Steve bangun dari tempat tidurnya, ia membuka tirai jendela kamarnya. Meneguk air putih yang tersedia di atas meja dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Setelah selesai, ia pamit pada Cassey dan segera ke kantor. Kali ini, ia tidak sarapan.
Steve masuk ke mobilnya, menyalakan mesin mobil kemudian melaju menuju kantor.
Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk tiba di kantor. Steve segera menggunakan lift untuk menuju ruangannya.
Sesampainya, Steve bertemu dengan sekretarisnya.
“Soal pertanyaan saya yang kemarin, Zanna jangan sampai tahu ya” ucap Steve
“Baik pak” balas sekretaris itu
Steve masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursinya.
Steve mengambil ponselnya saat sadar sejak semalam belum membuka ponselnya.
Dari notifikasi, ia melihat pesan dari Zanna. Ia membuka pesan itu.
Zanna Brielle Amarise: Jangan marah lagi ya om ganteng
Steve mengerutkan keningnya.
‘Dia gak marah lagi?’ batin Steve bertanya tanya
Steve terus menatap pesan dari Zanna lalu tidak sengaja dirinya tersenyum. Senyum Steve pudar saat seseorang masuk ke dalam ruangannya.
Steve melihat Zanna yang masuk ke dalam ruangannya.
“Udah gak marah?” tanya Steve
“Pesan aku udah kamu baca?’ tanya Zanna balik
“Udah” jawab Steve
Zanna mengangguk sambil menahan malu.
“Atau lo salah kirim? Siapa om ganteng? Lo punya sugar daddy?” tanya Steve
“Ada” jawab Zanna
"Siapa?" tanya Steve penasaran
“Bokap gue” sambung Zanna
Steve memutar bola matanya malas.
“Iya, aku udah gak marah! Lupain ajalah tentang kemarin itu!” seru Zanna
“Lagian kalau aku marah, kamu pasti makin senang kan? Karena perjodohan kita kemungkinan besar aku batalin” tanya Zanna
Steve hanya menganggukkan kepalanya.
“Aku bakalan buat kamu menderita” ucap Zanna
Steve menatap Zanna dengan pandangan kosong.
“Karena aku gak bakal batalin perjodohan ini” sambung Zanna
Steve hanya diam.
“Eh besok udah akhir pekan, jadi kan kita pergi?” tanya Zanna
“Emang mau ke mana?” tanya Steve
“Ada deh” jawab Zanna
“Kalau gitu sampai ketemu besok” sambung Zanna
“Lo mau ke mana?” tanya Steve
“Aku mau ketemu sama teman-teman aku” jawab Zanna
“Siapa?” tanya Steve
‘Aduh berasa di interogasi sama suami’ batin Zanna senang
“Ya teman-teman aku kayak biasa” jawab Zanna
Steve mengangguk paham.
“Aku juga mau cari kerja sih” ujar Zanna
“Perusahaan kamu lagi buka lowongan gak?” tanya Zanna
Steve menggeleng.
“Yahhh, padahal aku mau coba daftar. Yaudah deh aku pergi dulu ya” pamit Zanna
“Bye sayang” pamit Zanna lagi
Steve hanya menatap datar kepergian Zanna.
**********
Alex berjalan-jalan sekitar kantor Steve. Ia tidak sengaja melihat orang yang tidak asing baginya.
“Alex?” panggil orang itu
“Lo di sini lagi?” tanya orang itu
“Iya, kak Zanna” jawab Alex
“Mau ketemu Steve?” tanya orang itu yang ternyata adalah Zanna
“Aku baru aja dari ruangan Steve, dia lagi ada di ruangannya kok” sambung Zanna
Alex tertawa pelan.
“Enggak kok kak, aku ke sini disuruh papa mengawasi sekitar kantor ini” jelas Alex
Zanna mengangguk paham.
“Udah selesai?” tanya Zanna
“Udah” jawab Alex
“Sekarang lo mau ke mana?” tanya Zanna
“Mau balik ke perusahaan satu lagi” jawab Alex
“Kita kayaknya searah deh, boleh numpang gak sih?” tanya Zanna
“Boleh” jawab Alex
“Ayo!” ajak Alex
Alex dan Zanna menuju Valet Parking, sesampainya Alex membukakan pintu untuk Zanna masuk.
“Lo romantis banget pakai dibukain pintu” puji Zanna
Alex tersenyum.
‘Andai Steve kayak Alex juga’ batin Zanna
Setelah Zanna masuk, baru ia masuk dan melajukan mobilnya.
Mereka tidak tahu, bahwa sejak tadi ada yang memperhatikan mereka.
Karina yang berniat mengunjungi Alex malah melihat Alex dengan perempuan lain.
‘Senyum Alex kelihatan tulus banget sama perempuan itu’ batin Karina sedih
‘Perempuan itu siapa ya?’ batin Karina lagi
Karina mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi Alex.
“Halo sayang” sapa Alex
“Kamu di mana?” tanya Karina
“Aku baru mau balik ke perusahaan papa” jawab Alex
“Perusahaan papa kamu yang mana?” tanya Karina
“Yang biasanya aku di sana” jawab Alex
“Per-“
‘Enggak, gue gak boleh cari ribut. Siapa tahu itu cuman teman kan?’ batin Karina
“Aku udah di perusahaan kakak kamu padahal” ucap Karina
“Kamu kenapa gak bilang?” tanya Alex
“Ya niatnya mau kasih kejutan” jawab Karina
“Alex, nanti aja teleponannya biar fokus nyetir” ucap seorang perempuan
‘Apa-apaan dia?’ batin Karina
“Sayang, aku fokus nyetir dulu ya” ucap Alex kemudian mematikan panggilan itu
Karina menatap ponselnya kesal.
“Biasanya Alex bilang bakalan nyusul, ini malah langsung matikan” ucap Karina mulai overthinking
KArina terdiam sejenak, kemudian memilih untuk pulang ke rumahnya.
********
“Di sini?” tanya Alex
“Iya” jawab Zanna sambil keluar dari mobil
“Makasih banyak ya, Lex. Kapan-kapan gue traktir makan, oke?” ucap Zanna
“Iya, kak. Santai aja” balas Alex
“Gue pergi dulu ya” pamit Alex
“Oke, hati-hati ya” ucap Zanna
Alex mengangguk dan melajukan mobilnya meninggalkan Zanna.
“Siapa tuh?” tanya Gianina
Zanna melihat Gianina dan Amanda yang ternyata memperhatikan ia dan Alex.
“Calon adik ipar gue” jawab Zanna
“Widih, ganteng” puji Gianina
“Iya dong! Abangnya aja ganteng kan?” tanya Zanna
“Steve maksud lo?” tanya Amanda
Zanna mengangguk bangga.
“Iya deh, emang bibit unggul” ujar Amanda
“Eh Zan, kenalin ke kita dong” sambung Amanda
“Siapa?” tanya Zanna
“Itu yang tadi” jawab Amanda
“Alex maksud lo?” tanya Zanna
“Iya, calon adik ipar lo” jawab Amanda
“Gak bisa” tolak Zanna
“Kenapa?” tanya Gianina
“Dia udah punya pacar” jawab Zanna
Gianina dan Amanda mengerucutkan bibir mereka.
Zanna tertawa.
“Udah pacaran lama mereka. Jangan ganggu deh” ucap Zanna
“Yaudahlah ya, masih banyak cowok lain” ujar Amanda
Zanna mengangguk setuju. Padahal ia hanya berharap pada satu laki-laki.
‘Bego banget gue’ batin Zanna mengutuki dirinya sendiri
“Ayo masuk!” ajak Amanda
Ya. Kali ini mereka berkumpul di rumah Amanda.
Mereka masuk ke dalam rumah bertingkat dua itu.
“Oh iya, Aleeza mana?” tanya Zanna
“Udah datang?” tanya Zanna lagi
“Biasalah, anaknya suka telat” jawab Gianina
“Benar” balas Amanda
Zanna mengangguk paham.
“Jadi kita mau ngapain nih?” tanya Zanna
“Quality time?” tanya Amanda
Zanna dan Gianina mengangguk.
“Gak kita tunggu nih Aleeza?” tanya Gianina
“Nanti dia ngambek” sambung Gianina
“Aleeza gak baperan orangnya” jawab Amanda
“Kita makan aja dulu, gimana? Kasihan juga kalau nanti dia datang tapi kita udah asik bertiga” saran Zanna
“Boleh deh” balas Amanda
Amanda menyiapkan beberapa makanan di meja makan.
“Makanan cepat saji semua?” tanya Gianina
“Iya, hehe” jawab Amanda
“Orangtua gue lagi gak dirumah, ART lagi ambil cuti karena anaknya sakit” sambung Amanda
Gianina dan Zanna mengangguk paham.
Kemudian mereka memulai aktivitas makan mereka.
“Eh, ada yang mau gue tanya nih” ucap Zanna ketika teringat sesuatu
“Apa?” tanya Amanda
“Kalian tahu perusahaan yang lagi buka lowongan gak?” tanya Zanna
“Lowongan apa dulu nih? Lo mau kerja yang gimana?” tanya Amanda
“Terserah deh, jadi pegawai biasa juga boleh” jawab Zanna
“Perusahaan ayah lo gak buka lowongan?” tanya Zanna
“Enggak tuh kayaknya” jawab Amanda
“Lo gimana, Gia?” tanya Zanna
“Bokap gue kan toko kue, Zan” jawab Gianina
“Tapi kan udah buka cabang dimana-mana” balas Zanna
“Iya sih, tapi kayaknya lagi gak buka deh” ucap Gianina
“Oh gitu ya” balas Zanna sedih
“Emang kenapa sih? Tumben banget lo pusingin lowongan” tanya Gianina