Empatpuluh: Dering

1102 Words

Disa menghela napasnya sejenak kala ia tiba di depan gerbang sekolah, sebelum kakinya kembali melanjutkan langkah menyusuri beranda sekolah. Dari kejauhan, matanya menangkap sosok Aksa yang tengah berjalan di koridor, tengah menggendong ransel hitamnya sembari berjalan santai seolah hari ini hari biasa. Padahal, hari ini adalah hari terakhir ujian kelulusan. "Aksa!" Panggilnya. Pun gadis itu berlari kecil untuk menghampiri lelaki yang mau tidak mau langkahnya mesti terhenti. "Uhuk! Uhuk!" Alih-alih menyapa atau paling tidak memberi Disa sekata atau dua kata, Aksa malah terbatuk. Pun Disa yang melihat itu, seketika khawatir dibuatnya. "Apa kau tidak enak badan? Flu? Batuk? Ah, kebetulan aku punya obat, kau mau?" Rentetan tanya pun dihujani Disa. Lelaki itu hanya mengangguk mengiyakan. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD