Awal
Nampak seorang gadis yang sedang menangis tersedu sedu dengan tangan yang menutupi wajah cantiknya. Gadis itu baru saja mendapatkan tamparan dari orang tuanya.
Orang tua mana yang tidak sedih juga anak gadis mereka hamil disaat ia masih menduduki bangku kelas 2 SMA. Anak terakhir dari 2 bersaudara, gadis yang sangat cantik juga polos itu hanya menangis diruang keluarga.
"Siapa nak? Siapa pria yang sudah menghamilimu" Lirih Mama-nya sambil menitikan air mata.
Gadis itu hanya menangis dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Bilang sama Papa! Siapa yang menghamili kamu Zani!" Bentak sang kepala keluarga.
"Za..zani gatau hiks" Lirih nya
PLAK!
"Siapa yang mengajarimu menjadi seorang jalang Zani!" Bentak Papanya lagi dan menampar anaknya itu
"Hiks hiks Zani gak tau hiks pah, pas bangun hiks di hiks dia udah gak ada hiks." Teriak Zani sambil menangis deras.
"Jangan bohong kamu Zani! Katakan siapa yang menghamilimu!" Teriak Damien, Abangnya
Damien Costra, pria itu sangat marah ketika mengetahui adik perempuan kesayangannya hamil diluar nikah.
"Hiks hiks hiks"
Zani hanya bisa menangis sambil memeluk tubuhnya sendiri, dia tidak tau harus menjawab apa kepada tiga orang yang menanyainya. Dia takut si pria b******k itu gak mau tanggung jawab.
"Jawab Zani! Siapa dia? Astagfirullah dosa apa mama nak" Lirih Mama-nya Zani sambil menangis di pelukan sang Suami.
Zani berjalan dan memeluk kaku sang Mama
"Hiks hiks mama, hiks maafin zani ma hiks maafkan kesalahan zani" Mohon Zani sambil memeluk kaki ibunya sambil menangis.
Damara hanya bisa diam sambil menangis. Dia tidak kuat melihat wajah berantakan Zani, dia menangis karena kecewa, kecewa karena dia tidak bisa menjaga anak gadis nya. Siapa ibu didunia ini yang tidak kecewa ketika mengetahui anaknya hamil diluar nikah?
"Bilang sama abang, siapa yang menghamilimu" Tegas sang Kakak sambil menarik Zani paksa.
"Hikss abang, hiks zani takut hiks hiks" Isaknya menggelengkan kepala.
"Takut karna?"
"Siapa Zani? Bilang sama Papa sama Abang! Siapa orang itu!" Teriak Damien dimukanya Zani.
"Hiks hiks kak Arga" Lirih Zani membuat Damien mengepalkan kedua tangannya. Arga. . . sahabatnya.
"Damn It" Umpat Damien kemudian meninggalkan rumahnya dan pergi kerumah Arga unyuk meminta pertanggung jawaban dari pria itu. Yang bergelelar sebagai tersangka dengan botaben sahabatnya sendiri.
***
BUGH
BUGH
BUGH
"DASAR k*****t LO ARGA!!" Teriak Damien saat memukul Arga. Pria itu tidak hanya diam, lantas dia membalas pukulan Damien juga.
BUGH
"LO KENAPA TIBA TIBA MUKUL GW DAM?!" Teriak Arga juga.
"b******k LO! LO HARUS TANGGUNG JAWAB ARGA!! ADEK GW HAMIL! LO KAN YANG UDAH PERKOSA ADEK GW HAH?!" Teriak Damien. yang mengundang keluarga Arga yang berada dirumah semuanya keluar karena mendengar teriakan Damien.
"GW GATAU APA-APA DAM! GW PERKOSA ADEK LO KARENA GW MABUK! GW GADA NIATAN BUAT SETUBUHI DIA DAM" Balas Arga
BUGH
BUGH
BUGH
"TAPI KENAPA HARUS ADEK GW GA?! KENAPA HARUS ADEK GUA HAH?! BANYAK JALANG LO! TAPI KENAPA HARUS ADEK GW? DIA MASIH SEKOLAH, DIA MASIH KELAS 2 SMA ASAL LO TAU. DAN MASA DEPAN NYA HANCUR GARA GARA LO ARGA!" Teriak Damien sebari menitihkan air matanya.
"Kenapa harus adek gw? Adek gw ga tau apa apa" Lirih Damien tertunduk.
Arga yang melihat itu hanya bisa diam membisu. Karna dia tau dia salah karena sudah meniduri adek sahabatnya.
"Apa ini benar Nak Dam?" Tanya Ibu-nya Arga.
"Arga menghamili Zani" Setelah mengatakan itu Damien pergi begitu saja. Sumpah demi apapun saat ini juga dia ingin membunuh sabahatnya itu, namun ia masih sadar dan tidak mau melakukan hal gegabah itu.
BUGH
BUGH
BUGH
"Kamu harus bertanggung jawab!" Bentak Papi-nya murka.
"Arga gak mau nikah pih" Teriak arga yang mengundang sang ayah untuk kembali memukul anaknya
BUGH
BUGH
"TAPI DIPERUTNYA ADA ANAKMU ARGA!! ADA DARAH DAGING KAMU DISANA ARGA! NIKAHI DIA KASIHAN DIA NAK!!" Teriak Papinya
"Tapi masalahnya Arga ga cinta sama dia pi, Arga gamau nikah sama dia" jawab Arga
"Cinta akan datang dengan terbiasa, setidaknya nikahi dulu dia. Jika bukan karna cinta, setidaknya nikahi dia karna dia mengandung anakmu Arga" Setelah mengatakan itu Papinya masuk kedalam rumah meninggalkannya.
"Mamih kecewa sama kamu arga"