Anjani menghembuskan napasnya berat. Entah untuk ke berapa kalinya.
Saat mendengar cerita dari Leo sahabatnya Bara tadi, pikirin Anjani menjadi tidak karuan.
Anjani yakin Bara berubah pasti Karena Isabel mantan kekasihnya itu. Isabel sangat berarti di hidup Bara. Mungkin sampai sekarang.
Apalagi tadi saat Roby mengatai Isabel, Bara sampai segitunya marah ke Roby.
Anjani bisa melihat ekspresi Bara, antara marah dan kecewa.
Anjani rasa Bara masih menyukai Isabel, tapi dia juga kecewa karena Isabel meninggalkan dia begitu saja.
Anjani jadi takut, seandainya Isabel kembali, akan bagaimana rumah tangganya dan Bara.
Bara pasti meninggalkan nya dan lebih memilih Isabel. Akhirnya mereka harus berpisah.
Anjani menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia nggak mau rumah tangganya berantakan.
Anjani tidak akan siap. Keutuhan rumah tangga itu sangat penting untuk Anjani. Apalagi Anjani hanya ingin menikah seumur hidup sekali.
"Mbok...." Panggil Anjani ke Mbok Jum, yang kebetulan lewat.
"Iya Nyah..." Ucap Mbok Jum sopan, dengan berjalan ke arah Anjani yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Ada perlu apa Nyah?, biar saya ambilkan" ucap Mbok Jum.
"Enggak ada, Anjani cuma mau ngobrol sama Mbok aja..." Ujar Anjani.
Dia mau menanyakan soal Isabel ke Mbok Jum. Sedikit banyak Mbok Jum pasti tau.
Karena katanya dia udah lama kerja dengan keluarga Bara.
"Duduk sini Mbok..." Suruh Anjani dengan menepuk Sofa di sebelahnya.
"Nggak Nyah... Saya duduk di sini saja..." Ucap Mbok Jum hendak duduk di bawah, nggak enak kalau harus duduk di atas bersama dengan majikannya.
"Jangan Mbok, di sini aja sebelah Anjani..." Cegah Anjani dengan menarik tangan Mbok Jum agar duduk di sebelahnya.
Akhirnya Mbok Jum pun duduk di sebelah Anjani. Mbok Jum merasa senang karena istri majikan nya sangat baik ternyata.
Bara beruntung dapat istri sebaik Anjani.
"Gini Mbok, Jani mau nanya, Mbok kan udah lama kerja di sini..." Ucap Anjani.
Mbok Jum menganggukkan kepalanya.
Mbok Jum memang sudah puluhan tahun kerja dengan keluarga Bara. Dulu dia kerja di rumah orang tua Bara. Tapi semenjak Bara pindah dan punya rumah sendiri, Mbok Jum juga di suruh pindah ke sini, untuk mengurusi rumah dan keperluan Bara.
"Jadi Mbok, pasti kenal dong dengan Isabel..."
Mbok Jum langsung terdiam mendengar ucapan Anjani.
"Mbok tau nggak, gimana hubungan Mas Bara sama Isabel sebenarnya..." Ucap Anjani dengan serius.
"Eee.. kalau itu sih saya kurang tau Nyah. Tapi memang dulu Mbak Isabel sering ke rumah..." Ucap Mbok Jum jujur. Hanya itu yang dia tau.
"Terus Mas Bara dulu nggak kayak gini orang nya. Katanya dia lebih ramah, lebih ceria emang iya?" Tanya Anjani lagi. Menanyakan hal lain nya.
"Iya bener. Dulu tu Tuan lebih ceria nggak kayak sekarang. Kalau dulu dia sering kumpul sama keluarganya, tapi semenjak Mbak Isabel pergi Tuan jadi sering ngurung diri di dalam kamar..." Ucap Mbok Jum.
"Bahkan waktu pertama-tama Tuan nggak mau keluar kamar sama sekali..." Ucap nya.
Mbok Jum hanya asisten rumah tangga disini, jadi cuma itu yang dia tau. Kalau masalah lain Mbok Jum nggak tau sama sekali.
Anjani menganggukkan kepalanya mengerti. Jadi kalau gini bener Isabel penyebab Bara berubah.
"Dulu itu Tuan baik banget. Nggak pernah mabuk, apalagi bawa perempuan ke rumah. Tapi sekarang berubah..." Ucap Mbok Jum lagi.
"Nyonya juga harus sabar, nanti kalau Tuan bawa perempuan ke rumah..." Ucap Mbok Jum.
Mbok Jum juga berharap semoga setelah nikah majikan nya itu berubah.
Apalagi Anjani baik begini. Kasihan kalau harus di sakiti.
Anjani tersenyum miris. Boleh kah dia menyesal menikah dengan Bara.
Tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur. Menyesal pun percuma.
"Ya udah kalau gitu, Mbok permisi dulu ya Nyah. Mau nyapu halaman belakang..." Ucap Mbok Jum.
Anjani menganggukkan kepalanya.
"Makasih ya... Mbok..." Ucap Anjani.
Setelah itu Mbok Jum pergi dan Anjani memilih untuk masuk kedalam kamarnya.
Anjani naik ke atas, lalu masuk ke kamarnya dan Bara.
"Apa aku cari sesuatu di sini aja..." Ucap Anjani.
Mungkin di kamar ini Anjani bisa menemukan sesuatu tentang Isabel.
Tapi Anjani takut kalau harus ngacak-ngacak kamarnya Bara.
"Tapi ini kan kamar aku juga..." Ucap Anjani.
Tidak mau ambil pusing Anjani pun mulai membuka. Laci-laci dan lemari yang ada di kamar Bara. Yang penting setelah ini di rapikan lagi semuanya seperti semula. Suapaya Bara tidak sadar kalau dia menggeledah.
Anjani juga membuka lemari baju Bara. Biasanya orang sering menyimpan sesuatu yang penting di selipan baju.
Buk.
Sesuatu jatuh dari lipatan baju Bara.
"Tuh kan bener..." Ucap Anjani.
Anjani segera mengambil benda itu. Yang ternyata sebuah foto.
Anjani mengerutkan keningnya, saat melihat foto yang ada di tangannya.
Di sana ada foto Bara yang sedang mengenakan seragam SMA, bara tersenyum cerah ke arah kamera. Dan tangannya merangkul bahu orang yang berada di sebelahnya.
Tapi muka orang yang di rangkul Bara udah di coret-coret.
Jadi Anjani tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas.
Anjani berjalan ke ranjang, dengan membawa foto itu.
"Apa mungkin ini Isabel..." Guman Anjani.
Sosok perempuan yang mukanya di coret-coret ini pasti Isabel.
"Beneran beda ternyata..." Ucap Anjani.
Saat melihat ekspresi Bara di dalam foto itu, sangat berbeda dengan Bara yang sekarang.
Dulu wajah bara sangat berseri-seri dan bahagia. Tapi sekarang Bara terlihat suram dan datar.
Anjani membalik foto itu, banyak tulisan di belakang foto ini ternyata.
KEMANA Lo?
KENAPA NINGGALIN GUE?
GUE NUNGGUIN LO.
SAYANG PULANG.
SEMANGAT GUE HILANG.
APA GUE PUNYA SALAH, SAMPAI LO NINGGALIN GUE.
NGGAK ADA LO HIDUP GUE RASANYA HAMPA.
LO HARUS LIHAT LAMARAN YANG GUE BUAT.
KENAPA LO NINGGALIN MIMPI-MIMPI KITA.
RASANYA GUE PENGEN MATI.
Anjani melebarkan mulutnya saat membaca tulisan terakhir yang ada di belakang foto itu.
Anjani yakin ini tulisan Bara. Bara sampai ingin mati karena di tinggal Isabel.
Anjani segera mengembalikan foto itu lagi ke tempatnya tadi. Takut Bara tiba-tiba pulang.
Setelah itu Anjani merebahkan tubuhnya di ranjang.
Dia memandang langit-langit kamar nya.
"Sedalam itu cinta Mas Bara ke Isabel..." Ucap Anjani.
Terus sekarang apa yang Anjani harus lakukan, ketika suatu hari Isabel kembali.
Dan Bara pasti memilih Isabel daripada dirinya.
Banyak kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini.
Dan nampak nya Bara juga masih menginginkan Isabel untuk kembali lagi.
Kalau tau dari awal begini. Anjani tidak akan mau menikah dengan Bara.
Apalagi harus bersaing dengan Masalalu Bara. Yang sampai sekarang belum bisa Bara lupakan.
Bersaing dengan perempuan yang sangat Bara cinta.
Sementara Anjani cuma istri yang terpaksa untuk Bara nikahi.
Tidak ada cinta sama sekali. Jangan kan cinta, rasa suka saja tidak ada.