“Pak Odeng laju mobilnya di percepat lagi ya. Aku benar-benar harus sampai di sekolah sebelum jam 7.” Pinta Molly. Padahal mobil sudah lebih cepat dari biasanya, serta mereka juga sudah berangkat lebih cepat dari biasanya. “Baik, Nona.” pak Odeng melajukan mobil lebih cepat, karena masih sangat pagi jadi jalanan juga tidak terlalu ramai. Molly yang duduk di kursi belakang terlihat terus memandangi ponselnya. Dia melihat notifikasi yang tiada hentinya, baik dari sang kakak maupun dari Kenzo yang sedari subuh tadi mengingatkannya untuk tidak terlambat. “Jika sampai terlambat, maka akan ada hukumannya.” Voice notes Kenzo kembali telintas di pikirannya, yang membuat sudut bibir atasnya terangkat karena kesal. Notifikasi sudah mulai mereda, pertama-tama Molly membuka pesan dari sang kakak d

