Empatpuluhsatu

1053 Words

Disa masih setia menanti dering dari ponselnya. Gadis itu kini terduduk di tepian jendela kamar, sembari melamun. Pun entah dari siapa, kali ini ponselnya kembali berdering. Tentu tak ingin lagi terjebak, Disa memeriksa nama kontak yang tertera. Jika berasal dari nomor tak dikenal, ia tidak dulu ingin mengizinkan euforia kebahagian menyelimutinya sebab khawatir ada telepon iseng lagi seperti yang Arkan lakukan sebelumnya. Kali ini sebaris nama yang begitu dikenalnya yang tertera di layar ponsel. "Ya, Nana? Ada apa?" Jawab Disa. "Disa, aku berhasil! Aku lolos!" Kata Nana dari seberang sana. "Benarkah? Mereka sudah menghubungimu?" "Baru saja." Jawaban yang diberikan Nana agaknya membuat Disa sedikit murung. Namun bukan berarti ia tak turut berbahagia akan keberhasilan temannya. Disa h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD