Asifa terbangun lebih dulu, setelah ia mandi, baru ia bangunkan Aska yang sama seperti dirinya, tidur dengan duduk di sofa. "Bang, subuh.... " Aska membuka matanya perlahan. "Mandi, Bang. Aku bangunkan kakek dulu, biar bisa sholat subuh sama-sama." "Ya," suara Aska terdengar sedikit parau. Asifa mendekati ranjang kakek. Ditatap wajah kakeknya, wajah itu tampak lebih segar dari biasanya. Bahkan senyum terlukis di bibir tua itu. "Kakek.... " Asifa menggoyangkan lengan kakek yang terlipat di atas d**a. "Kakek.... " Asifa mengulangi panggilan lirihnya. Tak ada reaksi dari kakek. Asifa berusaha tetap tenang. Diletakan jari telunjuk di bawah hidung kakeknya. Tidak ada dengus napas yang ia rasakan. Tubuh Asifa mundur dua langkah. Hampir saja ia jatuh, andai Aska yang ingin ke kamar mand

