08. Liburan Sendirian

1306 Words
08. Liburan Sendirian Laura langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang begitu petugas resort yang mengantarnya tadi sudah pamit berlalu dari dalam kamarnya, karena perjalanan dari Jakarta menuju ke Lombok terasa cukup melelahkan bagi dirinya. Beberapa menit berselang, Laura sudah membuka akun media sosial miliknya, lalu memotret bagian pintu balkon kamarnya yang terbuka, dan memamerkan view pantai yang indah, serta langit biru yang cerah. Setelah itu, ia pun mengunggah foto itu di insta story miliknya tanpa membubuhkan keterangan apa-apa. Berhubung ia baru saja sampai, jadi Laura memutuskan untuk segera mengistirahatkan tubuhnya sekarang. Sehingga ia pun mulai memejamkan kedua bola matanya dengan ponsel yang tergeletak tak jauh dari tempat tidurnya. Laura tertidur selama hampir dua jam lamanya. Saat ia sudah kembali membuka mata, ia pun langsung mengecek isi ponselnya. Ternyata ada beberapa notifikasi yang memenuhi layar ponselnya. Salah satunya adalah panggilan tak terjawab dari ibunya, serta ada dua buah pesan singkat dari nomor yang sama. From: Mama | Ra? From: Mama | Bagaimana perjalananmu tadi? Kau pasti sudah sampai di penginapan kan saat ini? Laura lantas memberikan sebuah balasan atas pesan singkat dari ibunya yang baru sempat ia baca. To: Mama | Alhamdulillah lancar, Ma. Iya, aku sudah sampai di penginapan sejak tadi, dan aku sudah sempat ketiduran di sini. Setelah itu, Laura pun mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu balkon yang terbuka lebar untuk menikmati udara segar di sana. Laura lantas memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara dalam-dalam, lalu mengembuskannya secara perlahan-lahan. Rasanya sungguh menyegarkan. Namun, bayang-bayang wajah Marvin malah timbul di dalam benaknya, yang membuat Laura langsung membuka kedua bola matanya saat itu juga. Kemudian, Laura tersenyum kecut begitu mengingat kenyataan yang ada. Marvin telah resmi berpacaran dengan Friska, dan ia kembali dibuat sakit hati untuk yang kesekian kalinya. Meskipun hal itu dilakukan oleh Marvin secara tidak sengaja, lantaran pria itu tidak mengetahui dan tidak menyadari bagaimana perasaan Laura yang sesungguhnya. Well, sebenarnya ini bukan pertama kalinya Marvin berpacaran dengan seorang wanita. Karena pria itu sudah cukup sering memperkenalkan kekasihnya kepada keluarga mereka. Tetapi, kali ini, Laura memiliki firasat yang berbeda, dan ia merasa kalau Marvin akan segera melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan Friska sekaligus menjadikan wanita itu sebagai pelabuhan terakhirnya. Memikirkan hal itu benar-benar membuat suasana hati Laura jadi memburuk seketika. Lalu, ia pun kembali membuka ponselnya yang sedari tadi berada di dalam saku celana. Jemarinya lantas bergerak untuk kembali membuka akun sosial media miliknya. Ia sengaja mengabaikan beberapa direct massage yang masuk ke akunnya, dan hanya membalas reply-an dari Syakira atas foto di insta story-nya yang berhasil membuatnya tertawa. Walaupun tawa di bibirnya itu tidak berlangsung lama, karena begitu ia kembali ke beranda, ia malah melihat postingan terbaru dari Marvin yang baru dibagikan oleh pria itu beberapa detik yang lalu. Laura kembali tersenyum kecut. Entah kapan foto itu diambil oleh Marvin. Tetapi, yang jelas, di dalam foto itu Friska tampak sedang sibuk menata makanan di atas piring. Dan Laura tahu di mana tempat foto itu diambil, yaitu di dapur apartemennya Marvin. Karena hal itulah, akhirnya Laura memutuskan untuk segera keluar dari akun media sosial miliknya, dan kali ini ia benar-benar ingin meliburkan dirinya. Termasuk libur dalam hal menggunakan akun social media. Sementara foto-fotonya selama liburan di sini nanti akan ia bagikan di sana setelah ia resmi pulang ke Jakarta saja. Tak lama kemudian, Laura sudah beranjak untuk masuk ke dalam kamar resort-nya. Karena ia ingin berendam secepatnya sambil merilekskan kembali otot-otot tubuhnya sebelum memulai acara makan malam di pinggir kolam renang dengan view pantai yang terlihat begitu menyenangkan. *** Setelah memesan beberapa menu makan malam untuk dinikmati olehnya sendirian, Laura pun akhirnya mulai memotret beberapa pemandangan yang ada di sekitar. Ia sengaja meninggalkan ponselnya di dalam kamar dengan keadaan yang sudah dinonaktifkan, lalu membawa kamera miliknya sebelum pergi meninggalkan kamar untuk segera makan malam. Di saat Laura sedang asyik memotret ke arah hamparan pantai yang terbentang di depan kolam renang tempat duduknya sekarang, ia tak sengaja melihat keberadaan seseorang yang baru dikenalnya beberapa minggu belakangan. Laura lantas menurunkan kamera yang sedang dipegang olehnya, dan mulai mengerjapkan kedua bola matanya dengan kening yang berkerut samar. “Adam? Jadi, dia sedang liburan di sini juga?” gumamnya tanpa sadar. Setelah itu, Laura pun segera memalingkan wajahnya dari tempat duduknya Adam bersama tiga orang yang sedang duduk semeja dengannya. Karena ia tidak ingin Adam memergokinya yang sedang memandang ke arah sana. Begitu pesanannya tiba, Laura sengaja tidak langsung menyantapnya, dan kembali sibuk mengambil beberapa gambar menggunakan kamera yang dibawa olehnya. “Lho? Laura? Kau ... di sini juga?” Sontak saja hal itu membuat Laura yang awalnya sedang asyik mengamati hasil gambar di kameranya sambil sesekali menyesap strawberry smoothies miliknya, jadi mendongak seketika. Namun, tanpa diduga, Laura tetap saja terkejut begitu melihat Adam yang saat ini sedang berdiri di samping mejanya. Padahal, tadi ia sudah mengetahui kalau pria itu memang sedang berada di tempat ini juga. Laura langsung tertawa pelan, dan segera menguasai keadaan. “Iya, Dam. Aku sedang liburan,” jelasnya tanpa diminta. “Kau sendiri?” Laura melirik ke arah tiga orang yang sepertinya kompak berhenti berjalan begitu Adam menghampirinya yang sedang duduk menikmati menu makan malam sendirian. “Oh, aku juga sedang liburan. Lebih tepatnya lagi, sedang berkumpul bersama mereka bertiga.” Adam tampak menoleh ke arah tiga orang temannya yang berdiri tak jauh dari sana. Lalu ia refleks menyuruh mereka bertiga untuk segera mendekat, dan memperkenalkan ketiga orang itu kepada Laura yang langsung berdiri dari atas kursinya. Ternyata dua di antara orang itu adalah saudara sepupunya Adam, dan satunya lagi adalah sahabat mereka yang memperkenalkan dirinya sebagai tunangan dari salah satu sepupu perempuannya Adam. Setelah berkenalan dengan Laura, ketiga orang itu pun memutuskan untuk pamit duluan dari sana. Sedangkan Adam masih berada di sana untuk menemani Laura sebentar. “Aku baru tahu kalau ternyata kau senang pergi liburan sendirian,” ucap Adam setelah Laura mempersilakannya untuk duduk di salah satu kursi kosong yang masih tersisa. Laura refleks tertawa begitu mendengarnya. “Tahu dari mana kalau aku sedang liburan sendirian?” Adam langsung mengangkat bahunya. “Buktinya kau makan di sini sendirian.” “Apakah aku terlihat sangat menyedihkan?” tanya Laura setelah ia mengedarkan pandangannya ke arah sekitar mereka, dan menyadari kalau ia sendiri yang tidak memiliki partner di tempat ini. “Tidak juga. Menurutku pergi liburan sendirian juga terasa menyenangkan.” “Apa kau pernah melakukannya juga?” tanya Laura, yang membuat Adam menganggukkan kepalanya. “Ya, beberapa kali, tapi ke luar negeri.” Setelah itu, Adam terkekeh sendiri. “Kau juga harus mencobanya lain kali.” “Ke luar negeri?” Laura ikut tertawa kecil. “Sepertinya agak sulit. Karena kedua orang tuaku, terutama ibuku, tidak akan mengizinkanku untuk pergi liburan sendirian ke luar negeri.” “Tentu saja. Dan kalau aku yang menjadi orang tuamu, aku juga akan melakukan hal yang sama. Karena wanita cantik sepertimu tidak boleh terlalu sering pergi liburan sendirian, bahaya.” Adam mengucapkan kalimat barusan dengan sangat lancar. Tetapi, begitu ia tersadar, ia langsung membeku seketika. Begitu juga dengan Laura. Lalu, kedua orang itu pun saling berpandangan sampai beberapa saat ke depan. Hingga akhirnya, Laura yang lebih dulu memutuskan pandangan mereka, dan segera menundukkan wajahnya ke arah bawah. Tak lupa, Laura juga sempat menyelipkan sebelah rambutnya ke belakang telinga, karena angin pantai terus-menerus menerbangkan rambut panjangnya yang memang dibiarkan terurai. Gerakan kecil dari tangannya Laura itu malah membuat Adam terpana untuk yang kesekian kalinya, karena Laura benar-benar terlihat sangat menawan di kedua bola matanya. Dan seharusnya wanita itu tidak pergi liburan sendirian, seperti yang tadi sempat diucapkan olehnya, karena hal itu cukup berbahaya untuk dilakukan. ***** Gaes, kalo aku gak kasih pengumuman tentang update-an cerita ini di IG, kalian cek aja langsung ke lapak ini ya. Soalnya aku bakalan tetep update kok. Jam update-nya itu sekitaran pukul 10.15 sampe 10.30 WIB, pokoknya di antara jam segitu. BTW, jangan lupa follow akunku wkwkwk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD