya. Berpura-pura tidak melihat Fahmi terus berjalan ke depan, namun wanita tersebut menatapnya dalam diam, baru setelah sekian detik wanita itu sadar dan mengejar Fahmi! " Fahmi, sayang ku! Tunggu aku!! " Sepontan Fahmi berlari kencang saat mendengar suara itu! Suara yang tentunya membawa trauma mendalam dihidupnya. Jantung Fahmi berpacu kencang, ia tidak menduga akan bertemu dengan anak Emak Yati di sini! Bersembunyi di tengah kerumunan, Fahmi masuk ikut mengantri untuk menaiki salah satu wahana. Wanita gendut berbahu lebar itu kehilangan jejak Fahmi, beberapa teman di samping bertanya, " Apa itu pacar mu Yun?" " Hm, itu mantanku. " kata Yuni sembari terseyum bangga. " Ganteng banget serius!! Mengapa kamu bisa putus sih! " teriak sahabat Yuni yang lain. " Ceritanya panjang! Nanti di rumah aku ceritain yah. " kata Yuni lembut. " Hmm, aku tidak sabar menunggu cerita mu!" ucap sahabat Yuni. **** Fahmi menghela nafas, hatinya was-was bagaimana pun juga itu anak emak Yati, emak berkekuatan Gorila!! Setelah memastikan anak Gorila itu pergi, Fahmi meninggal Pasar malam dan mencari tempat yang sepi untuk memesan ojek online. Dua ratus meter Fahmi berlari menjauh, ia telah sampai di sebuah kampung di pinggir kota yang is sendiri tidak tahu itu kampung bernama apa! Di depan Fahmi ada sebuah gang sempit, itu terlihat gelap dan sepi dengan tidak adanya orang berlalu-lalang. Tiba-tiba Fahmi merasa merinding, sayup-sayup ia mendengar suara teriakan seorang wanita dan beberapa orang lelaki di gang sempit tersebut. Jiwa pahlawan berdesir di hati Fahmi, ia tersentuh ingin menolong wanita tersebut! Sekitar dua puluh langkah kaki jarak antara Fahmi dengan gang itu, sekitar satu menit kemudian Fahmi sampai di gang, namun segera ia tahu bahwa teriakan itu bukan teriakan meminta tolong, melainkan teriakan kenikmatan! Benar sekali, sekarang pukul sebelas malam, para psk murahan biasanya menjual jasanya saat ini! Abaikan, Fahmi segera pergi dan berpura-pura tidak melihat kejadian tersebut, ia berlari kencang menjauh dan memesan ojek online. Lima menit kemudian ojek online datang, tanpa basa-basi Fahmi menyebutkan lokasi rumahnya dan meminta mas ojek untuk mengendarai motornya dengan cepat! Setengah jam lebih akhirnya Fahmi sampai di rumah, dan pembaruan misi telah aktif. ' Misi Harian' A. Selamatkan Psk yang disiksa di gang sempit. B. Meminta bantuan orang untuk menyelamatkan psk tersebut. C. Bertarung melawan para pereman yang menyiksa psk itu. ' Misi Utama ' A. Bertahan dari hinaan orang lain sebagai pemain terlemah dalam waktu dua belas bulan! " Ini Gila! Aku tidak mungkin bisa mengalahkan para preman itu! Sistem macam apaan ini!! " " Lebih baik aku pingsan dibanding mengerjakan misi itu, " kata Fahmi sembari memukul pelipisnya dengan sangat keras. Bang Fahmi jatuh tidak sadarkan diri, ketika ia bangun jam menuju pukul sembilan pagi. Pembaruan misi tentu belum aktif! Kembali lagi Fahmi memukul pelipis di bagian kepalanya. Bang Kembali lagi Fahmi pingsan, dan ketika ia bangun pembaruan misi telah aktif. Namun sebuah julukan baru kembali di sematkan untuknya. ' Selamat kepada Fahmi Wijaya karena mendapatkan Julukan Baru, ' Pemain pecundang dalam Game' Fahmi terkejut dan segera melompat dari tempat tidurnya, " Ini bencana untukku!" teriak Fahmi kesal ketika mengetahui keterangan dari julukan tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD