OL (17)

1348 Words

“Huk huk.. “ Kenzo terlihat sengaja untuk pura-pura batuk setelah dia memandangi Molly beberapa saat. Entah apa yang dia pikirkan hingga ingin menarik Molly beralih menatapnya. Benar saja, suara batuk Kenzo sontak langsung membuat Molly menoleh padanya. Molly menuangkan air putih untuk Kenzo. “Minumlah, makannya perlahan saja.” Molly berucap dengan lembut hingga membuat Kenzo menaikkan sudut alis bagian kirinya. “Ternyata kamu bisa lembut juga. Aku pikir kamu adalah wanita yang tidak bisa bermanis-manis sedikitpun.” Ucap Kenzo dengan mengembangkan satu sisi sudut bibirnya, lalu dia mengambil gelas yang di ulurkan Molly dan meminumnya. Bermanis-manis? Cih, sebenarnya kata-kata itu tidak cocok untukku lakukan padamu, dan ini hanya terpaksa. Aku harus bersikap lembut agar hidupku lebih da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD