Steve keluar dari kamar setelah selesai bersiap-siap untuk pergi dengan Zanna.
Sejak jam lima pagi, Zanna sudah repot menghubungi dirinya untuk mengingatkan kembali bahwa pagi ini mereka akan pergi ke suatu tempat. Bahkan, setengah jam yang lalu Zanna kembali menelepon dirinya untuk kembali mengingatkan Steve.
Steve turun ke lantai bawah dan sudah menemukan Zanna berbincang dengan Alex.
‘Cepat banget mereka akrab gitu’ batin Steve
Steve melirik jam tangan miliknya yang menunjukkan pukul delapan pagi.
“Steve!” panggil Zanna
“Sejak kapan lo di sini?” tanya Steve
“Sejak tadi” jawab Zanna
“Tadi kapan?” tanya Steve
“Tadi jam tujuh” jawab Zanna
“Suka banget nunggu” ucap Steve
“Bukan suka sih” balas Zanna
“Tapi mencoba untuk terbiasa” sambung Zanna
Steve hanya menatap Zanna sekilas sebelum akhirnya mereka pamit kepada Cassey untuk pergi.
Di perjalanan, Zanna menyetel lokasi pada GPS Maps mobil Steve.
‘Jauh banget’ batin Steve
“Kenapa?” tanya Zanna yang melihat Steve menatapi lokasi pada GPS Maps itu.
“Kok jauh banget? Berasa ke luar kota” jawab Steve
“Kamu gak ingat?” tanya Zanna
“Ingat apa?” tanya Steve sambil fokus menyetir mobil
“Itu tuh pantai” jawab Zanna
“Iya tahu, kan namanya di situ juga ada” ujar Steve
Zanna tertawa.
“Kok malah ketawa?” tanya Steve bingung
“Kamu pura pura lupa ya?” tanya Zanna
“Ha?” tanya Steve bingung
Tawa Zanna berhenti dan menatap Steve dengan pandangan kecewa.
Kemudian Zanna mengerucutkan bibirnya kesal.
“Kamu mah gak seru banget!” seru Zanna
“Masa lupa sih?” tanya Zanna kesal
‘Emang ada apa sih?’ batin Steve
“Dulu kan kita sering ke sana” ucap Zanna kesal
“Waktu kita pacaran dulu” sambung Zanna
‘Oh iya!’ batin Steve
‘Duh kok gue bisa lupa ya?’ batin Steve merasa bodoh
“Padahal kamu yang duluan ajak aku ke pantai itu” sambung Zanna lagi dengan nada kesal
“Maaf, itu udah beberapa tahun yang lalu” ucap Steve
“Jadi kamu beneran lupa?” tanya Zanna yang masih tidak percaya
Steve membalas pertanyaan Zanna dengan anggukan.
Zanna menggigit bibir bawahnya kesal dan memilih menatap ke luar jendela mobil.
Steve melihat Zanna sekilas yang berekspresi kesal.
“Iya, Gue salah. Gue minta maaf” ucap Steve lembut
Mendadak Zanna melupakan rasa kesal dan kecewanya pada Steve saat mendengar perkataan Steve yang terasa selembut bantal di telinganya.
“OKE!” balas Zanna sambil tersenyum semangat
Steve menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Zanna.
‘Moodnya udah balik’ batin Steve sambil tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Zanna
‘Gak sabar mau sampai sana’ batin Zanna merasa excited
*********
Hari ini, Karina memutuskan untuk ke rumah Alex. Ia ingin meminta maaf secara pribadi dan jujur dengan apa yang ia rasakan.
Sesampainya di sana, Karina menemukan pintu rumah yang terbuka. Terlihat Alex dan Cassey sedang menonton Tv bersama sama.
Karina tersenyum saat melihat hubungan baik antara ibu dan anak.
Karina yang berniat permisi untuk masuk langsung terdiam saat mendengar percakapan antara Alex dan Cassey.
“Sejak kapan kamu akrab sama Zanna?” tanya Cassey
“Dari dia datang, aku udah mulai akrab ma” jawab Alex
“Gara dia yang dekatin kamu kan?” tanya Cassey sambil tertawa
Alex mengangguk menanggapi pertanyaan Cassey.
“Gimana menurut kamu? Cocok gak?” tanya Cassey
“Cocok ma” jawab Alex
Karina mengepalkan tangannya.
“Karina udah tahu?” tanya Cassey
“Belum, ma” jawab Alex
Sudah. Karina tidak tahan dengan percakapan kedua orang itu. Mata Karina memanas, ia hampir menangis dan memilih untuk pergi dari sana.
“Kenapa?” tanya Cassey
“Kayak ada orang, ma” jawab Alex
“Perasaan kamu kali” ucap Cassey
“Kenapa belum tahu?” tanya Cassey menyambung pembicaraan mereka tadi
“Gak ada waktu untuk ngenalin mereka” jawab Alex
“Kok gak ada waktu? Karina sibuk terus?” tanya Cassey
“Bukan gitu ma, tapi kak Zanna yang sibuk. Sibuk sama kak Steve terus, jadi susah untuk mempertemukan mereka” jelas Alex
Cassey mengangguk paham.
“Kak Steve mana ma? Kok gak kelihatan? Bukannya sekarang akhir pekan?” tanya Alex
“Akhirnya kamu peduli sama keberadaan kakak kamu” ucap Cassey
Alex hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Kakak kamu pergi sama Zanna, tapi mama gak tahu mereka mau kemana” jelas Cassey
Alex hanya ber-oh sambil menganggukan kepalanya paham.
“Tumben kak Steve mau” ucap Alex
“Mama juga mikir gitu” balas Cassey
“Papa masih di luar kota ma?” tanya Alex
“Iya” jawab Cassey
“Duh, mama kangen sama papa kamu” sambung Cassey
“Mama kayak masih pacaran aja sama papa” goda Alex
“Oh jelas dong!” seru Cassey
Alex hanya bisa menanggapi ucapan Cassey dengan senyuman.
********
Zanna menghirup nafas panjang saat sudah sampai di pantai yang mereka tuju. Udaranya begitu segar dan Zanna sangat suka dengan udara pantai itu.
Steve menatap Zanna yang dari tadi sibuk menghirup udara pantai.
Steve tersenyum saat melihat Zanna menahan rambutnya agar tidak berantakan karena tersapu angin.
Steve merogoh saku celananya dan menemukan sebuah karet yang sengaja ia bawa untuk Zanna. Karena sebenarnya, Steve selalu merasa gerah saat melihat Zanna tidak mengikat rambutnya.
“Lumayan ramai ya” ucap Zanna
“Namanya akhir pekan” balas Steve
“Sini!” seru Steve
“Eh kenapa?” tanya Zanna
Steve mengganti posisi Zanna menjadi membelakangi dirinya.
Dengan lembut, Steve mengikat rambut Zanna. Zanna membelalakkan matanya saat menyadari apa yang dilakukan oleh Steve. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Setelah selesai, Zanna membalikkan badannya menghadap Steve. Ia menatap Steve dengan pandangan tidak percaya.
“Kenapa? Segitunya natap gue” tanya Steve
“Aku kaget kamu ikat rambut aku” jawab Zanna
“Ya ampun, apa akhirnya kamu luluh?” tanya Zanna dengan pandangan tidak percaya
Steve memutar bola matanya malas dan melangkah menyusuri pantai.
Zanna berusaha mengejar Steve dan menyamakan langkah mereka.
Zanna kembali menatap Steve.
“Jangan natap gue mulu!” seru Steve yang merasa risih
“Aku baper nih, tanggung jawab dong” ucap Zanna
Steve hanya diam.
Mereka berhenti melangkah dan sama sama menatap ke arah pantai yang luas.
“Steve, kamu tahu gak sih?” tanya Zanna
“Gak” jawab Steve singkat
Zanna menatap ke arah Steve yang berdiri di sampingnya. Bahkan dari samping, Steve terlihat tampan dengan mata yang sempurna, hidung mancung dan bibir yang berwarna merah muda.
“Aku gak pernah selingkuh” ucap Zanna tiba tiba
Steve sontak langsung melihat Zanna.
“Tolong percaya sama aku” ucap Zanna
“Cowok waktu itu, cuma ketua kelas aku. Kamu tahu kan aku sekretaris?” tanya Zanna
Steve tidak merespon.
“Kita disuruh wali kelas untuk menyiapkan perayaan kelas dalam rangka HUT RI” sambung Zanna
“Tapi aku gak nyangka dia bakalan suka sama aku” sambung Zanna lagi
“Dia sengaja buat kamu salah paham, aku kira kamu bakalan percaya sama aku” ucap Zanna dengan mata yang mulai berair
“Tapi ternyata kamu ke makan sama ucapan dia dan teman-temannya” sambung Zanna
“Aku udah coba untuk jelasin ke kamu, tapi kamu malah gak mau dengarin” sambung Zanna lagi