New School

1965 Words
Happy Reading. * Aliya membenarkan letak seragamnya yang kusut karena ulah orang sial tadi. Bibir Aliya tidak berhenti berkomati-kamit menyumpah serapahi orang yang ia sendiri tudak tahu wajahnya. Jika tidak dalam keadaan terdesak tadi mungkin Aliya sudah menghajar orang yang menabraknya tadi. Semua ini gara-gara guru matematika sialan itu. "Cih kukeluarkan juga kau" desis Aliya kesal. "Hoi!" Aliya berteriak saat mendengar suara teriakan dari belakang. "Kau bolos ya?" Aliya berdecak kesal atas pertanyaan yang dilontarkan gadis pendek yang ada didepanya ini. Kupites juga kau nanti. "Hei jawab pertanyaanku!" Hampir saja Aliya melayangkan pukulanya pada bocah berkaca mata ini. "Apa urusanmu?" Ketus Aliya. "Ck kau anak baru yang katanya cucu dari mendiang Tuan Kwon Hanwo kan?" Aliya hanya mendengus mendengar pertanyaan dari gadis Nerd itu. "Sudah tahu tanya! Dasar aneh!" Maki Aliya kesal. "Hei kita belum selesai!" Tahan gadis itu saat Aliya hendak menjauh. "Apa lagi?" Kesal Aliya menepis kasar tangan gadis itu yang ada dilenganya. "Kita belum berkenalan!" Katanya pelan. "Aku tidak peduli" ketus Aliya. "Oh ayolah! Aku ingin sekali berkenalan dengan Cucu dari orang yang sudah menolong hidupku" Aliya mengangkat satu alisnya. Balas budi. "Kau sudah tahu namaku kan? Sudah cukup jadi!" Kata Aliya jengah. Ngomong-ngomong ini adalah pembicaraan Aliya yang paling panjang dengan orang asing. Dengan Tzuyu dan yang lain saja Aliya hanya berbicara 5 sampai 13 kata, lha ini? Ngomong-ngomong tentang Tzuyu, Aliya belum menghubungi teman-temanya yang ada dikorea. Nanti sajalah jika sampai dirumah. "Tapi aku belum berkenalan" kata Gadis itu. "1 menit!" Gadis itu berseru senang. "Aku Mina, Kelas XII 2~~" "Waktu habis!" Kata Aliya dan langsung berlalu. "Aliya aku belum selesai. Aliyaaaaa" Mina menghentakkan kakinya kesal karena Aliya yang terus berjalan tanpa menengok kebelakang. "Dia sangat susah ditaklukan Tuan" kesal Mina. * Aliya dipanggil BP karena kabur dari pelajaran dan tentu saja Aliya mendatanginya. Percayalah, menghajar guru tua didepanya ini adalah sebuah kemudahan tapi sepertinya Aliya ingin bermain-main orang tua ini dulu. "Wae?" Tanya Aliya ketus. "Anda kabur?" Pertanyaan yang dilontarkan guru BP membuat Aliya tertawa keras, lebih tepatnya tertawa mengejek. Anda? Kemarin saja kau, sekarang Anda. Tidak bisa dipercaya. "Wae?" Tanya Aliya congak. "Tidak saya hanya ingin anda masuk dan mengerjakan tugas dengan baik!" Jawan Guru BP takut. "Tidak penting!" Aliya berjalan keluar tanpa permisi ataupun pamit bahkan saat Aliya menutup pintunya tadi juga dengan kasar. "Untung aku tidak mati!" Kata Guru BP lega. "Mengerikan" * Aliya hanya berjalan santai dikoridor dan tidak berniat masuk, kepalanya pening karena dihadang orang-orang t***l dari tadi. Jadi buronan sudah, katabrak sudah, diajak berkenalan orang aneh sudah, dan masuk diruangan t***l juga sudah. "Setidaknya aku tidak harus mengotori tanganku untuk membunuh Jalang! Cih disini lebih baik dari pada Seoul, walaupun ini kumuh! Kenapa juga Harabojie mendirikan sekolah t***l ini!" Ketus Aliya kesal. "Seharusnya dirikan saja Club!" Tambah Aliya kesal. "Kau mau ke Club?" Aliya berbalik dan menemukan orang yang mengajaknya berkenalan diatap tadi. "Cih kau lagi!" Kesal Aliya. "Dari pada kau ke Club lebih baik ke Caffe saja. Kutunjukkan Caffe terbaik disini" Mina langsung menarik Aliya pergi. "Yakh Alien lepaskan aku. Hei bodoh lepaskan tanganmu. Heiii!" * "Paman yakin jika kalian tahu dimana Aliya dan yang lain!" Dahyun, Yerim, Tzuyu dan Chaeyoung hanya menatap datar Jungwoon yang mencecar mereka dengan pertanyaan dimana Aliya dan yang lain. "Jika iya kenapa? Ada masalah?" Tantang Dahyun. Jika biasanya Dahyun adalah orang yang paling diam, tapi jika berhubungan dengan Jungwoon, Dahyun adalah orang yang paling berani. "Beritahu Paman dimana Aliya!" Lirih Jungwoon. "Dalam mimpipun kami tidak sudi!" Kata Tzuyu lantang. "Paman mohon! Paman ingin menebus kesalahan Paman padanya" kata Jungwoon. "Kesalahan? Seriusly? 17 tahun? Dengan apa? Nyawa?" Tanya Yerim sekartis. "Paman mohon nak! Jin dan Taehyung dalam keadaan memprihatinkan! Mereka ingin bertemu Jihyo dan Lisa dan keberadaan mereka hanya bersama Aliya tapi Paman tidak tahu dimana Aliya. Paman mohon beritahukan keberadaan Aliya" Chaeyoung tersenyum sinis mendengar ucapa Jungwoon. Ia dan Aliya berteman sejak kecil dan Chaeyoung tahu apa saja yang Aliya alami dimasa kecilnya termasuk penolakan Jungwoon tentang kehadiran Aliya dibungsu Kim. "Bukan ingin menebus kesalahan Paman pada Aliya, Paman hanya mementingkan keadaan Taehyung Oppa dan Jin Oppa. Paman tidak pernah peduli pada Aliya. Hanya kebencian yang terus Paman tunjukan padanya, dan itu juga yang Paman peroleh dari Aliya. Kebencian yang Paman tanam Paman panen sendiri. Bukan hanya kehilangan Putri, Paman juga kehilangan menantu dan calon menantu. Rasa empati yang Paman tunjukkan saat ini hanya sandiwara, palsu dan Bullshit. Tidak pernah ada kata sayang yang benar-benar Paman tunjukkan pada Aliya. Paman munafik. Aku bersyukur Aliya memiliki Harabojie dan Halmonie Kwon dalam hidupnya, mereka menjadi orang tua sekaligus panutan bagi Aliya. Dan mereka juga mengajarkan Aliya menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Tidak seperti Paman. Lari kenyataan hanya karena anak perempuan, Menyedihkan" kata-kata Chaeyoung sangat menusuk Jungwoon. Tapi semuanya adalah kebenaran dan Jungwoon tidak merasa tersinggung sama sekali karena memang itu kenyataanya. "Paman tahu Paman salah dan Paman ingin memperbaikinya" lirih Jungwoon. "Percuma. Aliya sudah hidup terlalu lama dalam kebencian karena ulah Paman dan walaupun Paman menemuinya mungkin Paman hanya akan dapat usiran sama seperti Paman mengusir Aliya dulu!" Desis Yerim tajam. "Anda Ayah yang buruk Tuan Kim Jungwoon" cemooh Tzuyu. "Jangan cari dia. Dia sangat membenci anda, terlepas dari statusnya sebagai Ayah kandunganya. Jika anda ingin mencari Jihyo dan Lisa cari saja mereka dan jangan libatkan Aliya. Dia muak menjadi KIM" Kata Dahyun sekartis. * "Bagaimana?" Aliya hanya menatap datar Mina yang bertanya rasa makanan yang ia makan. "Banyak tanya!" Ketus Aliya. "Kusimpulkan itu enak!" Kata Mina bangga. "Cih! Dasar!" Aliya kembali memakan makananya. Dia lapar karena tidak sarapan, gara-gara Lisa bodoh itu, Aliya harus buru-buru berangkat kesekolah walau tetap saja Aliya telat. Jihyo dan Lisa jadi ibu-ibu crewet untuknya sekarang. Dengar ocehan Ahjumma Han saja Aliya sudah malas apalagi ditambah dua ibu-ibu hamil itu. Menyebalkan. "Kau mau bung~~~akhh!" Aliya tersentak saat ada yang menjambak rambut Mina dengan kasar. "Kau disini rupanya anak Jalang! Lebih baik kau pergi!" Mina mengaduh kesakitan karena rambutnya yang dijambak kasar. Aliya hanya diam memperhatikan mereka. Aliya tahu siapa gadis yang menjambak Mina, satu sekolah dengan mereka dan juga satu angkatan. Tapi Aliya tidak tahu namanya. "Dasar gadis kotor" gadis dengan Name tag Maria itu melepas kasar kacamata Mina dan membuanganya, Maria juga merobek seragam Mina hingga hanya tersisa Tangtop saja. Dan saat Maria hendak merobek rok Mina sudah ada yang menahan tanganya. "Gadis sial~~bukk!" Aliya melepaskan kasar tangan Maria, menampar Maria dan menendangnya beberapa kali hingga wajah maria lebam dan mengeluarkan darah. Tangan Aliya bergetak cepat merobek seragan Maria dan Roknya juga. Hanya ada Tangtop dan Hotpanst yang melekat ditubuh Maria dan Aliya belum puas. Tanganya bergerak cepat mengambil gunting yang ada ditasnya, menarik kasar rambut Maria dan memotongnya asal. Aliya tidak peduli dengan banyaknya orang yang memperhatikan mereka, ia hanya ingin memberi pelajaran pada Maria yang tidak punya sopan santun ini. "Lain kali lihat dulu orang yang ada didepanmu sial. Atau kau akan mati ditanganku" Aliya melempas kasar guntingnya. Menatap muak pada Maria, melemparkan jaketnya pada Mina yang meringkuk memeluk tubuhnya sendiri dan melemparkan uang dimeja. "Kau membuatku mual!" Desis Aliya sambil berlalu. * Aliya mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. Wajahnya masih mengeras karena kejadian di Caffe tadi. Hari yang sial. Aliya membelokkan motonya pada toko seragam. "Gadis bodoh!" Umpat Aliya dengan berjalan masuk kedalam. "Nona~~~" "Berikan aku satu set seragam sekolah dan cepat" kata Aliya datar. "Ya Nona!" Jawab pegawai butik itu takut. Ada foto besar dimana wajah Aliya, Harabojie dan Halmonie Kwon yang terpajang diruangan Manejer dan sudah pasti jika butik ini milik Aliya juga. "Berikan aku softlant juga!" Tambah Aliya. "Ada lagi Nona Kwon?" Aliya tampak berfikir. "Satu set peralatan sekolah!" Kata Aliya. "Saya mengerti!" Jawab pegawai butik itu. "Dan kirimkan disekolah!" Tambah Aliya. * "Berisik!" Teriak Aliya saat Lisa terus mengumpatnya. "Ck tanganku sakit bodoh" kata Lisa kesal. "Tidak ada yang memintamu memegang cangkul sial!" Maki Aliya kesal. "Iya sih! Tapi aku ingin bisa" kata Lisa pelan. "Jadi itu salahmu dan jangan salahkan aku" gertak Aliya kesal. "Tapi~~~" "Sudahlah Lis! Aliya benar kau yang salah" kata Jihyo. "Eonnni!" Rengek Lisa. "Kau sudah menghubungi teman-temanmu?" Tanya Jihyo. "Eonni saja yang hubungi, aku lelah" kata Aliya sambil melempar Smartphone-nya. * "Aliyyaa!" Baru saja Aliya memasuki parkiran sudah ada yang meneriaki namanya. Mina berlari kearahnya dengan tergopoh-gopoh dengan nafas yang tersengal-sengal. "Kau mengirim ini untukku?" Aliya hanya mendengus kesal dan berjalan begitu saja tanpa memperdulikan ocehan receh Mina. "Aliya tunggu! Jelaskan dulu ini!" Teriak Mina kesal. "Daimlah! Jika itu memang dariku kau mau apa? Membakarnya?" Mina menggeleng cepat dan menyamakan langkahnya dengan Aliya. "Gumawo!" Aliya menatap Mina aneh. "Korea?" Mina mengangguk semangat. "Aku sedikit mengerti bahasa Korea. Aku belajar dari Kakak kelasku dulu!" Aliya hanya diam mendengarkan ocehan receh Mina yang tidak ada habisnya. "Kau~~~" "MINAAAA" Aliya dan Mina menolah saat mendengar seorang yang memanggil nama Mina lantang. Sepasang suami istri dan Maria, dan Aliya yakin jika ini ada hubunganya dengan kejadian kemarin. Aliya melirik samping dimana Mina sangat ketakutan dengan tubuh bergetar. "Siapa mereka?" Tanya Aliya datar. "Paman dan Bibiku" jawab Mina pelan. "Mereka menyiksamu?" Tanya Aliya dingin. "Hem! Setiap hari!" Wajah Aliya mengeras apalagi melihat jika sepasang suami istri itu membawa benca tajam. Ck apa mereka mau membunuh Mina? Sekolah aneh. "Dasar Anak Jalang~~~akhh!" Aliya menendang perut buncit laki-laki tua itu. Dan dengan mudah Aliya membuang pisau yang dibawa laki-laki itu. Aliya juga menendang perut wanita itu, dan merebut guntingnya. Dua lawan satu, ck Aliya tidak sebodoh itu, dia dijuluki iblis petarung tidak peduli lawan, tau muda semuanya sama saja dimatanya. "Cih dasar tua bangka!" Maki Aliya kesal. "Dan kau bodoh! Jangan usik Nerd ini lagi, atau kupenggal kepalamu" kata Aliya datar sambil mengacungkan gunting yang ia pegang. "Dan kalian tua bangka sial jangan ikut campur atau kalian END!" Tambah Aliya jengah. "Dan kau gadis Nerd pergi saja" kata Aliya pada Mina. "Jangan harap kau bisa menginjakkan kaki dirumah lagi" tubuh Mina bergetar mendengar ucapan Pamannya dan itu tidak luput dari pandangan Aliya. "Dan aku akan mengambil semua yang pernah aku berikan padamu!" Kata Bibi Mina. "Ck sudah kukira! Dasar tua bangka sinting. Tidak anak, tidak Ayah dan ibu sama saja sinting. Kau Nerd ikut aku" kata Aliya menarik Mina. * "Oh jadi begitu" entah kenapa Aliya setia mendengarkan cerita Mina tentang hidup kelamnya. "Mungkin aku akan tinggal dijalan" Aliya melirik Mina datar. "Kolong jembatan saja. Biar jadi ikan!" Mina semakin menunduk mendengar ucapan Aliya. Aliya melirik Mina aneh, jika dilihat Mina itu cantik. Wajah bersih, hidung mancung, mata bulat dan bibirnya juga merekah. Tapi sayang Nerd. "Kau minus?" Tanya Aliya. "Ya!" Jawab Mina lesu. "Kau ikut aku" kata Aliya menarik Mina. "Kemana?" "Diamlah!" * "Jadi kau tahu dimana dia?" Tanyanya misterius. "Ya!" "Bawa kembali" perintanya dingin. "Seperti permintaanmu!" * "Ini aku?" Tanya Mina tidak percaya pada cerminan dirinya sendiri. "Aku cantik juga!" Aliya hanya mendengus saat mendengar ucapan Mina. "Tapi aku tetap tidak punya tempat tinggal!" Lirih Mina yang ingat. "Kau mau kerja?" Tawar Aliya tiba-tiba. "Kerja? Mau" kata Mina antusias. "Aku punya butik dan kau bisa jadi pelayan disana. Ada juga Asrama juga disana, kau mau tidak?" Mina mengangguk antusias. Dapat kerjaan dan tempat tinggal secara bersamaan adalah keberuntungan. "Kau ikut aku" kata Aliya. "Lalu yang membayar ini?" Tanya Mina. "Gratis! Ini salonku!" Kata Aliya. "Jinja?" "Ish jangan bantak tanya bodoh! Cepat" * "Jangan malas!" Mina mengangguk antusias. "Kau beritahu dia apa yang harus dia lakukan!" Kata Aliya pada pegawai butiknya. "Ya Nona!" Jawabnya. "Dan kau jug~~akhh!" Aliya memekik saat ada yang menabraknya. "Aliya" Mina langsung membantu Aliya berdiri. "Kau oke?" Tanya Mina panik. "Yakh kau tidak punya mata ya?" Teriak Aliya kesal. "Jimin Sunbae!" Kata Mina. "Maaf Nona! Hei Mina kan?" Kata Jimin. "Nde Sunbae" jawab Mina malu. "Ah kau~~~" "Yakh minta maaf!" Teriak Aliya kesal pada Jimin. "Ah ya Mian Nona Kim" ujar Jimin yang membuat Aliya mematung. "Kim? Sunbae kenal Aliya?" tanya Mina kaget. "Kenal! Sangat kenal malah!" Kata Jimin misterius. T.B.C
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD