Pada suatu tempat di luar Hutan Terlarang, ada lima pendekar bintang tiga dan empat sedang mengejar siluman berbentuk hewan serigala yang memiliki dua kepala.
Siluman itu sebelumnya mengacau di sebuah desa kecil yang mengakibatkan beberapa korban jiwa. Siluman tersebut amat lincah dan membuat pendekar sampai kewalahan.
Para pendekar terus menyerang siluman tersebut dengan elemen yang mereka miliki, namun tetap gagal karena tubuh siluman itu seperti tidak bisa tersentuh oleh kekuatan mereka. Bahkan pendekar bintang empat tahap emas bernama Jia Ye hanya bisa membuat siluman itu terhenti beberapa saat dengan kekuatan elemen apinya.
Pergerakan Jia Ye dan lainnya terhenti seketika saat posisi mereka sudah berada di depan pintu masuk Hutan Terlarang yang berada di Benua Barat.
"Pengejaran kita nampaknya gagal." Salah satu pendekar bintang tiga terlihat kecewa.
"Kita pergi saja dan menunggu di perbatasan, mana tahu siluman itu kembali menyerang," ucap Jia Ye.
Seperti nama tempat tersebut, semua manusia tidak diperbolehkan masuk ke dalam Hutan Terlarang, dikarenakan hutan itu menjadi habitat para siluman. Hanya pendekar bintang bintang lima saja yang berani masuk ke dalamnya, itupun tidak sampai setengah perjalanan karena ketika seseorang manusia masuk ke dalamnya akan langsung disambut dengan ribuan siluman yang memiliki kekuatan setara pendekar bintang dua tahap emas.
Saat pendekar itu berhasil membunuh ribuan siluman, dia akan kembali menghadapi ratusan siluman dengan kekuatan setara pendekar bintang empat tahap perak dan emas. Menurut perhitungan para petinggi strategi masing-masing benua, kunci kemenangan menghadapi semua siluman dalam Hutan Terlarang adalah harus memiliki jumlah tenaga dalam dan stamina pendekar sangat banyak. Dimana pendekar itu setidaknya memiliki empat ribu lingkaran tenaga dalam, seperti yang dimiliki oleh kelima pendekar pelindung suci
Dahulu para pendekar yang disebut 'Pelindung Suci' pernah menyerang Hutan Terlarang, akan tetapi mereka tidak bisa masuk karena ada sebuah segel sangat kuat menahan mereka. Segel itu juga menahan para siluman untuk tidak keluar.
Namun setelah kematian seluruh pelindung suci, segel itu tiba-tiba hancur dengan sendirinya dan membuat beberapa siluman keluar dari sana lalu menyerang kota terdekat.
Kejadian itu memaksa para Kaisar yang menguasai masing-masing benua memerintahkan pasukan untuk menghancurkan Hutan Terlarang. Akan tetapi pasukan pendekar itu tidak pernah kembali setelah memasuki tempat tersebut. Pada akhirnya empat Kaisar memutuskan untuk melarang siapapun memasuki wilayah Hutan Terlarang dan memerintahkan pendekar bintang untuk bersiap-siap menghadapi para siluman ketika keluar dari tempat tersebut.
Jia Ye merasa ada sesuatu yang aneh terhadap siluman serigala yang ada di depan pintu masuk hutan terlarang.
Insting Jia Ye ternyata memang benar ketika siluman itu berbicara dengan dia lewat telepati.
Sang siluman berbicara menggunakan bahasa yang sangat asing bagi Jia Ye. Dia tidak mengerti apa arti dari ucapan siluman tersebut, namun didalam kebingungannya muncul sebuah tulisan berbentuk simbol-simbol kuno yang perlahan ber-ubah menjadi tulisan yang dapat dibaca Jia Ye.
"Jia Ye! Ayo kita segera pergi!" seru temannya yang sesama pendekar bintang empat.
Jia Ye tersadar dari kebingungannya, namun ia tidak ingin beranjak dari sana karena tulisan yang dikirim oleh siluman tersebut mengandung kata yang didambakan dirinya sejak lama.
"Kalian pergi saja dulu, aku mau kelilingi tempat ini," balas Jia Ye yang tentu saja berbohong.
"Baiklah jika itu maumu. Ayo kita pergi!"
Setelah jarak Jia Ye dengan mereka telah sangat jauh, dia langsung melangkah mengikuti petunjuk dari siluman itu.
Semua macam bentuk mata para siluman puluhan tahun langsung menatap tajam dengan hawa membunuh ke arah Jia Ye ketika masuk ke dalam Hutan Terlarang.
Melihat Jia Ye merasa ketakutan, siluman yang membimbingnya segera mengaum keras seperti memberikan perintah untuk tidak mengganggu tamunya. Seketika seluruh siluman langsung ketakutan, tak ada lagi niat membunuh dari mereka.
Langkah demi langkah yang Jia Ye ikuti, akhirnya berhenti di sebuah ruangan seperti gua. Tempat itu diterangi oleh kristal berwarna ungu tua.
Jia Ye memandang takjub apa yang ia lihat saat ini. Ia melirik ke seluruh ruangan tersebut, lalu berhenti ketika merasakan tekanan kekuatan sangat dahsyat berada di depannya.
Sebuah kristal berwarna merah darah melayang di atas sebuah batu giok hitam. Benda itu memancarkan aura berwarna hitam pekat yang sesekali memunculkan percikan listrik.
Apa itu? gumam Jia Ye.
Siluman yang membimbingnya segera berubah menjadi sebuah pedang berwarna ungu tua dan langsung menancap di belakang kristal.
"Kemarilah.."
"Kemarilah.."
"Wujudkan keinginan dirimu menjadi yang terkuat.."
"Ambillah.."
Suara-suara yang sedikit berat itu terus menghasut Jia Ye untuk mendekati kristal tersebut.
Dikarenakan Jia Ye sudah tenggelam dalam hasrat yang sangat tinggi, ia segera melangkah menuju kristal itu dan mengambilnya.
Setelah tangannya bersentuhan dengan kristal, seluruh tubuhnya langsung bergetar sangat hebat. Secara perlahan muncul banyak garis berwarna ungu tua dari tangannya dan menjulur keseluruh tubuh Jia Ye.
Ledakan kekuatan terdengar keras ketika semua kristal telah masuk ke dalam tubuh Jia Ye. Terlihat matanya memancarkan warna ungu tua, dan sebuah pola berbentuk satu mata di keningnya lalu menghilang.
"Seluruh tubuhku merasakan kekuatan sangat dahsyat!" teriak Jia Ye.
Lelaki itu membuka telapak tangannya dan mengalirkan tenaga dalam, lalu muncul sebuah elemen seperti api yang berwarna hitam pekat.
Elemen apa ini? Jia Ye memandang takjub sekaligus heran terhadap elemen yang keluar dari dalam tubuhnya.
Dalam kebingungannya, pedang yang tertancap di depan Jia Ye tercabut dengan sendirinya. Pedang tersebut melayang yang dimana pada bagian gagangnya muncul sebuah mata berwarna ungu tua.
Jia Ye segera mengambil pedang itu dan mencoba daya kekuatan dari benda tersebut.
Tak disangka Jia Ye saat ia melayangkan satu tebasan ke arah dinding ruangan,muncul sebuah gelombang energi berbentuk bulan sabit. Kekuatan yang muncul membuat dinding gua hancur berkeping-keping, namun tidak membuat runtuh tempat itu.
Di dalam kesenangannya, terlintas dalam benak Jia Ye untuk segera menguasai seluruh benua dan membangkitkan kembali empat siluman kuno.
Jia Ye yang sudah gelap mata akan kekuatan barunya segera melesat keluar dari ruangan itu. Ia mencoba elemen barunya untuk dihantamkan ke arah parah siluman.
Dengan hanya satu kali tebasan, Jia Ye mampu membunuh dua puluh siluman berumur puluhan tahun.
"Kekuatan ini! Kekuatan yang aku dambakan!" teriaknya sambil tertawa lantang.
Jia Ye langsung menebas ke depan, lalu ber-teriak, "Jadilah pengikut aku! Kita bangkitkan kembali tuan kita!"
Seluruh siluman langsung mengaum tanda setuju. Tidak hanya siluman yang ada di daratan Benua Barat, namun seluruh siluman dalam Hutan Terlarang yang berada di Benua Timur, Utara, dan Selatan juga mengaum secara bersamaan.