"Selamat siang," sapa Laras pada seorang wanita paruh baya yang sedang membersihkan alat-alat masak di sebuah wastafel. Dia tampak ragu mendekat tapi, penasaran dengan pernikahan yang terjadi antara Gian dan Riska. Laras yakin mereka berdua melalui sebuah kisah terlebih dahulu sebelum menikah. Agar tidak melampaui batas dalam mengambil tindakan Laras ingin tahu terlebih dahulu bagaimana awal pernikahan itu terjadi. Takutnya ketika dia marah atau meluruskan sebuah fakta malah melukai Riska padahal kedatangannya ke Jakarta dimodali dan wanita itu terlihat begitu tulus menyayanginya. "Siang," wanita paruh baya itu menyahut dan berbalik. Kedua alisnya bertaut memindai Laras dari ujung kaki hingga rambut. Sangat lusuh, karena wanita itu memang tidak lagi bisa hidup baik semenjak Gian pergi

