Again

1316 Words
Happy Reading. * Aliya hanya diam saat Jimin menatap intens dirinya. Aliya datang telat dan tidak berniat minta maaf atau apa pada Jimin yang sedang mengisi jam dikelasnya. "Duduklah!" Aliya yang diperintahkan duduk langsung saja duduk tanpa salam dan sungkan. "Oke kita teruskan! Buka halaman 102 tentang bab Dance!" Aliya mengeluarkan bukunya dan membuka halaman yang dimaksud Jimin. "Oke langsung saja! Kalian pasti tahu tentang Dance dan kali ini akan langsung saya adakan kegiatan kompetisi antar siswa. Dan pemenangnya akan berkesempatan mewakili sekolah mengikuti kejuaraan tari dan akan dipasangkan dengan saya!" Semua siswa langsung riuh dan bertepuk tangan. Tentu mereka ingin menari dengan guru tertampan disini dan mereka tidak akan menyiayiakan kesempatan yang ada. "Akan saya beri waktu seminggu dan kalian bisa mempersiapkanya dulu. Dan tepat seminggu dari sekarang kompetisi akan dimulai. Dan ini wajib diikuti oleh semua siswa tanpa terkecuali!" Tegas Jimin sambil melirik Aliya yang hendak protes. "Dan saya kira ini sudah cukup!" Kata Jimin mengakhiri. * "Mwo?" Tanya Aliya geram pada Jimin. "Apanya?" Balas Jimin santai. "Peraturan apa yang kau buat hah? Kenapa bisa ada yang seperti itu?" Tanya Aliya kesal. "Aku hanya ingin mencari yang terbaik!" Jawab Jimin santai. "Aku tidak akan ikut!" Kekeh Aliya. "Coba saja jika bisa! Tidak ada Harabojie Kwon yang akan melindungimu kali ini!" Kata Jimin santai. "b******k! Apa yang kau inginkan dariku sebenarnya?" Teriak Aliya kesal. "You!" Jawab Jimin enteng. "Kau tidak waras!" Umpat Aliya yang sudah sangat kesal pada Jimin. "Tidak masalah!" Kata Jimin sambil meraih pinggang Aliya. "Hei~~~" pekik Aliya kesal. "Wae?" Tanya Jimin enteng. "Ada yang melihat nanti!" Kata Aliya sambil berusaha melepaskan pelukan Jimin. "Tidak ada!" Kilah Jimin santai. "Jim Please!" Kata Aliya yang mulai putus asa. "Mau menari bersama?" * "Lalisa!" Jihyo mencoba memanggil Lisa yang ada dibagian samping kebun. Mereka terpisah karena mengawasi bagian kebun masing-masing dan ini sudah waktunya pulang dan Lisa belum juga menunjukkan batang hidungnya. "Lis ki~~~" "Jihyo-ya!" Tubuh Jihyo membeku saat mendengar panggilan itu. Jihyo sangat hafal dengan suara itu, dan Jihyo tidak berniat berbalik untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya. "Jihyo-ya!" Suara itu semakin lirih dan Jihyo semakin takut untuk berbalik. "Jihyo Eon~~Jin Oppa!" * Aliya meremas kuat rambut Jimin, merasakan bagaimana sensasi ciuman Jimin membuatnya melayang. "Jhim!" Jimin sendiri semakin mencium intens Aliya, merasakan bagaimana manisnya bibir Aliya dan membuatnya ketagihan. Tangan Jimin mulai tidak tinggal diam. Jemari kekarnya mulai meraba bagian belakang tubuh Aliya yang hanya berbalut kaos hitam pendek dan celana training. "Emph!" Dengan langkah terseok-seok Jimin menuntun tubuh Aliya untuk menuju meja yang ada disana. Merasa menemukan apa yang dicarinya, Jimin langsung mengangkat tubuh Aliya untuk duduk dimeja. "Jhim!" Jimin melingkarkan kaki Aliya dipinggangnya membuat tubuh mereka benar-benar menempel, sementara bibir mereka masih sibuk memanggut mencari kenikmatan satu sama lain. Sebenarnya tadi mereka sedang latihan Boxing diruang Dance dan entah iblis dari mana yang membuat mereka jadi seperti ini. Tangan Jimin mulai bergerak aktif untuk meraba tubuh Aliya dan Jimin bisa mendengar jelas desahan kenikmatan yang terlontar dari bibir Aliya yang saling bertaut dengan bibirnya. "Ah!" Aliya mendesah saat Jimin menggigit bibir bawahnya. Tubuhnya sudah benar-benar panas karena sentuhan Jimin dan Aliya tidak bisa menghentikan ini. "Otte?" Tanya Jimin lirih setelah melepas ciumanya dan menyatukan kening mereka yang sudah sama-sama basah dengan keringat. "Mworago?" Balas Aliya yang lebih mirip desahan dari pada pertanyaan. "Mau mengulang?" Tanya Jimin memastikan keinginanya. "Lagi?" Tanya Aliya dengan membuka matanya. "Hem!" Jawab Jimin yakin. "Pakai pengaman!" Ujar Aliya. "Tidak perlu!" Desis Jimin sambil kembali meraub bibir Aliya kedalam sebuah ciuman yang lebih intens dan b*******h. "Aku tidak peduli dengan akibat dari ini! Aku hanya ingin bersamamu!" * "Jebal" lirih Jihyo yang mencoba melepaskan tangan Jin yang menahanya. "Aniya Jihyo-ya!" Kata Jin yang semakin mempererat pegangan tanganya. "Kita sudah selesai" kata Jihyo yang sudah mulai kehilangan tenaganya. "Aniya! Kita masih berstatus suami-istri Jihyo-ya! Dan kita saling masih saling memiliki" lirih Jin pada Jihyo. "Please! Aku ingin memulai kehidupanku sendiri tanpamu!" Lirih Jihyo pada Jin. "Aku mohon Jihyo-ya! Aku tahu aku salah, tapi beri aku kesempatan kedua! Aku mohon" kata Jin yang benar-benar memohon. "Aku tidak bisa! Lebih baik kita berpisah, aku tidak mau menyusahkanmu! Lebih baik kau kembali pada Park Boreom!" Kata Jihyo. "Aniya Jihyo-ya! Aku hanya ingin kembali denganmu, aku tahu aku salah dan aku ingin minta maaf padamu! Please Jihyo-ya beri aku kesempatan kedua. Aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi!" Lirih Jin yang benar-benar memohon pada Jihyo. Sementara Jihyo hanya bisa bungkam. Mulutnya terkunci rapat dan tidak berani menatap mata Jin. Ada ketakutan besar yang mendera Jihyo, apalagi dengan pernyataan Jin yang ingin memulai semua dari awal denganya. "Mianhae!" * Lisa termenung disamping Taehyung yang duduk disampingnya. Mereka sama-sama diam dan membisu, Lisa hanya diam dengan pandangan lurus, sementara Taehyung diam seribu bahasa dan sorot mata tajam Taehyung tampak menancarkan rasa bersalah yang kentara. "Mianhae!" Lirih Taehyung yang sudah menundukkan kepalanya dalam. "Kau boleh menghukumku atau melakukan apapun yang akan membuatmu memaafkanku. Tapi kumohon beri aku kesempatan kedua!" Ujar Taehyung yang masih dengan suara lirih. "Aku tidak akan melarangmu melakukan apapun dan kau berhak melimpahkan semua kesalahan ini padaku" tambah Taehyung. "Dan kau juga boleh minta apapun dariku termasuk nyawaku!" Lisa menyunggingkan senyum sinis pada bibirnya. Menertawakan perkataan Taehyung yang menurutnya lucu. "Jinja? Aku bisa meminta apapun darimu termasuk nyawamu?" "Ya kau boleh minta apapun dariku!" Kata Taehyung antusias sambil menatap Lisa. "Baiklah! Aku memintamu untuk menikah dengan Bae Joo Hyun~~~" "Lis!" Tegur Taehyung keras. "Pergi dari kehidupanku untuk selamanya dan jangan pernah tunjukkan wajahmu didepanku lagi! Bisakan?" Kata Lisa meneruskan. "Lalisa!" "Dan jika kau menuruti ucapanku, aku akan memikirkan tentang kesempatan kedua!" Desis Lisa sinis. "LALISAA KIMMMM!" * Jimin diam sambil memeluk tubuh polos Aliya, mereka berbaring tanpa alas diruang Dance dan mereka juga tidak mengenakan satu helai kain pun pada tubuh masing-masing. "Aku ajari menari ya?" Tawar Jimin sambil memainkan jari kecil Aliya yang ada digengamanya. "Aku tidak mau!" Jawab Aliya sambil menelusupkan kepalanya pada d**a bidang Jimin. "Wae?" Tanya Jimin pelan. "Aku tidak ingin menuruni bakat dari siapa pun! Kau ajak Mina saja, aku akan melihat kalian!" Balas Aliya datar. "Aku ingin kau bukan yang lain!" Tegas Jimin. "Tapi Jim~~~" "No! Kau tetap akan kuajari!" Kata Jimin final. "Kau semakin mengatur!" Desis Aliya kesal. "Aku hanya ingin meluruskan apa yang aku anggap perlu!" Balas Jimin enteng. "Aku hanya~~~" "Shut! Tidur!" Kata Jimin menyela Aliya. "Jim~~~" "Not!" Tegas Jimin sambil memeluk Aliya erat. * Aliya menatap tajam Jin dan Taehyung yang berdiri didepan rumahnya. Wajah Aliya terlihat memerah melihat kedua kakaknya disini. "Siapa yang memberitahu kalian?" Tanya Aliya dingin. "Mag~~" "Jawab saja!" Gertak Aliya yang sudah sangat emosi. Aliya yakin jika bukan teman-temanya yang memberitahu keduanya dan bukan juga Jihyo dan Lisa apalagi Ahjumma Han. "Mag~~~" "Jawab atau kalian kuusir!" Desis Aliya yang sudah kehilangan kesabaranya. Sementara Jin dan Taehyung sudah mulai kehilangan keberanian untuk menjawab pertanyaan Aliya. Mulut mereka seakan terkunci rapat dan sangat sulit berbicara. Jin yang sadar akan atmosfit diantara mereka yang sudah sangat memburuk mulai memberanikan diri untuk menatap mata sang adik. "Jimin, Park Jimin!" Jawab Jin tegas. * "Percepat semuanya!" "Kapan Tuan?" "Satu bulan dari sekarang! Anak itu sudah harus dihentikan!" "Tuan yakin?" "Lakukan saja perintahku!" "Saya mengerti Tuan!" * "Lepas!" Teriak Aliya pada Jimin yang memeluknya. "Dengarkan aku dulu!" Kata Jimin sambil mencoba menahan tubuh Aliya agar tidak terlepas. "b******k lepaskan aku!" Berontak Aliya keras. "Please Aliya ini demi kebaikan semua orang. Jin dan Taehyung butuh Jihyo dan Lisa, mereka ingin bersama wanitanya dan menutup akses mereka juga bukan kebenaran. Kedua kakakmu juga ingin bahagia. Mereka sudah mau mengakui kesalahan mereka dan ingin memperbaikinya jadi tolong beri kesempatan kedua pada keduanya!" Teriak Jimin keras pada Aliya yang masih berontak. "Tid~~" "Kesempatan kedua!" Tekan Jimin lagi. * Mudah mengatakan jika kesenpatan kedua ini diberikan tapi cara penerimaan kehati orang yang memberikan kesempatan itu yang susah. Memaafkan orang yang sudah menyakiti kita tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu memory dan hati yang kuat untuk meneruskan apa yang sudah terjadi. Tbc.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD