BAB 179

1309 Words

“Jangan!” Seorang gadis berdiri di ambang pintu. Perlahan mendekat dengan tubuhnya yang sangat lemah. Tiba-tiba saja gadis itu duduk bersimpuh di hadapan Raja. Lalu ia mengatupkan kedua telapak tangannya dan memohon. "Tuan, tolong jangan pecat Boni. Dia tidak bersalah. Saya yang bersalah karena meminta dia menjaga rahasia saya. Tuan bisa meluapkan amarah pada saya. Tapi tolong ampuni Boni dan Tuan Leon." Cih! Kamu bahkan rela berlutut demi mereka berdua? Entah mengapa Raja tidak suka melihat gadis itu berlutut hanya demi kedua anak buahnya. "Baiklah, akan aku pertimbangkan. Kalian berdua keluar dari ruangan ini. Aku ingin bicara empat mata dengannya," perintah pria itu. Leon dan Boni saling berpandangan. Merasa ragu untuk pergi dari sana. Raja dengan cepat menyadari itu. "Tenang saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD