Bab 13 Penghianatan

1120 Words
Bab 13 Penghianatan Wajah Fahmi masih pucat pasih, ia terlihat masih syok berat. Matanya memandang lurus ke depan, namun itu terlihat kosong seperti seseorang yang kehilangan semangat hidup! " Apa yang harus aku lakukan... " gumam Fahmi lirih. Tutt Putus asa!! Fahmi menelepon seorang sahabatnya, "Suhu elu dimana? " " Gue tahu bro, elu pasti pengin curhatkan? " " Suhu memang terbaik... " " Tunggu bentar, gue kesono. " Satu jam kemudian pria gendut datang ke rumah Fahmi, setelah menekan bel beberapa kali Fahmi akhirnya mucul dengan keadaan yang menyedihkan. Semula Reyhan mengira Fahmi tengah tidur siang, ia sempat berpikir untuk menendang pagar seperti cara Emak Yati membangunkan Fahmi. Namun ketika bel ke tujuh ia tekan, Fahmi muncul di balik pintu dan berjalan dengan sangat lemas dan loyo seperti orang kurang darah! Melihat hal itu Reyhan tertawa kecil kemudian terseyum kecut, " Apa elu lupa makanan selama seminggu!" kata Reyhan seraya masuk ke dalam rumah Fahmi. Fahmi tertawa kecil, namun itu dibuat-buat, " Mingkin aku kurang tidur semalam." " Kurang tidur. " Reyhan menaikkan alisnya," Yang gue kira justru elu kebanyakan tidur! " lanjut Reyhan setelah duduk sofa. " Mungkin..." " Suhu menurut elu apa yang sebaiknya gue lakukan? " tanya Fahmi sembari menatap Reyhan dengan sorot mata sayu. " Tinggal lari dan sembunyi sahaja apa susahnya. Gue udah kagak bisa nolong lagi! Seluruh mata pemain sekarang pasti tertuju pada elu," kata Reyhan dengan nada rendah yang terdengar sarat akan kekecewaan. " Apa elu bercanda!! Bukankah elu udah janji bakal bantuin gue!! " Fahmi melotot marah!! " Tenang bro, tenangkan diri mu! Mereka tidak akan berani membunuh mu, ingatan Julukan Legendaris yang elu punya... Mereka pasti akan berpikir seribu kali untuk membunuh mu! " " Kalo masalah itu gue tahu!! Yang jadi pertanyaan buat gue adalah apa kejadian seperti di guild Midnight Scares akan terulang lagi? " Masih jelas pada ingatan Fahmi, penyiksaan yang dilakukan kelompok mafia itu kepadanya. Reyhan menghela nafas," Gue punya solusi, tapi elu harus nurunin ego elu sedikit. " Fahmi menyipitkan matanya, jelas ia tahu benar maksud perkataan Reyhan. " Gue tf elu uang tujuh ratus ribu dollars, nanti elu konversikan uang tersebut menjadi poin stat! Setelah itu nanti elu masukkin semua poin tersebut ke agility, bagaimana? Dengan itu elu pasti memiliki kecepatan tinggi dan pastinya elu bisa menghindari banyak serangan, dan kejaranan banyak orang!! " Reyhan menawarkan bantuan. Fahmi terdiam! Untuk masalah yang bersangkutan dengan nyawa, jelas ia akan menurunkan egonya. Ia tidak bodoh apa lagi keras kepala, hanya sahaja tawanan Reyhan ini akan merusak misi utama yang ia terima. " Cara lain, solusi lain ada nggak? " Reyhan menggelengkan kepalanya pelan, sorot mata bulatnya tidak lagi tajam," Tidak ada! Bahkan sekali pun, anggota kelompok yang bersamaku mengincar mu. Aku sama sekali tidak bisa membantu lebih, jika aku sendiri terlibat terus untuk membantumu maka kelompokku akan terpecah. Satu-satunya solusi adalah dengan memberikan mu uang, dengan uang itu biasa elu gunakan untuk membeli point stat." " Bagaimana? Keputusan apa yang akan elu ambil, keadaan semakin memanas, jika elu tidak ingin kejadian sebelumnya terjadi maka hanya ini satu-satunya jalan! " lanjut Reyhan. Fahmi menggelengkan kepalanya pelan," Elu sudah berusaha! Dan gue tetap tidak bisa menerima bantuan uang dari elu. " " Mengapa!!? Apa karena ego mu! Jangan bercanda! Nyawa mu jauh lebih berharga dari uang receh itu! " Reyhan berteriak kesal. " Masalahnya jauh lebih besar dari itu semua! Bantuan elu terikat dengan Misi Utama gue, jadi gue tidak berani menerima bantuan elu itu, " kata Fahmi dengan rona wajah serius, titik-titik kekecewaan jelas terlihat pada air mukanya! Fahmi jelas sangat kecewa dengan Reyhan, bagaimana pun juga pria gendut itu telah berjanji kepadanya untuk membantunya bermain game. 'Misi Utama' A. Bertahan dari hinaan orang lain sebagai pemain terlemah dalam waktu dua belas bulan! B. Bertahan di pukul oleh pemain lain di dalam Game selama dua belas bulan. Jelas terpampang dalam kata-kata 'Misi Utama' bertahan! Bukan lagi atau sembunyi, Fahmi harus bertahan dari penghinaan ataupun pukulan semua pemain dalam game selama dua belas bulan. Jika sahaja Fahmi mengiyakan bantuan dari Reyhan maka dua julukan Legendaris yang baru sahaja ia dapatkan, maka misi itu tidak akan memberikan manfaat apa pun kepadanya. Percuma!! Hinaan yang ia dapatkan dan mungkin beberapa pukulan yang ia peroleh dari para pemain Death Timer, hanya akan menjadi sebuah perjuangan keras tanpa hasil apa pun. Fahmi harus bersabar!! Bertahan selama satu tahun, menimbun stat yang ia miliki dan menghadapi semua penghinaan, pukulan semua pemain selama dua belas bulan. Dan mendapatkan hadiah dari penderitaannya tersebut! Inilah risiko dari julukan yang baru sahaja Fahmi dapatkan, dan Fahmi jelas tahu betul maksud dari kata-kata ' Bertahan' pada Misi Utama. Reyhan menatap Fahmi dengan perasaan duka, masih jelas pada ingatnya beberapa tahun yang lalu Fahmi adalah master di segala jenis game! Namun pada kenyataannya sekarang, Fahmi menjadi pecundang dalam game yang dicari oleh semua orang!! " Kau bisa pergi, jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, " kata Fahmi dengan nada dingin, wajah tidak lagi menghadap Reyhan. Reyhan diam, wajahnya pun ikut berubah menjadi masam, dalam keadaan ini ia benar-benar tidak bisa membantu Fahmi, sahabatnya sendiri!! " Maafkan aku... " kata Reyhan lirih kemudian ia pergi meninggalkan Fahmi. Fahmi menghela nafas beberapa kali! Hal ini terlalu sulit sebenarnya untuknya, ini adalah pengalaman pertama dalam game menjadi pemain terlemah dan bahkan pecundang! Tidak punya pilihan, pikir Fahmi. Ia harus menghadapinya seorang diri. Sebagai seorang gamer ia sudah sangat terbiasa untuk dihianati seorang sahabat! Ini hal yang wajar, tidak heran bila, sahabat Fahmi bisa ia hitung dengan jari! Apa itu menyakitkan! Tentu jika Fahmi larut dalam kesedihannya! Menghilangkan kesedihan karena dihianati Reyhan, Fahmi membaringkan tubuhnya di atas sofa dan ia tertidur lagi!! *** Di sebuah perusahan besar Tepatnya di ruang rapat Seorang pria paruh baya dengan rambut keperakan mentap seluruh orang di meja rapat, ia melihat satu persatu eksekutif perusahan pergi meninggalkan ruang. Dan menyisakan satu pria bermata sipit dengan pakaian kasual, " Paman apa tidak apa memberikannya ujian berat tersebut!" kata pria dewasa itu dengan nada sedikit tinggi. Pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya pelan, " Tidak ada pilihan, kita harus membuatnya tumbuh dewas. Akan tiba saatnya ia mengemban tanggung jawab yang besar! Kita harus membuatnya berjuang!" " Aku akan menolongnya, bila ada pemain yang keterlaluan seperti sebelumnya!" " Lakukanlah itu kewajiban mu! " " Hmm. " **** " Apa kau sudah mendapatkan identitas pemain pecundang tersebut! " " Belum Pemimpin, aku masih memilahnya, ada empat orang dengan identitas yang sama dengannya. Satu hari lagi pasti kita akan menemukannya. " " Bagus, bekerja keraslah. Sebelum guild rank atas, atau pemain top bergerak, kita harus mendapatkan orang tersebut. " " Setuju Pemimpin. Guild kita pasti bisa mencapai papan pringkat bila, mendapatkan pria pecundang itu. "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD