Molly ingin sekali berkata kasar. Namun dia berusaha untuk menahannya. Dengan smirk di bibirnya Molly melirik nametag wanita itu. SHELENA Molly tersenyum tipis, lalu dia memungut baki dan makanan yang berserakan di lantai. Tahan Molly. Bisik hati Molly mencoba untuk menenangkan diri. Jika diturutkan hendak hati, maulah dia rasanya menghajar perempuan ini. Kenzo yang duduk dari jarak 2 meja terlihat menatap tajam, tapi dai tidak berucap apapun. “Lihatlah Kenzo tidak bereaksi apapun. Cih, ternyata wanita ini tidak berarti baginya. Baiklah jika begitu…” Shelena mengambil cup minuman di meja, dengan sengaja dia menumpahkann pada Molly yang tengah memungut baki. Semua orang dibuat terkejut. Orang-orang bahkan sampai berdiri dan mendekat untuk menyaksikan pertunjukan yang mungkin seru

