This Boys

1232 Words
Happy Reading. * Aliya menyeringit saat melihat Chanyeol yang ada didepannya. Aliya memang kenal dengan Chanyeol, karena saat Aliya berkunjung ke rumah keluarga Park, Chanyeol selalu ada disana, beda dengan Jimin yang tidak pernah terlihat. "Bisa kita bicara?" Tanya Chanyeol lembut pada Aliya. "Denganku?" Tanya Aliya pelan. "Tentu saja" jawab Chanyeol yakin. "Wae?" Tanya Aliya aneh. "Hanya ingin bicara dengan orang yang semakin dekat dengan adikku" Aliya membuang mukanya saat mendengar ucapan Chanyeol. Pasti ada hubungannya dengan Jimin, monolog Aliya. "Jika ingin membahas mengenai Jimin maka tidak perlu. Aku sibuk" ketus Aliya dan berlalu. "Apa kau akan menikah dengan adikku?" Aliya mengabaikan ucapan Chanyeol dan terus berjalan. "Kau bukan wanita pertama yang dia sentuh. Dia sudah banyak tidur dengan wanita lain, dan kau hanya satu dari sekian wanitanya. Dia tidak benar-benar menganggapmu sebagai wanitanya. Dia hanya main-main denganmu. Dan perlu kau tau jika dia mendekatimu hanya untuk balas dendam denganku. Aku tertarik padamu dan dia tau, dia hanya memanfaatkanmu untuk membuatku sakit hati. Kau hanya mainannya Aliya. Jika kau tidak percaya lihat foto ini. Dia mengirimkanya padaku untuk membalasku" cetus Chanyeol yang menyerahkan selembar foto pada Aliya dan pergi begitu saja. Sementara Aliya menatap foto yang baru saja diberikan Chanyeol dengan wajah datar. Ini fotonya saat tidur di ranjang Jimin dengan keadaan yang hanya menggunakan selimut. * Taehyung menatap iri kearah Jin yang tengah duduk disamping Jihyo. Kembalinya Jin dan Jihyo membuat Taehyung juga ingin segera kembali dengan Lisa. Taehyung sangat merindukan Lisa, tapi reaksi datar dan dingin Lisa membuatnya sedikit merasa pesimis. "Apa Lisa akan tetap membenciku?" Tanya Taehyung lirih dan mengarahkan pandangannya pada Lisa yang masih bekerja. Hampir setiap Taehyung dekati pasti Lisa hanya akan mengusirnya dan mengumpatnya. "Hah kau harus semangat Tae. Lagipula kau juga akan jadi Ayah jadi jangan berhenti ditengah jalan" ujar Taehyung menyemangati dirinya sendiri. "Kim Taehyung Fighthing" * "Ku fikir kau akan terlambat lagi, jadi~~~plakk" pipi Jimin membekas merah karena tamparan keras Aliya. Wajahnya menaling kekiri karena tamparan Aliya yang mendadak tadi. "Wae?" Tanya Jimin tanpa menatap Aliya. "Wae? Kau bertanya wae? b******n busuk. Kau sama saja dengan laki-laki lain. Kau hanya memanfaatkanku selama ini. Dasar b******k" umpat Aliya yang tidak menyembunyikan kemarahannya. "Aku~~~" "Kau mendekatiku untuk balas dendam pada Chanyeol-kan? Kau hanya memanfaatkanku untuk membuat Chanyeol cemburu. Cih kau menjijikkan" Jimin menatap Aliya dengan dalam. "Aku muak~~~" "Dengarkan aku dulu" sela Jimin yang mencengkram erat kedua lengan Aliya. "Lepas" berontak Aliya tidak terima. "Diam dulu. Dengarkan penjelasanku" teriak Jimin yang mulai tersulut emosi. "Aku tidak peduli. Lepaskan" Jimin semakin mencengkram kuat lengan Aliya dan menatap tajam mata Aliya. "Breng~~empph" jika dengan cara halus Jimin tidak bisa membuat Aliya tenang maka pilihannya hanya cara paksa. * "Jangan terlalu lelah Lis. Kasihan anak kita" ujar Taehyung lembut pada Lisa yang tengah istirahat. "Apa pedulimu? Lebih baik kau pergi" Taehyung menggeleng dan memegang tangan Lisa lembut. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak peduli kau mengusirku atau menolakku. Aku akan tetap ada disampingmu. Lagi pula aku akan jadi Ayah dan aku tidak mungkin meninggalkan anakku begitu saja" Lisa menatap tajam mata Taehyung yang terlihat berkaca-kaca. Terlihat ketulusan disana, tapi itu belum cukup untuk meluluhkan kebencian Lisa dihatinya. "Aku akan selalu disampingmu. Selamanya" * Aliya berbaring dengan membelakangi Jimin. Mereka ada dikamar Jimin dengan keadaan tubuh yang masih terkontak. Jimin memeluk Aliya dari belakang dan Aliya hanya diam membiarkannya begitu saja. "Jika kau tidak percaya padaku, kau bisa tanya Chaeyoung. Kau akan lebih percaya padanya dibanding denganku" kata Jimin lembut dan mencium mesra leher Aliya. "Apa kau membenci Chanyeol?" Tanya Aliya pelan. "Aku tidak pernah membencinya, hanya saja kalau dia tidak mengungkit perjodohan itu pasti aku akan bersikap biasa saja" jawab Jimin dan mengeratkan pelukannya. "Itu artinya yang akan dinikahkan denganku adalah Chanyeol?" Tanya Aliya yang mulai mengerti semuanya. "Kau bebas memilih sayang. Lagipula ini hidupmu" ujar Jimin membalik tubuh Aliya dan membawa Aliya kedalam pelukan hangatnya. "Tapi kenapa kau mengirimkan fotoku pada Chanyeol?" Tanya Aliya meminta penjelasan. "Aku hanya ingin dia berhenti membahas perjodohan itu dan tau jika kau adalah milikku" jawab Jimin tegas. "Kau mencintaiku?" Jimin tersenyum dan menarik dagu Aliya untuk menatapnya. "Hanya kau yang pertama dan terakhir yang akan kucintai" Aliya menatap mata Jimin dengan sorot menyelidiki, tapi saat iris pekat itu menembus matanya hanya Aliya temukan kejujuran dan ketulusan disana. "Aku lelah" ujar Aliya dan melepaskan jari Jimin yang ada di dagunya. "Istirahatlah" ujar Jimin dan mengeratkan pelukan tubuh mereka. "Jim~~~" "Hem" "Apa kau takut jika Chanyeol mengambilku dengan paksa?" Tanya Aliya ingin tau. "Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengambilmu dariku. Kau milikku Aliya" tegas Jimin mutlak. "Apa kau akan bersimpangan dengan Ayahmu lagi?" "Aku tidak peduli. Walaupun harus bersimpangan dengan seluruh dunia aku akan tetap mempertahankanmu" jawab Jimin tegas. * Ahjumma Han menatap lembut Taehyung yang berdiri didepan rumahnya. Taehyung baru saja mengantarkan Lisa dan Taehyung langsung keluar saat Lisa sudah sampai dikamar. "Tidak ingin masuk Tae?" Tanya Ahjumma Han pelan. "Ani Ahjumma. Lisa tidak akan senang saat aku ada didepannya" Ahjumma Han hanya mengulum senyumnya saat mendengar jawaban jujur Taehyung. "Kau tidak lelah mengejar Lisa?" Taehyung menggeleng keras. "Aku tidak akan lelah mengejar wanita yang kucintai Ahjumma" jawaban Taehyung membuat Ahjumma Han tersenyum. "Apa kau mengenal Lisa?" Taehyung mengerutkan dahinya bingung saat mendengar pertanyaan Ahjumma Han. "Maksud Ahjumma?" Ahjumma Han menepuk pundak Taehyung pelan. "Lisa akan semakin membencimu saat kau terus mendekatinya. Tapi saat kau menjauh dia yang akan mendekatimu. Lisa dan Jihyo berbeda jadi jangan gunakan cara Jin untuk mendekati Lisa" Taehyung tidak mengerti dengan ucapan Ahjumma Han. Apa maksudnya? "Ahjumma masuk dulu nde" * Matahari semakin meredupkan sinarnya, dengan jam yang menunjukkan angka 18.00 dan Aliya masih diam dipinggir jalan. Entah apa yang Aliya lakukan disana, pakaian sekolah yang masih melekat pada tubuhnya dan tas yang lengkap dengan yang lain. Aliya sangat malas untuk pulang. "Kau tidak pulang?" Aliya menengok samping dimana ada Chanyeol yang berdiri tidak jauh darinya. "Berbahaya bagi gadis seusiamu berdiri sendirian dipinggir jalan" Aliya tidak terlalu memperdulikan ucapan Chanyeol. Aliya sangat malas meladeni tiang berjalan ini. "Jika kau tidak punya tumpangan mari kuantar" Aliya tidak tertarik dengan tawaran Chanyeol. Kakinya masih berfungsi dengan baik. "Kenapa kau selalu mendekatiku?" Tanya Aliya jengah pada Chanyeol. "Aku hanya mendekati calon istriku" Aliya mendengus jijik mendengar jawaban yakin Chanyeol. Percaya diri sekali pria ini. "Dengarkan aku Tuan, aku sama sekali tidak tertarik padamu jadi berhenti mendekatiku. Aku tidak peduli apa niatanmu kesini dan aku tidak mau terlibat apapun denganmu. Jadi menjauhkan dariku" Chanyeol tersenyum misterius dan menatap tajam mata Aliya. "Lalu jika tidak tertarik denganku apa kau tertarik pada Jimin?" Tanya Chanyeol sinis dan membuat Aliya mendengus kesal. "Tidak ada hubungannya denganmu jadi berhenti mencampuri urusanku" jawaban Aliya membuat Chanyeol mendengus sinis. "Akan kupastikan kau hanya akan menjadi milikku" desis Chanyeol dan meninggalkan Aliya. "Dasar orang gila" umpat Aliya kesal. Dulu Jimin yang gila, sekarang kakaknya. Kenapa kedua saudara itu sangat gila dan sangat ambisius untuk mendapatkannya. "Aku bahkan tidak tertarik pada Jimin, apalagi denganmu. Kalian hanya mainan" desis Aliya yang mengakui apa yang ada dihatinya. Jangan kira selama ini Aliya mulai tertarik pada Jimin. Jawabannya tidak sama sekali. Aliya hanya menganggap Jimin sebagai partner dan tidak lebih. Dan untuk alasan Aliya menuruti semua keinginan Jimin itu hanya demi kebaikan kedua kakaknya. Dan mengenai hubungan ranjang mereka itu hanya sarana melepaskan penat dan menikmati hidup. Jangan fikir Aliya terikat dengan Jimin. Tidak sama sekali, bagi Aliya semau laki-laki masih sama dan itu berlaku bagi Jimin juga. "Dasar sinting" T.b.c
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD