OL (30)

1214 Words

Hari-hari berlalu. Suasana di Royal High School semakin semarak. Orang-orang semakin heboh dan sibuk menunggu hari esok untuk pemilihan. Molly tidak kalah sibuk, baik selaku ketua kelas maupun selaku pelayan Kenzo. Selesai tugas di kelas, Molly akan berlari menyusul Kenzo dimana pun berada. Kenzo sungguh tidak ada rasa kasihan sedikitpun padanya. Molly merasa begitu tersiksa terus berada di sisi Kenzo, namun di mata orang lain posisi Molly sangat mereka inginkan. Terlebih Shelena! Meski tenang dan tidak membuat keributan dengan Molly, jangan kira sakit hatinya sudah padam. “Shel,” Pinka menggerakkan alis sebagai kode untuk menoleh ke depan. Shelena menoleh. Tampak Molly yang berjalan tergesa-gesa sambil membawa beberapa botol minuman. “Kamu ngerasa tidak sih Shel, kalau itu bocah ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD