“Belajar yang rajin.” Danu mencium kening putrinya. Hari ini dia yang mengantarkan Molly ke sekolah. Kebetulan tidak sibuk hari ini. “Humm.. Molly pergi. Bye-bye, Ayah.” Molly keluar dari mobil dan dia beranjak memasuki gerbang sekolah setelah mobil ayahnya beranjak pergi. Molly menghembuskan napasnya perlahan. Semalam setelah membujuk ibu, akhirnya di putuskan Molly untuk pindah ke apartemen hari minggu. Agar Ayah dan ibunya bisa ikut mengantarkan dia. It’s okey. Dia Akan membicarakan ini dengan Kenzo. Pria itu seharusnya mengerti bukan? “Molly.” Molly mengalihkan pandangnya. Dia tersenyum pada Rose yang berlari ke arahnya. “Morning my Rose.” Rose di buat ketawa oleh panggilan itu, “Morning too Molmol.” Balasnya. Tangan Molly di gandeng nya. Mereka berjalan bersama. Rose merasa

